Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
34


__ADS_3

"Cemburu ya?, begitu saja sudah cemburu, bagaimana dengan aku yang melihat langsun suami aku di peluk oleh wanita lain." Ledek Nabila.


Mendengar ucapan Nabila Doni tersenyum tipis lalu kembali bertanya soal Rendi.


"Sebenarnya kamu punya hubungan apa sama si Rendi,Rendi ini?."


"Aku dan Rendi tak memiliki hubungan apa -apa,aku sama dia sudah seperti saudara, dulu waktu kami sekolah, orangtuaku dan juga orangtua Rendi ada niat ingin menjodohkan kami, karna melihat kedekatan kami,tapi aku sama Rendi menolak mentah -mentah perjodohan ini, dan setelah lulus kuliah Rendi pindah bersama orangtuanya, dan sejak itu kami tak pernah bertemu lagi." Nabila menjelaskan.


"Terus ngapain dia di sini?."


Masih nada cemburu.


"Ini kan Vila milik keluarganya,Rendi juga yang mengajakku ke sini, sudah mas aku cape menjelaskan semuanya pada kamu."


"Oya mas, besok kalau kita ketemu Rendi, mas jangan bersikap arogan, Mas harus bersikap baik padanya, sekalian bilang terimah kasih padanya karna telah menolong istri kamu."


"Iya sayang," Ucap Doni sambil memeluk tubuh Nabila kemudian mengelus lembut perut Nabila yang kini sudah terlihat sedikit membesar,Doni lalu berkata pada perut buncit istrinya.


"Anak ayah bagaimana kabarnya?,maafin ayah ya nak ayah baru bisa mengelus lembut kamu," Ucap Doni pada perut Nabila.


"Sebentar sayang, aku hubungi Harlan dulu,aku mau menyuruhnya mengambil kamar untuk malam ini."


"Baik Mas," Ucap Nabila sambil tersenyum manis.


Doni pun merogoh kanton celannya lalu mulai menhubungi Harlan.

__ADS_1


"Lan, malam ini kita menginap,besok siang baru kita kembali." Berkata sedikit tegas.


"Baik Tuan."


"Mas,sekarang Mas mandi dulu,dan aku ingin menelpon Rendi dulu, semoga besok dia ada waktu."


Nabila pun berjalan mengambil hapenya lalu mengaktifkannya,setelah aktip Nabila menhubungi Rendi.


"Halo, Rendi besok kamu ada waktu?,aku ingin pamit karna besok aku akan kenbali," Ucap Nabila pada Rendi di telpon.


"Apa kamu sudah memikirkannya?."


"Sudah, Mas Doni juga sudah menjelaskan semuanya,sekarang dia ada di sini bersamaku."


"Baik lah besok siang kita bertemu di Restorand Vila."


"Santai saja," Ucap Rendi dari balik telpon.


Setelah sambungan telponnya dengan Nabila terputus, Rendi lalu berkata sendiri.


"Semoga kamu selalu bahagia Bila, dan aku juga akan selalu berdoa semoga suatu hari nanti aku bisa menemukan gadis baik dan lembut sepertimu."


Sementara di kamar Nabila, setelah selesai mandi Doni berjalan ke arah Nabila yang sedang sibuk menyiapkan makanan yang sudah di pesannya tadi.


"Makan dulu Mas." Ajak Nabila.

__ADS_1


Mendengar ucapan Nabila, Doni pun duduk di samping Nabila, lalu berkata.


"Sayang aku pengen suapin kamu makan."


Mendengar ucapan Doni yang ingin memanjakannya Nabila sangat senang dan bahagia Nabila tersenyum manis,lalu berkata.


"Boleh," Ucap Nabila manja.


"Sayang selama kamu hamil, apa kamu tak pernah merasa ingin makan ini itu?." Bertanya sambil menyuapi Nabila makan.


"Ngidam maksud Mas,alhamdulillah Mas, selama hamil aku tak pernah merasa aneh -aneh, mungking anak kita tak mau menyusahkan orangtuanya?."


"Aku ngak akan keberatan, sayang kalau aku di susahin sama calon anak ku."


"Iya, sayang anak kita," Ucap Nabila membenarkan kata Doni.


Setelah selesai makan, Nabila mengajak Doni tidur.


"Tidur Mas, aku sangat mengantuk."


Berkata sambil naik ke tempat tidur.


"Sayang aku sangat merindukanmu,apa aku boleh melakukannya?."


Berkata sambil memeluk tubuh Nabila.

__ADS_1


Nabila yang mengerti maksud ucapan suaminya pun berkata.


"Boleh Mas, tapi pelan -pelan kasihan dede bayinya."


__ADS_2