
Bella turun dari mobil, lalu mengikuti arah langkah kaki Hamish masuk ke dalam mewahnya. Karna ke asyikan memperhatika isi rumah Hamish, Bella tak menyadari kalau Hamish berbalik arah melihatnya dan itu membuat wajah Bella menabrak dada bidang Hamish.
Auucc, suara Bella ketika menabrak dada bidang Hamish.
Hamish tersenyum sinis, ketika melihat Bella yang hanya sibuk memperhatikan isi rumahnya.
Setelah beberapa waktu para pelayan dan para Body guard Hamish berkumpul di hadapan mereka. Hamish mulai memberitahukan kepada para pelayannya agar melayani Bella dengan baik, dan untuk para Body guardnya dia harus menjaga keamanan Bella selama ia tinggal di dalam rumah Hamish.
Setelah menjelaska semuanya pada para pelayannya. Hamish memanggil salah satu pelayan kepercayaanya yang bernama Ratna. Dia adalah orang yang paling Hamish percayai di antara banyaknya pelayan yang bekerja di rumah Hamish.
Ratna adalah pelayan kepercayaan Hamish. Ratna bekerja jadi pelayan di rumah Hamish ketika umur Hamish baru berumur 11 tahun. Hingga saat ini. Itulah kenapa Hamish sangat mempercayainya. Bahkan mempercayainya untuk mengaji para pelayan yang bekerja di dalam rumahnya.
"Ratna." panggil Hamis.
Ratna berjalan mendekat ke arah Hamish, lalu berkata. "Iya, Tuan, ada apa?" Ratna berkata dengan sopan pada Hamish dan itu semua tak lepas dari pandangan mata Bella.
"Apakah semuanya telah kamu siapkan?" pertanyaan untuk Ratna, membuat Bella merasa sangat penasaran.
Dengan segera Ratna menjawab.
"Iya, Tuan, semuanya seperti yang anda inginkan." Setelah mengatakan.itu Ratna berlalu pergi, karna mendapat kode dari Hamish.
Setelah itu Hamish berjalan naik ke atas lantai dua. Namun tidak dengan Bella, Bella berdiri, berdiam diri memikirkan hal apa yang akan terjadi dengannya. Hamish menghentikan langkahnya, lalu melihat ke arah Bella yang tengah berdiri mematung menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Bella." panggil Hamish, suara itu menyadarkan Bella dari apa yang iya pikirkan saat ini.
"Iya," jawab Bella gugup melihat ke arah Hamish.
"Ikut saya." Suara datar itu kembali terdengar, membuat Bella merasa takut dan langsung berjalan naik, mendekat ke arah Hamish.
Hamish meraih tangan Bella, lalu menariknya, berjalan ke lantai atas, di mana letak arah kamarnya. Setelah sampai di depan kamarnya. Hamish meraih pinggul Bella lalu nendorong pintu kamarnya lalu masuk.
Bella terkejut ketika masuk ke dalam kamar Hamish yang nampak terlihat gelap, Bella memundurkan langkahnya karna merasa takut. Namun dengan segera Hamish menariknya, agar Bella lebih mendekat padanya.
Hamis berjalan ke arah, saklar lampu dengan tangan yang masih melingkar di pinggul Bella. Ketika lampu menyalah Bella kembali terkejut melihat isi kamar Hamish, yang telah di dekorasi sedekian rupa, kamar Hamish telah di rubah menjadi tempat yang paling romantis menurut Bella. Namun bagi Hamish itu bukanlah hal yang biasa. Karna ia pernah melakukan itu sebelumnya bersama para gadis -gadis yang tengah ia kencani. Namun untuk membawa gadis lain masuk ke dalam kamarnya itu tidak lah berlaku bagi Hamish.
Dan Bella adalah orang ke dua yang ia bawa masuk ke dalam kamarnya. Karna sebelumnya Natsyalah yang selalu ia bawa masuk ke dalam kamarnya.
Hamish mulai membuka penutup botol When, lalu menuangkan isinya kedalam gelas untuknya dan juga gelas untuk Bella.
Hamish menyodorka gelas itu. Namun Bella menolaknya dengan Alasan ia tak pernah meminum minuman seperti itu. Namun Hamish tetap memaksanya hingga akhirnya Bella meminumnya. Bella sampai menghabiskan satu gelas yang Hamish berikan.
Bella mengerutkan dahinya ketika menghabiskan satu gelas itu. Namun Hamish tersenyum ketika melihat Bella meminum When itu.
Setelah itu Hamish menyuruh Bella membersikan diri dan juga menganti pakaiannya. "Masuk ke kamar mandi, dan bersikan dirimu, di dalam kamar mandi telah di siapkan pakaian untukmu." Hamish menjelaskan kepada Bella.
Bella berjalan, ke arah kamar mandi lalu masuk, mengikuti apa yang telah Hamish katakan. Bella masuk lalu mengunci pintu kamar mandi. Bella menarik napasnya lalu membuangnya kasar. Dengan menatap pantulan wajahnya di dalam cermin.
__ADS_1
Bella menatap wajahnya yang kini tengah menyimpang duka mendalam, duka yang tak bisa Bella bagi dan katakan dengan siapapun. Dia hanya bisa diam menerima apa yang akan terjadi dengan kehidupanya kedepan.
Pelan -pelan Bella menangalkan semua pakaianya lalu masuk ke dalam bak mandi, untuk berendam sekejap. Berharap agar duka yang ia rasakan saat ini, akan tertinggal di dalam bak mandi ketika ia berangjak nanti.
Bella menyandarkan kepalanya di pinggir Bak mandi. memikirkan apa yang akan Hamish lakukan padanya, setelah ia keluar dari kamar mandi. Namun tampa Bella sadari, air mata Bella keluar, membasahi wajahnya. Bella terisak dalam keheningan, menyesal tak ada lagi artinya buat Bella saat ini. Hanya menyerahkan diri yang bisa ia lakukan saat ini.
Bella bagun, lalu duduk di dalam bak mandi, Bella kembali menangis dengan memeluk ke dua lututnya. Bella tak pernah membayangkang, tinggal bersama dengan seorang pemuda, tampa adanya ikatan pernikahan. Bahkan Bella harus menuruti semua yang di perintahka pemuda itu. Jika Bella bisa memilih saat ini juga. Ia lebih memilih menjadi santapan binatan buas daripada harus menyerahkan harga dirinya pada orang yang tak ia cintai.
Bella termenung dalam keheningan. di dalam kamar mandi. Namun itu tergangu ketika sebuah ketukan pintu membuat Bella terkejut.
"Bella, apa kamu belum selesai?" Tanya Hamish dari luar.
Tampa menjawab pertanyaa Hmish,
Bella berangjak dari bak mandi, lalu mencari baju yang akan ia kenakan. Bella terkejut ketika melihat gaun lingerie itu tergantung di dalam kamar mandi.
"Mha, apa aku harus mengenakan pakaian tipis ini?, kalau aku memakai ini, sama halnya jika aku tak mengenakan pakaian apapun." Bella menertawakan dirinya sendiri.
Setelah cukup lama berfikir, hingga akhirnya ia memilih mengenakan pakaian tipis itu, daripada tak mengenakan pakaian sama sekali. itulah yang ada dalam fikiran Bella saat ini.
Pelan -pelan Bella membuka pintu kamar mandi, lalu mengeluarkan kepalanya melihat ke sana kemari. Bella tersenyum senang ketika melihat Hamish merebahkan dirinya di atas sopa yang ada di dalam kamarnya. Bella berfikir kalau saat ini Hamish tengah mabuk, karna melihat botol when di atas meja tengah kosong.
Bella berlalri ke arah tempat tidur, dan langsung masuk ke dalam selimut. setelah itu ia mematikan lampu yang menyalah di atas kepalanya. Bella pun mulai menutup matanya. Namun tiba -tiba sebuah tangan kekar mulai meraba tubuhnya, dan itu membuat Bella sangat terkejut.
__ADS_1