Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
16


__ADS_3

Nabila kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk membersikan dirinya.


Ting-tong,Bel apartemen Doni berbunyi.


"Iya,anda sedang mencari siapa Nyonya?." Tanya Lastri.


"Nona, mudamu ada?," Jawab Mira.


Mira sengaja menyembunyikan identitasnya dari Nabila, Mira ingin mengetahui sifat -sifat baik Nabila seperti yang di katakan Doni.


"Ada,Mari silahkan masuk, sebentar saya pangilkan," Ucap Lastri sopan.


Lastri pun berjalan naik ke lantai atas di mana letak kamar Nabila berada.


Tok, tok,tok, Suara pintu kamar Nabila di ketuk.


"Non, ada tamu nyari Nona,"


"Siapa Bi?," Ucap Nabila dari dalam kamar, Nabila tidak membuka pintu kamarnya karna saat ini dia baru selesai mandi.


"Bibi, ngak tau Non," Ucap Lastri dari luar.


"Ya, sudah Bibi bikinin dia minum ya, bentar lagi aku turun."


"Baik Non," Ucap Lastri sambil turun ke lantai bawah.


Setelaha selesai Nabila segera turun menyapa tamunya.


"Tante,maaf ya,aku sudah buat tante nunggu lama," Ucap Nabila sambil tersenyum dan memeluk Mira.


"Ngak lama ko sayang,apa tante tidak mengangumu?." Tanya Mira.


"Iya enggak dong tante, malahan Nabila senang ada temannya."


"Oya tante tadi kebetulan lewat, jadi sekalian mampir." Bohong Mira, padahal sebetulnya dia berencana ingin menemui menantunya sekalian mengajaknya keluar shoping.


"Hari ini kamu ada waktu?, kalau ada temanin tante belanja yu, tante pengen belanja hadiah untuk mantu tante," Ucap Mira senang.

__ADS_1


"Iya tante, Nabila akan temanin tapi Nabila minta ijin dulu sama suamiku. " Ucap Nabila lembut.


"Baik lah,kalau begitu, cepatlah hubungi suami kamu." Ucap Mira sambil tersenyum,di dalam hati Mira berkata.


"Memang kamu menantu yang terbaik, ngak salah Doni memilihmu sebagai istrinya."


Nabila pun mulai menghubungi Doni.


"Hallo Mas, aku boleh keluar tidak?.aku ingin menemani tante Mira belanja hadiah buat menantunya"


Tanya Nabila.


Mendengar ucapa Nabila, Doni menyengitkan keningnya, bingun lalu berkata.


"Mantunya,mantunya yang mana?, Ooo, mungking Mama ingin membelikan sesuatu untuk Nabila."


"Hallo, Mas, aku boleh keluar kan?,"


Ucap Nabila dari balik telpon.


"Iya,boleh."


"Awas saja kalau sampai Doni melarang menantuku keluar belanja bersamaku."


Nabila pun berjalan menghampiri Mira dengan wajah yang ceria.


"Bagaimana sayang, apa suamimu mengisinkankita keluar?."


Tanya Mira.


"Beres tante, Nabila dapat ijin."


"Nabila tante bisa minta sesuatu padamu?." Tanya Mira.


"Apa,tante kalau Nabila bisa insyaallah Nabila akan lakukan."


"Aku ingin kamu memanggilku Mama, bukan tante."

__ADS_1


Mendengar ucapan Mira, Nabila terharu sambil meneteskan air mata,Nabila mersa sangat senang dan bahagia Nabila berjalan mendekat ke arah Mira dan langsung memeluknya.


Hiks, hiks, hiks, Suara tangis Nabila di dalam pelukan Mira.


"Kamu kenapa sayang?, kenapa kamu nangis?," Tanya Mira sedikit kaget karna melihat Nabila menangis.


"Engak tante,maaf Mama, Nabila merasa sangat bahagia karna Mama ingin agar aku memanggil tante denga sebutan Mama, aku merasa sangat bahagia Mama."


"Iya, sayang, Mama juga bahagia, kalau kamu bersedia memanggil aku Mama," Ucap Mira senang.


"Baik lah Ma, Nabila bersiap dulu."


"Baik sayang, Mama tunggu ya."


"Iya." Jawab Nabila lembut sambil berjalan naik ke lantai atas.


Di dalan hati Mira berkata.


"Pantas saja Doni berubah sikap, ternyata dia memiliki istri yang begitu sangat baik, cantik, lembut dan sopan, aku merasa sangat bahagia memiliki menantu sepertinya, dan semoga mereka segera memberikanku cucu yang banyak." Berucap sambil tersenyum sendiri.


Setelah selesai bersiap,Nabila turun ke lantai bawah menghampiri Mira.


"Aku sudah siap Ma,jalan sekarang yu." Ajak Nabila.


"Ayo sayang," Ucap Mira sambil tersenyum.


Mereka berdua pun pergi bersama dengan menaiki mobil Mira.


"Bawa kami ke mall, terbesar di kota ini," Ucap Mira pada supirnya.


"Baik Nya."


Sesampai di sebuah Mall terbesar yang ada di kota mereka, Mira mengajak Nabila masuk ke dalam tokoh perhiasan.


"Sayang,temanin Mama masuk ke dalam tokoh perhiasan itu." Tunjuk Mira.


"Ayo Ma," Jawab Nabila.

__ADS_1


Mereka berdua pun masuk ke dalam tokoh perhiasan, Mira mulai memilih kalung berlian untuk menantunya.


"Sayang ini sangat indah," Ucap Mira sambil memakaikan kalung berliang di leher Nabila.


__ADS_2