Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
98


__ADS_3

"Rendi, aku boleh minta nomor telpon kamu?" Clarisa kembali tersenyum ketika mengatakan itu pada Rendi.


Dengan cepat Rendi menjawab. "Tetu saja boleh." Setelah memberi nomor telponnya kepada Clarisa. Rendi tersenyum sendiri di dalam mobilnya. Karna sedari tadi ia berfikir untuk meminta nomor telpon Clarisa. Namun karna rasa takut. Bukan karna takut pada Clarisa. Namun Rendi takut kalau Clarisa sampai berfikiran buruk tentangnya. Hingga akhirnya Ia mengurungkan niatnya itu.


Namun ternyata. Clarisa sendiri yang meminta nomor telponnya. Rendi merasa sangat senang dan bahagia ketika ia memberi nomor telponnya pada Clarisa.


*****


Setelah sampai di rumahnya Hamish terlihat begitu sangat kesal. Hamish masuk ke dalam rumahnya lalu melempar jasnya ke tempat sembarangan. Ratna yang melihat Tuannya datang dalam keadaan seperti itu tak berani bertanya apapun. Ratna hanya memungut jas Tuannya lalu membawanya masuk.


Hamish berjalan ke arah kamarnya. Ia terlihat tak bersemangat seperti biasanya. Hamish masuk ke dalam kamarnya, lalu berjalan ke arah tempat tidurnya. Hamish duduk lalu membuka laci yang ada di sampin tempat tidurnya.


Hamish mengeluarkan sebuah kotal berwarna merah yang berisi sebuah cincin berlian. Hamish telah membeli cincin untuk Bella. Dan Ia akan berencana akan memberinya pas di hari ulang tahunnya.


Hamish juga berencana ingin melamar Bella hari itu. Namun karna kesala pahaman. Bella kembali ke kotanya tampa memberitahukannya.


Hingga akhirnya Hamish memilih mengejar Bella ke kotanya. Hamish akan menjelaskan semua, dan tentang semua yang Bella fikirkan tentangnya dan juga Erika.


Hamish tak pernah menduga kalau ia begitu sangat membutuhkan Bella. Demi menolak tawaran M.jason, Hamish membatalkan semua kesepakatan bisnisnya dengannya, karna penolakan yang ia lakukan pada Erika.


Erika sangat marah malam itu. Bahkan berencana ingin bunuh diri kalau Dia tak dinikahkan dengan Hamihs.


Hamish yang mendengarkan kata itu keluar dari M.jason, hanya berkata.


"Maaf, saya telah memiliki kekasih yang sangat saya cintai dan aku tak mungkin menghianatinya."


"Aku mohon Hamish, tolong nikahi putriku, kalau tidak, ia akan bunuh diri." M.Jason memohon pada Hamish. Namun Hamish tetap pada pendiriannya yang hanya ingin menikahi kekasihnya.


Hingga akhirnya M.Jason membatalkan semua kesepakatan bisnisnya. Di situ Hamish mengalami kerugian yang sangat besar. Namun karna cinta yang begitu sangat besar untuk Bella ia menerima itu semua.


Hamish meninggalkan negaranya, lalu pergi menyusul Bella ke kotanya. Namun setelah sampai Hamish sedikit kecewa melihat Bella dekat dengan seseorang.


Di dalam kamarnay Hamish memandang kotak yang berisi cincin itu. Hamish menutup matanya, lalu membayangkan Bella mengenakan cincin itu dengan gaun yang berwarna putih. Lalu Bella tersenyum lembut padanya, lalu berkata.


"Hamish, aku sangat mencintaimu."

__ADS_1


Hamish tertawa ketika membayangka itu. Hamish membuka matanya lalu kembali melihat ke arah cincin tersebut lalu berkata.


"Bella, aku sangat mencintaimu. Aku tak tau kapan aku mulai merasakan cinta itu padamu?. Aku juga tak pernah menyadari kalau ternyata dirimu begitu sangat berharga untukku, dan juga kehidupanku." Setelah mengatakan itu Hamish menarik napasnya lalu membuangnya kasar.


Hamish meletakkan kotak itu di atas meja yang ada di sampin tempat tidurnya, lalu melihat ke layar Hapenya. Di sana ada poto Bella yang tengah mencium pipinya dengan lembut.


Hamish merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu membuka galeri di dalam hapenya. Lalu melihat semua poto -poto Bella bersamanya yang terlihat begitu sangat bahagia.


"Senyum ini, tawa ini." Hamish mengelus lembut layar Hapenya yang memperlihatkan poto Bella yang tengah tertawa senang melihatnya waktu itu.


****


Rendi melajukan mobilnya pulang kerumahnya dengan perasaan yang begitu sangat senang. Karna tampa di cari lagi, kini gadis itu telah memiliki nomor telponnya. Rendi hanya menanti kapan gadis itu akan menhubunginya.


Setelah sampai di rumahnya. Rendi langsung berjala masuk ke dalam kamarnya. Setelah sampai, tampa melihat jam yang kini tengah hampir pagi. Rendi menghubungi Bella. Setelah nada telponnya tersambung dengan segera Rendi berkata.


"Bella, apa kamu tau? tadi aku bertemu dengan gadis itu." Rendi tersenyum senang ketika mengatakan itu pada Bella.


Bella yang baru saja tertidur, lalu berkata.


Mendengar nada sambungan telponnya terputus. Rendi melihat ke arah layar Hapenya.


"Ya, Bella, kenapa Hapenya di matikan? aku kan pengen cerita banyak padanya." Setelah mengatakan itu Rendi melempar hapenya di atas tempat tidur lalu berjalan masuk ke arah kamar mandi untuk membersikan diri, setelah itu Ia istirahat.


Pagi pun tiba. Namun Rendi belum terbangun dari tidurnya. Ranti yang menanti kedatangan putranya untuk menikmati sarapan pagi bersama. Namun tak kunjung datang. Hingga akhirnya ia sendiri datang menghampiri kamar putranya.


Renti mengetuk pintu. Namun tak ada yang menyahutnya dari dalam. Hingga akhirnya ia membuk pintu kamar Rendi. Ranti tersenyum ketika melihat putranya yang kini masih terlelap dalam balutan selimut.


Ranti berjalan mendekat ke arah Rendi. Setelah sampai di pinggir tempat tidur, Ranti mengelus lembut wajah putranya.


Rendi yang mendapat sentuhan di wajahnya dengan segera mengambil tangan itu lalu ia berkata.


"Clarisa, tunggu aku." Dalam keadaan tertidur Rendi mengatakan itu.


Ranti yang mendengar ucapan mengingau dari mulut putranya hanya bisa tersenyum senang karna ini pertama kali Rendi menyebut nama seorang gadis selain nama Nabila sahabatnya.

__ADS_1


Ranti mulai membangunkan Rendi.


"Rendi, Ren, bangun, ini udah siang." Setelah mengatakan itu pada Rendi. Ranti berjalan ke arah jendela kamar lalu membuka tirai jendelanya.


Rendi mulai mengeliat ketika sinar matahari menerpa wajahnya dan juga matanya.


"Ma, tutup tirai jendelanya, aku masih sangat mengantuk." Setelah mengatakan itu Rendi meraih Hapenya lalu melihat ke arah layarnya.


"Dia masih belum menghubungiku." Setelah mengatakan itu Rendi kembali meletakkan Hapenya lalu kembali menarik selimutnya lalu menutup semua tubuh dan wajahnya.


Ranti yang melihat tingkah anaknya, berencana ingin mengerjainya. Ranti pun berkata.


"Rendi, Ren, cepat bangun, dibawah ada seseorang gadis yang tengah menunggumu." Melihat ke arah Rendi yang masih setia menutup wajahnya dengan selimut. "Kalau tak salah nama gadis itu namanya Clarisa. Ya, namanya Clarisa kalau tak salah."


Mendengar nama Clarisa yang di sebut oleh Mamanya. Dengan segera Rendi membuka selimut lalu bangun.


lalu mengatakan.


"Benar, Ma? Clarisa ada di rumah kita?" Wajah Rendi terlihat sangat senang ketika mengatakan itu.


Ranti melihat ke arah Rendi lalu berkata. "Memangnya Mama bilang apa? perasaan Mama tak mengatakan apapun."


*


*


*


Hai, para Readeraku yang baik hati dan tidak sombong. Terimakasih banyak karna telah mengikuti cerita cintaku ini. Namun kali ini Author ingin bertanya pada kalian?


Apa kisa cinta Rendi kalian ingin tau? kalau tidak aku tak akan menulis kisa cinta Rendi, cukup Bella saja.


Aku tunggu komentar kalian ya!...


Dan jangan lupa like + Vote dan juga Bingtang 5 buat aku😊 biar aku makin semangat menulis ceritaku ini.

__ADS_1


__ADS_2