
Bella tak berenti mengagumi seluruh barang antik dan mewah di dalam rumah Hamish. Hingga salah satu pelayang mengejutkan Bella.
"Mari, Nona, silahkan ikut saya masuk ke dalam kamar yang telah kami siapkan." pelayan itu pun melangkah ke arah kamar di ikuti oleh Bella di belakannya.
Sementara Bastian, Bella tak tau ia menghilang kemana, tadinya berjalan bersama. Namun tiba -tiba Bella hanya berjalan sendiri menikmati pemandangan indah di dalam rumah Hamish tersebut.
Setelah sampai di hadapan kamar, Bella di persilahkan masuk oleh pelayan tersebut. "Silahkan masuk Nona, jika ada sesuatu yang Nona perlukan, Nona bisa memencet Bel ini." Pelayan itu menunjukkan sebuah Bel yang ada di sampin pintu kamar yang akan Bella tempati.
"Terimakasih."
Setelah mengatakan itu pada pelayan. Bella masuk ke dalam kamar. Dan lagi -lagi Bella terkejut melihat apa yang telah terjadi di dalam kamar, yang akan Bella tempati. Bella melihat begitu banyak bunga yang bertebaran di dalam kamarnya. Bahkan di atas tempat tidur di penuhi kelopak bunga berwarna merah. Bau harum bunga menghiasi seluruh ruangan membuat Bella merasa berada di taman bunga.
Bella merebahkan dirinya di atas tempat tidur, menikmati bau harum yang di keluarkan bunga -bunga tersebut. "Ah, seperti mimpi aku berada di tempat seperti ini." Bella mengatakan itu sendiri di dalam kamarnya.
Bella menguling -gulingkan tubuhnya di atas tempat tidur, tampa ia sadari kalau saat ini, ia telah di awasi dari jarak yang sangat dekat. Kamar itu telah di siapkan untuk dirinya, dan telah di pasangkan camera cctv pas di atas tempat tidur yang ia gunakan saat ini.
Orang yang mengawasi Bella kini tengah tersenyum menatap layar yang terhubung langsun dengan apa yang Bella lakukan saat ini.
Bella bangun dari tempat tidur, lalu berjalan mengambil koper yang ia bawa dari kotanya. Bella membuka kopernya lalu mengeluarkan pakaian yang akan ia kenakan setelah mandi.
Bella membuka bajunya, dan hanya meninggalkan pakaian dalamnya saja. Dan itu membuat orang yang menatapnya dari layar, berkeringat dingin, melihat kemulusan yang Bella miliki. Orang itu memegan tengkuk lehernya ketika menyaksikan itu semua.
Mungkin karna tak bisa menahan, hingga akhirnya ia berjalan ke arah kamar Bella. Namun langkahnya terhenti ketika ia berada di hadapan pintu kamar yang Bella tempati saat ini. Ia mengurungkan niatnya karna mengingat kalau saat ini, gadis itu adalah tamu di rumahnya di tambah adanya Bastian. "apa yang akan mereka katakan? jika aku melakukan hal ini pada tamuku?" itulah yang ada di fikirannya saat ini. Hingga akhirnya ia memilih kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Selesai dengan ritual mandinya. Bella keluar dari kamar hanya mengenakan pakaian santai seperti biasa ia kenakan di Apartmensnya. Bella berjalan keluar dari kamarnya. Bella ingin kembali menikmati pemandangan indah yang ada di dalam rumah mewah Hamish.
Bella menelusuri lorong -lorong rumah hamish. Hingga ia sampai di sebuah ruangan rahasia Hamish. Dengan rasa penasaran Bella mendekat ke arah ruangan itu, dan Bella mendengar suara tangisan seseorang dari dalam. Bella berjalan mendekat. Namun, tiba -tiba sebuah tangan kekar menepuk bahunya dan itu membuat Bella terkejut.
"Auu." Bella berbalik melihat ke arah orang yang telah menepuk bahunya.
"Sedang apa kamu di sini?" Hamish menatap tajam ke arah Bella.
Dengan cepat Bella menjawab. "Aku, aku, hanya jalan -jalan saja, hingga akhirnya sampai di sisi." Bella gugup menjelaskan semuanya pada Bosnya.
Hamish menarik napasnya, lalu membuangnya kasar lalu berkata. "Lain kali, jangan pernah berjalan sendiri di rumah ini, apa kamu tak melihat itu?" Hamish menunjuk sebuah kandang besi yang berisi Harimau yang sangat besar.
Dan itu membuat Bella merinding ngeri, hingga akhirnya berlari meninggalkan Hamish sendiri di depan pintu ruangan rahasianya.
Setelah sampai di dalam kamar, Bella di kejutkan beberapa Gaun mewah yang kini tengah tergantung rapi di hadapannya. Bella pun berjalan menhampiri gaun -gaun mewah tersebut lalu menempelkannya di tubuhnya dengan melihat ke arah cermin.
Dan, semua itu tak lepas dari pengawasan Hamish yang kini tengah menatap layar di laptopnya. Hamish kembali tersenyum lebar ketika melihat tingkah Bella yang terlihat sangat lucu.
Cukup lama Bella menatap dirinya di cermin, hingga akhirnya seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya.
Tok, tok, tok.
"Masuk." Sahut Bella dari dalam.
__ADS_1
Setelah mendapat ijin dari pemilik kamar. Pelayan itu masuk dengan membawa sebuah koper mini di tanganya.
Melihat itu Bella bertanya.
"Apa yang ingin kalian lakukan?" itulah pertanyaan yang Bella lontarkan.
Pelayan itu menjawab. "Kami akan merias anda Nona, karna malam ini, Nona akan menghadiri undangan bersama Tuan, dan juga Bastian." pelayan menjawab dengan sopan.
Bella berjalan mendekat ke arah perias tersebut, lalu berkata. "Memangnya ini undangan apa?, kenapa mesti menggunakan perias, aku kan bisa merias diriku sdndiri."
"Kami, juga tak tau Nona, kami hanya di suruh." Setelah mengatakan itu, pelayan itu mulai merias wajah Bella hingga selesai. Setelah selesai Bella menganti bajunya, dengan gaun yang sangat cocok dengan warna kulitnya. Bella terlihat nampak sangat cantik, sangat serasi dengan riasan wajah yang ia gunakan.
Setelah para pelayan itu keluar dari kamarnya. Bella menatap kagum dirinya di cermin. "Apa setelah melihatku, Bos killer itu akan mengataiku jelek?, jika memang iya, matanya perlu di periksa." setelah mengatakan itu Bella tertawa sendiri melihat pantulan wajahnya di cermin.
Dan itu semua tak lepas dari pengawasan Hamish. Hamish hanya tersenyum mendengar apa yang Bella katakan soal matanya. "Awas kamu gadis bodoh, gadis jelek, telah mengatai seperti itu, suatu hari kamu akan mendapat balasannya." Hamish menyunggingkan senyum merekah di bibirnya setelah mengatakan itu.
Hingga malam hari. Hamish keluar dari kamarnya mengenakan pakaian yang rapi, senada dengan warna gaun yang Bella kenakan. Dan itu membuat Bastian mengejeknya
"Kalian berdua janjian ya?" Setelah mengatakan itu Bastian tertawa.
Bella mendengar ucap Bastian lalu menatap ke arah warna baju Hamish, lalu beralih melihat ke warna gaun yang ia kenakan. "Iya, kenapa warnanya sama?" guman Bella dalam hati.
Tampa memperdulikan ucapan Bastian. Hamish mengajak mereka berdua keluar dari rumah mewahnya, menuju acara undangan yang akan ia hadiri.
__ADS_1
Setelah sampai di tempat undangan yang akan ia hadiri, yaitu undangan peresmian Hotel rekan kerja Hamish. Mereka bertiga berjalan masuk ke arah Ballroom yang telah di siapkan.