Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
85


__ADS_3

"Berian, mereka semua siapa?" Bella bertanya ketika melihat beberapa pelayan tengah berdiri di hadapannya.


Berian tersenyum melihat ke arah Bella, lalu menjelaskan, semua tentang pelayannya dan juga beberapa tombol yang terpasang di dinding ruang tamunya.


Setelah menjelaskan, Bella juga tengah mengerti semuanya. Berian menyuruh salah satu pelayanya mengantar Bella ke kamar yang telah ia siapkan.


"Mari, Nona, saya antar anda ke kamar yang telah kami siapkan."


Setelah mendengar ucapan itu, Bella mengikuti arah langkah kaki pelayan Berian menuju arah kamarnya. Setelah masuk ke dalam kamar, Bella membersikan diri lalu istirahat.


Keesokan harinya Bella mulai bekerja di kantor Berian di jepan. Bella mengalami sedikit masalah soal tata bahasa orang jepan, karna ia hanya tau berbahasa inggris dan indonesia. Namun atas dukungan Berian, Bella menjalani pertama bekerjanya menjadi secretaris di perusahaan Berian sedikit lancar.


Hari berganti hari, tak terasa Bella telah bekerja di perusahaan Berian selama empat bulan. Bella mulai sedikit tau bahasa jepan. Penapilan Bella juga berubah seiring berjalangnya waktu. Banyak rekan kerja Berian yang kagum atas kecantikan yang Bella miliki.


Berian sendiri semakin hari semakin terpesona melihat kecantikan dan ke anggunan Bella hingga suatu malam Berian mengatakan cinta pada Bella.


Malam ini mereka melakukan dinner bersama di sebuah restoran mewah yang berada di negara yang Berian tempati. Berian sengaja mengakak Bella karna ia ingin mengunkapkan isi hatinya pada Bella.


Setelah sampai di dalam restoran, Berian mengajak Bella masuk ke dalam ke tempat yang telah ia pesan sebelumnya. Malam itu Bella nampak cantik mengenakan gaun yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang mungil. Dan itu membuat semua pengunjung yang ada di dalam restorand melihat ke arahnya, ketika Berian mengatakan cinta padanya.


Berian bersimpuh di hadapan Bella dengan memegan setangkai bunga mawar merah, dan juga sebuah boneka. Jika Bella memilih boneka berarti ia memilih menjadi sahabat Berian. Namun, jika ia memilih setangkai bunga mawar, berarti ia menerima cinta Berian.


"Bella, maukah kamu menjadi kekasihku? dan kelak akan menjadi istriku, pendampin hidupku?" Itulah kata yang keluar dari mulut Berian. Dan membuat Bella sedikit terkejut, tak mengira kalau Berian akan menyatakan cinta padanya.


Bella tersenyum, melihat ke arah Berian, lalu mengambil salah satu yang ada di tangan Berian. "Ya, aku menerimanya." Selesai mengatakan itu Bella mengambil setangkai bungan mawar yang ada di tangan Berian.

__ADS_1


Berian berdiri ketika mendengar apa yang Bella katakan. Berian memeluk Bella karna merasa sangat bahagia, akhirnya perasaan yang selama ini ia tahan akhirnya terjawab juga.


Namun tampa Bella sadari kalau saat ini seseorang sangat marah, melihatnya bersama dengan Berian.


Aku tak akan membiarkanmu, menjadi milik orang lain, kamu itu milikku, hanya milikku.


Berian begitu sangat bahagia, hingga ia tak berenti menatap wajah Bella yang kini tengah tersenyum lembut padanya. Setelah beberapa saat Bella ijin pada Berian untuk pergi ke kamar kecil.


"Berian, aku mau ke toilet dulu." Setelah mengatakan itu Bella berlalu pergi ke arah belakan.


Namun tampa Bella ketahui seseorang tengah mengikutinya menuju kamar kecil, Bella masuk di ikuti oleh orang itu. Bella terkejut dan ingin berteriak. Namun dengan segera orang itu menutup mulut Bella dengan tangannya dan tangan yang satunya membawa tangan Bella kebelakan.


"Jangan berteriak."


"Apa, sekarang kamu bahagia? Hem? aku tak menyangka kalau kamu akan pergi sejauh ini." Masih dalam menutup mulut Bella dengan tangannya.


Bella meronta berusaha melepaskan diri. Namun tak bisa hingga akhirnya ia menendang paha orang itu dengan lututnya. Sontak membuat pemuda itu melepaskan ke dua tangannya dari pegangannya di area tubuh Bella.


"Lepaskan aku berengsek." umpat kesal Bella.


Bella ingin keluar dari dalam toilet. Namun dengan segera orang menarik pinggan Bella. Sontak Bella kembali berteriak padanya.


"Apa yang kamu inginkan dariku? jangan gangu kehidupan aku lagi, aku tengah bahagia dengan kehidupanku sekarang." Berkata membelakangi orang itu.


"Bahagia, apa kamu akan bahagia lagi setelah Berian tau kalau kamu pernah menjadi wanita simpananku? bahkan pernah mengandung anakku? Hem, Dia akan membuangmu setelah ia mengetahui semuanya, dan satu lagi yang harus kamu tau, jika kamu ingin kembali lagi denganku, menjadi wanitaku, aku akan dengan senang hati menerimamu " Kata yang terucap dari mulut orang itu seperti tamparan bagi Bella. Bella tak menyangka kalau Hamish menginginkaknya kembali padanya.

__ADS_1


Wajah Bella memucat setelah mendengar semua itu, dan benar yang di katakan pemuda itu.


"Diam kamu Hamish berengsek." umpat kesal Bella kembali.


Hamish tersenyum ketika mendengar apa yang Bella katakan, setelah mengatakan itu. Hamis keluar dari kamar mandi dengan merapihkan jasnya yang sedikit kusut.


Setelah Hamish pergi, Bella keluar dari kamar mandi lalu berjalan ke arah cermin yang ada di dalam toilet lalu merapihkan kembali penampilannya yang acakan atas ulah Hamish.


Bella menatap wajahnya di cermin, memikirkan semua apa yang Hamish katakan barusan. Namun tiba -tiba Berian masuk ke dalam toilet lalu menarika tangan Bella dengan kasar keluar dari dalam toilet.


"Au, Berian pelan -pelan, tanganku sakit." Bella meringgis kesakitan ketika Berian memegan tangannya dengan sangat keras.


Bella keluar dari dalam toilet, lalu mencari keberadaan Hamish. Setelah matanya tertuju pada Hamish, Bella menatapnya dengan tajam. Namun yang di tatap malah tersenyum senang dengan melambaikan tangannya pada Bella.


Bella berfikir kalau Hamish tengah mengatakan semuanya pada Berian, terlihat jelas di wajahnya yang kini begitu sangat bahagia melihatnya di seret oleh Berian keluar dari restoran yang ia tempati. Bahkan boneka dan bunga mawar yang Berian bawa tak di ambilnya.


"Berian kamu kenapa?" itulah pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Bella ketika sampai di parkiran restoran.


Berian hanya terdiam tak menangapi apa yang Bella katakan. justru ia menyeret Bella masuk ke dalam mobilnya, lalu memasang seat belt pada Bella. Setelah itu ia menutup pintu mobil, lalu berjalan memutar, setelah itu ia ikut masuk lalu melajukan mobilnya dengan sangat cepat.


Di perjalanan pulang di dalam mobil nampak sangat hening. Berian pokus melihat ke depan sedangkan Bella tak berenti menatap ke arah Berian. Hingga akhirnya ia memulai pembicaraan.


"Berian kamu kenapa? apa ada sesuatu? yang membuatmu bersipat kasar seperti ini padaku." Bella bertanya dengan melihat wajah Berian yang kini pokus melihat ke depan.


Berian tersenyum sinis mendengar apa yang Bella katakan, ia sangat kecewa dengan apa yang ia dengar di dalam kamar toilet restoran. Berian merasa kalau selama ini Bella tengah membohonginya dengan sikap kepolosannya.

__ADS_1


__ADS_2