Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
46


__ADS_3

Hari demi hari,bulan demi bulan berganti. Kini usia kandungan Nabila telah berusia delapan bulan. Doni semakin hari semakin memperlihatkan sikap posesifnya pada Nabila. Sementara Mira tak berenti mamanjakan menantunya. Di usia kandungan saat ini Nabila terlihat lebih berisi daripada sebelummya.Nabila begitu sangat gemuk dan bulat,dan itu membuat Doni semakin gemes melihatnya.


"Sayang kamu terlihat sangat lucu, dan lebih cantik dan seksi," Ucap Doni menggoda Nabila yang baru saja selesai mandi.


"Kamu ngeledek aku mas?,badan melar kaya gini di bilang seksi, mas ngak salah lihat kan?."


"Ya, enggak dong sayang," Ucap Doni sambil melangkah mendekat ke arah Nabila lalu memeluknya dari belakang kemudiam mengelus lembut perut Nabila.


"Mas, sekarang anak kita sangat aktip di dalam perutku," Ucap Nabila sambil tersenyum senang.


"Sayang,aku sudah tak sabar pengen lihat anak kita lahir."


"Aku juga mas."


"Oya, bagaimana kalau kita cari nama buat anak kita nanti?." Bertanya sambil melihat ke arah Nabila.


"Boleh, tapi aku pake baju dulu." Berkata sambil berjalan ke arah lemari pakaian.


Setelah selesai mengenakan pakaian Nabila berjalan ke arah Doni.


"Pelan -pelan sayang," Ucap Doni ketika melihat Nabila berjalan lebih cepat ke arahnya.


Setelah Nabila duduk di sampingnya. Doni mulai membuka akun google lalu mulai mencari nama yang bagus untuk calon anak mereka yang sebulan lagi akan lahir.

__ADS_1


"Kalau anak kita perempuan kita kasi nama Alia Larasati Atmaja,kalau anak kita laki -laki kita kasi nama Aby Larasati Atmaja, bagaimana menurut kamu sayang apa kamu menyukai ke dua nama itu?," Tanya Doni pada Nabila.


"Nama yang sangat indah mas, aku sangat menyukai ke dua nama itu."


Berkata sambil menyandarkan wajahnya di dada bidang Doni.


Auuuduuuu, Ringgis Nabila sambil memegan perutnya.


"Kamu kenapa sayang?, apa ada yang sakit?," Ucap Doni panik sambil memanggil Mira.


"Ma, Mama ke sini," Teriak Doni.


Nabila tertawa melihat kepanikan Doni. Mira pun masuk ke dalam kamar ikut panik karna mendengar teriakan Doni barusan.


"Tadi Nabila meringgis kesakitan Ma."


"Benar sayang?,apa ada yang sakit?," Tanya Mira pada Nabila.


"Engak ada apa ko Ma, tadi aku meringgis karna dede bayinya nendang perut aku,aku merasa sedikit kesakitan tadi,namun mas Doni langsung berteriak kaya gitu tadi," Ucap Nabila sambil tertawa.


Mendengar ucapan Nabila,Doni mengerutkan dahinya. Doni pun bertanya.


"Nendang, bagaimana caranya nendang perut kamu?,bayinya kan belum lahir?."

__ADS_1


Peletak, Satu jitakan mendarat di kepala Doni.


"Dasar anak bodoh."


"Auuu, Ma, sakit." Ringgis Doni.


"Sini tangan kamu Mas," Ucap Nabila pelan.


Doni pun memberikan tangannya pada Nabila, kemudian Nabila meletakkan tangan Doni di atas perutnya. Pelan -pelan Doni mengelus lembut perut Nabila. Namun tiba -tiba sebuah tendangan yang begitu terasa di tangan Doni. Doni pun merasa sedikit kaget lalu berkata.


"Sayang ini beneran tendangan bayi kita?."


"Iya, Mas itu tendangan calon anak kita."


"Ma, calon anak Doni sudah pintar nendang," Ucap Doni dengan nada terharu dan itu membuat Mira menangis terharu. Mira pun memeluk anak dan menantunya sampai ketiganya menangis bahagia.


"Ma, sudah dong,aku dan Nabila ikutan nangis karna mama," Ucap Doni mencairkan suasana.


Mendengar ucapan Doni, Nabila pun angkat suara.


"Ma, aku lapar." Berkata lembut.


"Makan di sini atau makan di meja makan?," Tanya Mira semangat.

__ADS_1


"Di meja makan saja Ma, aku masih kuat berjalan," Ucap Nabila lembut.


__ADS_2