Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
90


__ADS_3

"Ada, apa Nona?" pertanyaan Ratna membuat Bella tersadar lalu melihat ke arahnya lalu ia berkata.


"A, aku tidak apa, aku hanya merasa.sedikit pusing." Bella mengatakan alsannya pada Ratna.


Setelah itu Bella berbalik arah, kembali masuk ke dalam kamar Hamish diikuti oleh Ratna di belakannya. Bella masuk dalam kamar, dengan melihat semua isi dalam kamar yang pernah ia tempati setahun yang lalu dan sekarang ia kembali untuk menempatinya lagi.


Bella tersenyum sendiri dengan menatap seluruh isi ruangan yang tak pernah berubah sama sekali. Bella berjalan ke arah lemari pakaian lalu membukanya. Bella terkejut ketika ia melihat beberapa pakaian dalam yang bukan miliknya. Bella mengambil pakaian dalam itu lalu melihat ke arah Ratna yang tengah menyusun rapi pakaianya.


"Ratna, ini pakaian dalam siapa?" tanya Bella.


"Oh, itu, itu milik Nona Natasya." Ratana sedikit gugup menjelaskan. Karna ia lupa membereskan semua pakaian Natasya yang tersisa.


"Natasnya, kemana sekarang dia? apa dia masih sering datang kemari?" Melihat ke ara Ratna. "Tolong kamu katakan dengan jujur padaku. Karna aku tak mau ada wanita lain selain diriku di rumah ini" Berkata dengan nada suara tinggi. Bella melihat ke arah Ratna dengan menanti jawaban yang keluar dari mulutnya.


"Non, Natasya. Dia tak akan pernah berani lagi menginjakkan kakinya di rumah ini, karna Tuan telah mengusirnya."


"Kenapa? kenapa Hamish mengusirnya? apa ada sesuatu yang buruk terjadi di rumah ini?" Bella menatap ke arah Ratna dan kembali menanti jawaban yang keluar dari mulutnya.


Ratna terdiam ketika mendengar serangan pertanyaan dari Bella. Tampa menjawab Ratna kembali merapihkan pakainya, lalu memasukkannya ke dalam lemari.


Bella bingun dengan sikap yang ratna tunjukkan. "Ratna." Bella memanggil. "Ratna, jelaskan padaku sebenarnya apa yang terjadi antara Hamish dan Natasya? kenapa bisa Natasya tak akan berani datang ke rumah ini? bukankah Natasya sangat mencintai Hamish? bahkan rela melakukan apa saja demi mendapatkan cinta Hamish." Bella kembali menyerang Ratna denga pertanyaanya.


Ratna berbalik melihat ke arah Bella yang kini tengah berdiri di sampingnya dengan tatapan yang menanti jawaban darinya.


"Maaf, Nona, mungkin lebih baik, anda menanyakan ini pada Tuan, aku takut mengatakan semua ini pada anda." Ratna mengatakan itu dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Bella tersenyum lalu meraih tangan Ratna. Lalu mengajaknya duduk di pinggir tempat tidur setelah keduanya duduk.


Bella menatap ke arah wajah Ratna dengan menyungginkang senyum ramah di bibirnya, lalu ia berkata.


"Ratna, apa kamu percaya padaku?"


Ratna mengangukkan kepalanya, lalu berkata. "Iya, Non, aku sangat percaya pada Nona."


Bella tersenyum. "Kalau begitu, kamu ceritakan semua yang terjadi, aku janji tak akan mengatakan pada Tuan kamu itu."


Ratna melihat ke arah Bella. "Benar Nona tak akan mengatakan apapun pada Tuan?"


"Benar, aku janji tak akan mengatakan apapun padanya."


Setelah itu Ratna mulai menceritakan semuanya padanya pada Bella soal kejadian yang telah Natasya lakukan pada Hamish.


Malam itu Natasya sengaja membuat Hamish mabuk. Namun ia tak tau kalau Hamish hanya pura -pura mabuk karna mendengar semua percakapan Natasya dengan seseorang di telpon.


"Iya, malam ini aku akan memulai rencana kita, aku akan membuatnya tak memiliki apa -apa lagi di dunia ini. Aku akan membuatnya merangkak di jalanan meminta dan memohon belas kasih, dari orang agar menberinya makanan. Aku akan menghancurkan keangkuhan dan kesombongannya." Itulah kata yang keluar dari mulut Natasya dan di dengar jelas oleh Hamish.


Hingga malam, Hamish pura -pura mengikuti semua permainan yang Natasya mainkan. Hamish ingin melihat sampai dimana Natasya akan memerankan permainannya.


Natasya mengajak Hamish masuk ke dalam kamarnya dengan membawa dua gelas wine. Salah satu dari gelas wine tersebut Natsya tengah mencampurkan obat yang akan membuat orang sedikit hilang akal dan akan menuruti semua permintaan yang kita mau.


Natasya mengenakan pakaian yang biasa yang ia kenakan ketika ia akan melewatkan malam yang indah dengan Hamish. Natasya duduk di pinggir tempat tidur, lalu memanggil Hamish duduk di sampinnya.

__ADS_1


"Sayang, diduk sini dekat alu." Natasya berkata manja pada Hamish.


Hamish tersenyum sedikit sinis setelah mendengar kata manja yang keluar dari mulut Natasya. Hamish tak mau, kalau Natasya sampai mengetahui, kalau ia mengetahui semua rencana buruk yang tengah Natasya rencanakan.


Hamish berjalan medekat ke arah Natasya, lalu duduk di sampinnya. Perlahan Natasya menyerahkan gelas wine yang sedari tadi ia pegan.


Hamish mengambil gelas itu dari tangan Natasya. Namun tak meminumnya. Hamish hanya memegannya, menunggu kesempatan akan menukar gelasnya dengan gelas yang tengah Natasya pegan.


Hamish tak ada kesempatan menukar gelasnya dengan gelas yang Natasya pegan. Hingga akhirnya Hamish memulai melancarkan aksinya dengan mulai sedikit menyentuh tubuh Natasya.


Natasya sedikit menikmati dan saat itulah Hamish mengambil gelas dari tangan Natasya lalu menukarnya dengan gelasnya.


Hamish mulai meminum wine itu. Natasya tersenyum senang melihatnya, Natasya pun meraih gelas wine yang tengah Hamish pegan. Lalu berangjak dari tempat tidur.


Pelan -pelan Natasya melihat Hamish mulai memegan kepalanya. Hingga akhirnya Hamish terjatuh di atas tempat tidur. Bella tersenyum, lalu mendekat ke arah Hamish yang kini tengah terbaring di atas tempat tidur.


"Sayang." Natasya menyentuh wajah Hamish dengan sangat lembut. Setelah itu Natasya tertawa melebar menertawai Hamish yang kini mulai sedikit kehilangan kesadaran. "Bagaimana sayang? apa kamu suka dengan apa yang lakukan padamu saat ini? Oh, Hamish aku sangat mencintaimu. Ups." Natasya menutup mulutnya dengan gelas wine yang masih setia ia pegan. "Oh, Hamish aku sangat mencintai Hartamu, dan semua yang kamu miliki, dan apa kamu tau?" Mendekatkan wajahnya pada Hamish. "Kalau aku ingin memiliki semua apa yang kamu miliki." Setelah mengatakan itu Natasya tertawa lepas.


Natasya berjalan ke arah lemari. Lalu mengambil tasnya dan mengeluarkan sebuah dokumen yang berwarna biru. Setelah mengeluarkan itu dari dalam tasnya. Natasya meminum winenya lalu meletakkan gelasnya di atas meja, sampin lemari pakaian.


Setelah itu. Natasya berjalan ke arah Hamish yang kini masih setia dengan kepura -puraannya. Natasya menyerahkan dokumen itu pada Hamish yang masih terbaring dengan pura -pura menatap bingun pada Natasya.


"Tanda tangani dokumen itu, Setelah itu aku tak akan pernah mengikutimu lagi. Karna apa? karna kamu tak memiliki apa -apa lagi." Natasya kembali tertawa setelah mengatakan itu pada Hamish.


Natasya memegan kepalanya yang terasa mulai sedikit pusing. "Aku kenpa?" Guman Natasya dalam hati.

__ADS_1


Hamish melihat ke arah Natasya yang kini tengah memegan kepalanya. Lalu ia meraih dokumen warna biru yang tengah Natasya pegan lalu...


__ADS_2