Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
45


__ADS_3

Di pagi harinya Bella pun bangun dan mulai mengumpulkan semua kesadarannya. Setelah bangun Bella menyandarkan kepalanya di kepala tempat tidur dan mulai melihat sekeliling, lalu matanya tertuju pada sosok pemuda yang sedang tertidur di sofa yang berada di dalam kamar hotel yang dia tempati.


"Dia siapa?, aku berada di mana saat ini?,ao, ao, ao kepalaku sangat pusing." Berkata sambil memegen kepalanya.


Mendengar rintihan Bella, Rendi pun terbangun dari sopa kemudian berkata.


"Kamu sudah bangun?."


"Kamu siapa?."


"Apa kamu tak mengingat kejadian semalam yang menimpamu?."


"Semalam, memangnya semalam terjadi apa?,"


Bella pun mulai mengibaskan selimutnya untuk memastikan semalam tak terjadi apa -apa dengannya.


"Syukurlah semalam tak terjadi apa -apa, karna semua pakaianku masih utuh di tubuhku." Berkata sambil membuang nafas.


Melihat tingkah Bella, Rendi pun tersenyum melihatnya. Lalu berkata.


"Semalam kamu mabuk berat, kamu hampir saja mempermalukan dirimu sendiri dengan cara kamu melucuti semua pakaianmu."


Mendengar ucapan Rendi, Bella merasa kaget lalu berkata.


"Apa, aku melakukan itu?,semalam aku hanya minum beberapa gelas setelah itu aku tak ingat apa -apa lagi," Ucap Bella sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Baiklah, aku pulang dulu." Berkata sambil berdiri dari sofa lalu berjalan ke arah pintu namum sebelum Rendi membuka pintu Bella berkata.


"Terimah kasih banyak,karna telah menolongku, kalau anda tak menolongku saat itu, aku pasti sudah bunu diri karna merasa malu."


Berkata sambil menundukkan kepala.


Rendi pun berbalik melihat ke arah Bella sambil tersenyum. Rendi pun berjalan mendekat ke arah tempat tidur Bella lalu berkata.


"Boleh aku tau namamu dan juga nomor hapemu?." Berkata sambil mengulurkan tangan pada Bella.

__ADS_1


Bella pun mengankat wajahnya lalu melihat ke arah Rendi.


"Boleh, namaku Bella." Membalas uluran tangan Rendi.


Bella pun meminta hape Rendi kemudian mengetikkan nomornya di layar hape Rendi kemudian men savenya.


"Sudah aku save nomor aku." Berkata sambil mengembalikan hape Rendi.


"Baiklah, aku permisi dulu, karna ada hal penting yang harus aku kerjakan, nanti kalau semuanya sudah selesai aku akan menhubungimu."


Setelah kepergian Rendi, Bella kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur hotel.


Dua hari telah berlalu sejak pertemuan Rendi dan Bella. Hari ini Rendi mencoba menghubungi Bella.


Rendi pun mulai memencat nomor Bella, setelah tersambung. Bella pun berkata.


"Iya, halo, ini dengan siapa?."


"Ini dengan Rendi."


"Rendi siapa?,perasaan aku tak memiliki kenalan yang bernama Rendi."


"Oh, astaga, maaf aku lupa." Berkata sambil tertawa kecil.


Di telpon Rendi dan Bella bercerita begitu sangat lama. Mereka bercerita tentang pengalaman masing -masing. dan terakhir Rendi mengajak Bella ketemuan.


"Siang ini kamu ada waktu?."


"Ada." Kata Bella singkat.


"Aku mau ngajakin kamu makan siang sekaligus jalan -jalan."


"Di mana?."


"Di Mall kota."

__ADS_1


"Oky, bentar siang kita ketemu di sana."


Kembali Ke Cerita Sebelumnya


"Putri Mama sudah bangun?." Kata Mira.


Doni yang mendengar ucapan Mira pun menjadi sedikit sensi.Arman yang melihat putranya pun bertanya.


"Kamu kenapa Doni?," Tanya Arman.


"Mama,pa,Mama tak sayang lagi padaku."


Mendengar ucapan putranya Mira pun tertawa lalu berkata.


"Kalian berdua adalah kesayangan kami, namun rasa sayangku pada menantuku lebih dari segala -galanya."


"Sudah dong Ma, mas Doni bisa kabur kalau Mama terlalu sayang padaku." Berkata dengan sedikit tawa di bibirnya.


"Tenang saja Doni tak akan pernah kabur, dia sangat mencintaimu,selama kamu ada disini dia tak akan pernah macam -macam."


"Sudah ya, Ma, saat ini aku sangat lapar," Ucap Nabila manja.


"Kamu lapar ya sayang?,ayo kita masuk ke dalam." Ajak Mira.


Nabila begitu sangat beruntung dan juga bahagia bisa memiliki suami dan mertua yang begitu sangat menyayanginya.


Sesampai di dapur. Mira menyuruh Nabila duduk sementara dia mengambilkan makanan untuk Nabila.


"Makan yang banyak ya sayang, biar kamu dan calon cucuku sehat."


"Terimah kasih ya Ma, karna sudah memanjakan aku seperti ini."


"Iya, sayang."


Doni pun berjalan menhampiri Mira dan Nabila. Doni pun duduk di samping Nabila lalu berkata pada Mira.

__ADS_1


"Ma, ambilkan juga, buat aku."


" Ambil saja sendiri," Ucap Mira sambil tertawa.


__ADS_2