Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
31


__ADS_3

Sesampai di pulau,Rendi mengajak Nabila jalan -jalan di sekitar area pulau.


"Rendi di sini begitu sangat indah dan nyaman."


Mendengar ucapan Nabila,Rendi hanya tersenyum sambil melihat ke arah Nabila.Rendi sekejap memperhatikan wajah Nabila yang begitu sangat pucat. Rendi lalu bertanya pada Nabila.


"Bila, kenapa wajah kamu begitu sangat pucat,apa kamu sakit?."


"Aku hanya sedikit ngak enak badan Rendi." Berkata sambil tersenyum


"Di sini kamu harus menjaga kesehatan kamu Bila." Menbalas senyuman Nabila.


"Oya, bagaimana masalah kamu dengan suamimu?, ini sudah sebulan, apa suamimu sudah pernah mencoba menhubungi?." Bertanya pada Nabila.


"Aku tak tau Rendi,sampai sekarang aku masih me non aktifkan hapeku, aku belum siap berbicara sama mas Doni." Berkata sambil menundukkan wajahnya.


Rendi pun berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan ke arah Nabila kemudian mengajaknya duduk di bangku yang ada di pulau itu. Lalu berkata.


"Apa sebaiknya kamu pulang dan selesaikan semua masalahmu dengan suamimu,berdiam diri di sini tak akan pernah menyelesaikan semuanya, dengar Nabila baik atau buruknya kamu harus tetap menghadapinya."


"Aku masih butuh waktu Rendi."


"Butuh waktu berapa lama?, ini sudah sebulan, besok ataupun lusa masalah kamu ini tetap sama.Masalahmu tak akan terselesaikan jika kamu menhindarinya."


Mendengar ucapan Rendi,Nabila menarik napasnya lalu membuangnya kembali dengan kasar. Nabila lalu berkata.


"Aku akan mengcobanya."

__ADS_1


"Dengar Bila, satu hal yang harus kamu tau, aku akan selalu ada untukmu," Ucap Rendi sambil memegan erat tangan Nabila.


"Terimah kasih Rendi,kamu memang kakak yang terbaik untukku."


Mendengar kata kakak keluar dari mulut Nabila, hati Rendi sedikit sakit. Rendi lalu berkata dalam hati.


"Andai kamu tau perasaanku Nabila, tapi aku tak boleh egois kebahagianmu adalah kebahagianku." Berkata dalam hati.


"Pulang yu, Rendi,aku merasa mual dan pusin." Berkata sambil memegan kepalanya.


"Kamu tak apa -apa?, wajah kamu pucat sekali." Ucap Rendi sedikit panik.


"Enggak apa Rendi, aku cuman?."


"Cuman apa?," Tanya Rendi penasaran.


"Apa," Ucap Rendi singkat.


"Saat ini aku sedang mengandung dan usia kandungan sekarang sudah masuk minggu ke 12," Ucap Nabila senang sambil mengelus lembut perutnya.


"Benarkah?,Ya ampun Bila, sebentar lagi aku akan memiliki keponakan, dan anak kamu nantinya harus memangilku paman, bagaimana apa kamu setuju?."


"Tentu saja aku setuju."


"Oya, apa Doni suda mengetahui soal ini?."


Mendengar pertanyaan Rendi, Nabila merasa sangat sedih dan tampa Nabila sadari air matanya jatuh membasahi wajahnya.

__ADS_1


"Aku juga tak tau, kamu lah orang pertama yang aku beritahu." Berkata sambil tertunduk sedih.


"Nabila,Doni akan sangat bahagia bila mendengar kabar baik ini, aku saja begitu sangat bahagia bagaimana dengan ayah anak yang sedang kamu kangdung pasti kebahagiannya di atas segala -galanya."


Mendengar ucapan Rendi barusan hati Nabila merasa menghangat, Nabila begitu sangat bahagia mendengarnya.


"Sebaiknya kita pulang, biar kamu bisa lebih cepat istirahat, aku tak mau terjadi apa -apa pada calon keponakanku," Ucap Randi sambil merangkul lengan Nabila.


Sesampai di dalam kamar Nabila merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.Nabila mulai memikirkan semua yang di ucapkan Rendi.


"Semua yang di katakan Rendi, ada benarnya juga." Guman Nabila di dalam kamar.


Nabila kemudian mengambil tasnya lalu mengeluarkan hapenya kemudian mengaktipkannya. Nabila begitu sangat terkejut ketika membaca salah satu pesan Doni yang ada di layar hapenya. Nabila lalu membacanya.


"sayang kamu dimana?,,jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku...


sayang semua yan kamu lihat itu ngak seperti yan kamu fikirkan, kamu percayakan sama aku kalau aku hanya milik kamu seorang,,,


pulanglah sayang semuanya akan aku jelaskan,,,


sayang jangan jauhkan aku dengan calong anak kita...


pulanglah aku sangat merindukanmu"


Nabila merasa sangat bahagia membaca semua isi pesan Doni. Namun Nabila juga merasa sedikit bingun.lalu berkata.


"Aku juga sangat merindukanmu mas,tapi dari mana Mas Doni tau kalau aku sedang mengandung."

__ADS_1


__ADS_2