Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
13


__ADS_3

Sebulan pun berlalu,hubungan Doni dan Nabila sudah ada sedikit kemajuan,orang tua Doni pun sudah mengerti kenapa putra mereka melakukan hal itu,Doni pun sudah mulai sedikit terbuka Pada Nabila,dan rencana Doni siang ini akan mengajak Nabila makan sian.


"Bila, siang ini kita makan di luar ya"


Ucap Doni sedikit lembut.


"Baik lah, aku akan menunggumu,"


Ucap Nabila lembut.


Mendengar jawaban Nabila yang begitu sangat lembut, Doni berkata dalam hati.


"Ini, gadis kecil, kalau bicara lembut banget,membuat hatiku langsung meleleh,dan saat ini aku sudah mulai jatuh cinta padanya,tapi aku takut mengunkapkanya,aku takut dia menolakku."


"Halo, Mas, apa kamu masih di sana," Ucap Nabila menyadarkan Doni dari lamunanya.


"Iya, maaf, maaf Bila, ingat sebentat siang kita makan siang bersama di luar, jadi kamu bersiap ya," Ucap Doni.


"Baik lah,aku akan bersiap untukmu, " Ucap Nabila lembut dari balik telpon.


Seperti yang di rencanakan Doni, siang ini dia mengajak Nabila makan siang di sebuah Restorand mewah yang ada di kotanya,Doni kemudian menghubungi Nabila dengan cara menelponya.


"Aku sudah menunggumu di bawah, jadi segera lah turung," Ucap Doni pelan.


Mendengar ucapan Doni, Nabila pun segera turun menemui Doni di bawah,Melihat gadis kecil yang kini berjalan ke arahnya jantung Doni berdetak lebih cepat setelah melihat senyuman manis Nabila, Nabila kini terlihat sangat cantik dengan mengunakan dress berarna hitam selutut.


"Maaf,aku kelamaan, kamu pasti sudah menunggu aku dari tadi," Ucap Nabila dengan wajah sedikit menyesal.


"Tidak,masalah," Ucap Doni pelan.

__ADS_1


Setelah sampai di depan sebuah Restorand Doni mengajak Nabila masuk.


"Ayo, kita masuk," Ucap Doni.


"Ayo," Ucap Nabila singkat.


Mereka berdua pun melangkah masuk ke dalam Restorand, Doni kemudian menarik kursi buat Nabila lalu berkata.


"Silahkan duduk," Ucap Doni.


Nabila pun duduk sambil berkata.


" Terimah kasih."


Doni mulai memesan makanan.


"Apa saja aku makan,yampentin bukan udang kepitin dan juga kacan,aku alergi dengan ketiga makanan itu," Ucap Nabila menjelaskan.


"Jadi kamu alergi ketiga makanan itu,aku bisa sedikit tau soal makanan yang tidak kamu sukai," Ucap Doni pelan.


Sementara Nabila begitu sangat bahagia, terlihat dari wajah dan bibirnya yang begitu terlihat sangat ceria.


"Terimah kasih ya mas, karna sudah mengajak aku kesini," Ucap Nabila sambil tersenyum ceria.


Makanan yang mereka pesan pun sudah di tata rapi di atas meja mereka, Nabila dan Doni menikmati makan siang mereka bersama, sesekali Doni melihat ke arah wajah cantik Nabila, Doni selalu merasa ingin selalu manatap wajah cantik itu.


Dan tiba -tiba sebuah suara memanggil nama Nabila.


"Nabila, kamu Nabila Rasidi kan?, Apa kamu masih ingat denganku?,"

__ADS_1


Ucap pemuda tampan itu.


"Rendi, apa kabar kamu sekarang?," Tanya Nabila.


Mendengar pertanyaan Nabila Rendi tersenyum senang lalu berkata.


"Sekarang aku sedang ngurusin perusahaan Papaku, dan sekarang aku baru saja mithin dengan kelienku di sini," Ucap Rendi menjelaskan.


Melihat ke akraban mereka,Doni merasa terabaikan Doni kemudian berdehem.


Ehem, ehem,Suara deheman Doni membuat Nabila tersadar kalau ada orang lain yang sedang cemburu melihat ke akraban mereka berdua.


"Maaf,mas,aku lupa mengenalkan kalian," Ucap Nabila pelan.


Rendi pun melihat ke arah pemuda yang sedang bersama Nabila saat ini,Doni merasa tidak senang melihatnya.


"Oya,mas Doni, kenalin teman campus aku dulu,namanya Rendi,"


Ucap Nabila pelan.


Doni pun mengulurkan tanganya kepada Rendi,lalu Rendi pun menyambut tangan Doni.


"Rendi."


"Doni, sekaligus suami Nabila."


Mendengar ucapan Doni,Nabila merasa sangat senang karna Doni bisa memperkenalkan dirinya sebagai suaminya.


Sementara Rendi begitu sangat terkejut mendengar ucapan pemuda yang bersama Nabila saat ini, Rendi merasa sangat kecewa.

__ADS_1


__ADS_2