Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
-


__ADS_3

Henra tersenyum ketika melihat putrinya makan begitu sangat lahapnya. Setelah itu Henra berkata.


"Bella, di luar ada sebuket bunga mawar. Seseorang tengah mengirimkannya untukmu." Setelah mengatakan itu Henra berjalan masuk ke dalam dapur untuk membersikan bekas gelas kopinya.


Bella nampak penasaran setelah Henra mengatakan itu padanya. Hingga denga segera ia menghabiskan makan siangnya. Setelah itu Ia berjalan ke arah ruangan tamu. Di sana Bella melihat sebuket bungan mawar di atas meja.


Bella berjalan mendekat. Setelah sampai Bella mengambil buket bunga tersebut lalu menciumnya, Setelah itu Ia memeriksa sekitar bunga itu.


Bella mendapat sebuah surat. Bella mengambilnya lalu membacanya. Bella menyengitkan dahinya setelah membaca surat itu, Ia pun berkata.


"Siapa lagi yang iseng seperti ini? mengirim bunga." Bella tersenyum. "Namun aku suka bunganya." Setelah selesai mengataka itu Bella berjalan ke arah meja yang ada di dekat dindin, di sana ada sebuah vot bunga yang tengah kosong.


Bella menyimpan bunga mawar itu pada vot yang ada di dalam rumahnya. Setelah itu Bella berjalan keluar.


Namun belum sempat Bella sampai di depan pintu rumahnya. Hapenya Berdering di dalam kanton celananya.


Bella mengambil Hapenya dari kanton celananya. Lalu melihat nama penelpon di layar Hapenya.


Rendi calling...


Bella tersenyum, lalu dengan segera ia menekan tombol hijau. Lalu berkata.


"Iya, Ren, ada apa?" tanya Bella dari balik telpon.


"Bisa ketemu siang ini?"


"Bisa! Dimana?" tanya Bella.


"Di tempat biasa, bagaimana? apa kamu setuju?


setelah mengatakan itu sambungan telpon keduanya terputus.


Bella kembali ke kamarnya lalu bersiap untuk keluar bertemu dengan Rendi. Bella melajukan mobilnya menuju Cafe yang tak jauh dari perusahaan Hamish yang kini tengah di kelola oleh Bastian.


Bella melajukan mobilnh ke arah parkiran, lalu memarkirkan mobilnya. Namun sebelum Ia keluar dari dalam mobilnya. Bella menatap ke arah perusahaan Hamish yang tak jauh dari Cafe yang ia tempati saat ini.

__ADS_1


"Perusahaanya masih sama, masih terlihat megah." Setelah mengatakan itu. Bella menarik napasnya lalu membuanya pelan. Setelah itu Ia keluar dari dalam mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam Cafe. Dan ternyata di sana Rendi tengah menunggunya.


*****


Siang itu Hamish begitu sangat kelaparan. Hingga akhirnya ia memutuskan keluar untuk makan siang. Awalnya Ia hanya ingin makan di dalam kantornya. Namun karna terlalu lama, tak pernah menikmati suasana dan pemandangan kota yang ia tempati saat ini. Hingga akhirnya Ia memutuskan keluar makan siang di Cafe dekat kantornya.


Hamish melajukan mobilnya pelan menuju arah Cafe. Hamish masuk ke area parkiran dan mendapati mobil Bella tengah terparkir di sana. Hamish tersenyum senang dan dengan segera ia keluar dari mobilnya lalu berjalan masuk.


Langkah Hamish terhenti ketika melihat Bella dengan pemuda yang semalam Ia lihat di rumah Bella. Hamish melihat ke duanya tengah tertawa bersama. Dan itu membuat Hamish memundurkan langkahnya keluar dari Cafe tersebut.


Hamish mengdengus kesal ketika melihat Bella tengah bersama pemuda lain. Ia merasa begitu sakit hati melihat itu semua.


Hingga akhirnya Ia memilih berjalan.ke arah mobilnya. Hamish menyandarkan dirinya di mobil lalu melihat ke atas lagit. Ia tak tau harus bagaimana lagi, agar Ia bisa kembali bersama Bella seperti dulu lagi.


Hamish berfikir ingin rasanya ia masuk ke dalam Cafe lalu mengajak Bella dengan cara baik -baik untuk pergi ke rumahnya. Namun apa daya itu hanya fikiran yang terlintas di dalam fikirannya saja saat ini.


Hamish mengusap wajahnya kasar dengan tangannya. Setelah itu Ia masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya kembali ke kantornya. Hamish yang awalnya merasa sangat kelaparan kini nafsu makannya menghilang setelah melihat Bella makan bersama dengan seorang pemuda.


Namun tak sampai di situ saja. Hamish akan selalu berusaha untuk mendapatkan cinta Bella kembali, dan menjadikannya sebagai pendampin hidupnya kelak.


"Cinta meman butuh perjuangan keras." itulah yang ada di fikiran Hamish saat ini.


Setelah sampai di depan Cafe. Hamish melihat ke arah parkiran mobil dan melihat mobil Bella masih terparkir di sana.


"Syukurlah dia masih ada di dalam." Hamish tersenyum setelah mengatakan itu padanya.


Cukup lama Hamish menunggu. Hingga akhirnya mobil Bella melaju keluar dari area parkiran Cafe. Hamish tak tinggal diam. Ia mengikuti mobil Bella dari belakan.


Setelah tiba di jalanan yang sepi menuju arah rumah Bella. Hamish menyalib mobil Bella. Bella terkejut lalu dengan cepat ia merem mobilnya lalu turun.


Bella berjalan ke arah mobil yang kini tengah menyalib mobilnya dengan perasaan kesal dan juga marah. Bella memukul pintu mobil tersebut lalu berteriak.


"Turun!. kalau kamu tak mau turun aku akan memecahkan kaca mobilmu." Bella belum menyadari kalau saat ini Hamish tengah tersenyum melihat ke arahnya.


"Turun." Bella kembali lagi berteriak.

__ADS_1


Setelah itu Hamish membuka pelan -pelan pintu mobilnya. Lalu turun.


Deg.


Jantung Bella berdetak begitu sangat cepat ketika melihat Hamish turun dari mobilnya.


Hamish berjalan ke arah Bella. Dengan segera Bella ingin berlari masuk ke dalam mobilnya. Namun dengan cepat Hamish menarik tangan Bella. Lalu masuk ke dalam pelukannya.


Hamish memeluk erat tubuh Bella, lalu berbisik sesuatu di telinganya.


"Aku, sangat merindukanmu Bel."


Hanya itu yang Ia katakan.


Bella memberontak, mencoba melepas pelukan tangan Hamish yang kini tengah melinkar di bagian belakan tubuhnya.


"Lepaskan aku berengsek! aku tak mau memiliki hubungan lagi denganmu." kata kasar yang di lemparkan Bella pada Hamish. Seperti tamparan keras untuknya.


Mendengar ucapan Bella. Tiba -tiba tangan Hamish terlepas begitu saja. Dan Bella bisa melihat itu. Bella sedikit heran dengan sikap Hamish yang tak seperti biasanya yang selalu berlaku kasar padanya.


Setelah tangan Hamish terlepas dari tubuhnya dengan segera Bella mendorong dada Hamish dengan kedua tanganya membuat Hamish melangkah ke belakan.


Melihat itu dengan segera Bella berlari ke arah mobilnya, lalu masuk. Hamish mencoba mengejar Bella dengan mengetuk pintu mobilnya.


"Bella, dengarkan aku dulu, Bella aku bisa menjelaskan semuanya kesala pahaman ini."


Namun apa daya, Bella keburu melajukan mobilnya begitu sangat cepat.


Hamish berlari ke arah mobilnya lalu melajukannya dengan sangat cepat. Agar ia bisa mengejar mobil Bella yang semakin menjauh darinya.


"Ah, kenapa bisa jadi seperti ini?" Hamish mengacak rambutnya prustasi dengan apa yang telah Bella katakan padanya.


Hamish mengejar Bella sampai di depan rumahnya. Hamish turun dari mobilnya lalu berlari masuk ke halaman rumah Bella.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2