
"Maaf,anda siapa?," Ucap Nabila lembut.
Melihat gadis muda yang ada di dalam Apartmens Doni, Mira sedikit bingun dan curika, kemudian Mira bertanya.
"Doni,Ada."
Nabila pun menjawab ucapan Mira.
"Tadi pagi Doni berangkat kerja,ada apa?,Mari silahkan masuk dan duduk Nyonya." Berkata lembut.
Mama Mira pun berjalan masuk ke dalam ruangan tamu Apartmens Doni, di dalam hati Mira berkata.
"Siapa gadis ini?, lalu kenapa dia tinggal di sini,apa gadis ini yang di maksud Doni, berarti dia calon menantuku, kalau meman benar sebaiknya aku pura -pura saja, aku juga pengen tau sipat dari gadis kecil ini."
"Maaf Nyonya aku masuk dulu membuatkan anda minuman," Ucap Nabila lembut.
Mendengar ucapan Nabila, Mira tersadar dari lamunanya lalu berkata.
"Iya,silahkan," Ucapnya gugup.
Setelah beberapa menit Nabila kembali lagi ke ruang tamu sambil membawa mampan yang berisi segelas jus dan juga cemilan.
"Maaf lama,kalau bisa jujur, sebenarnya aku tak tau apa -apa soal di dapur, karna sejak kecil hingga dewas Mamaku tidak pernah mengisinkanku masuk ke dalam dapur, Mamaku cuman menyuruhku belajar dan belajar ,dan jus ini aku tak tau rasanya enak apa tidak." Ucap Nabila jujur pada Mira.
Mira mengambil jus yang di bawa Nabila, kemudian meminumnya lalu berkata.
"Ini sangat lezat,aku suka,ini pas selera aku." Berkata sambil tersenyum.
Belum sempat Nabila, menbalas ucapan Mira, tiba -tiba suara bel pintu berbunyi.
Ting -nong, suara bel pintu.
Nabila tersenyum lembut melihat ke arah Mira lalu berkata.
"Sebentar ya, Nyonya saya bukain pintu dulu." Berkata lembut.
__ADS_1
Nabila pun berjalan ke arah pintu lalu membukanya.
"Apa anda ART yang di pesan oleh Tuan Doni," Ucap Nabila lembut.
"Iya Non, perkenalkan nama saya Lastri." Memperkenalkan diri.
Nabila pun mempersilahkan ARTnya masuk.
"Silahkan masuk Bi," Ucap Nabila lembut.
Sementara Mira semakin penasaran dengan gadis kecil ini, lalu berkata dalam hati.
"ART, kenapa Doni memesan ART,Doni harus menjelaskan ini semua padaku," Berucap dalam hati.
Setelah mempersilahkan Artnya masuk, Nabila menjelaskan semua apa yang harus di kerjakan Bi Lastri, kemudian menyuruhnya masuk untuk istirahat.
"Masuk lah ke dalam istirahat Bi,besok pagi Bibi mulai bekerja, karna saat ini Bibi pasti sangat kelelahan, di sana ada kamar koson itulah kamar Bibi," Ucap Nabila lembut sambil menunjuk ke arah kamar koson.
"Baika lah, Non Bibi masuk dulu," Ucap Lastri sambil berjalan masuk ke dalam.
"Gadis ini begitu sangat lembut, sopan dan cantik, sama Artnya saja dia begitu sangat baik, bagaiman dengan mertuanya nanti, pasti di gendong, hehehe, pasti ngak bisa gendon kalau aku jadi mertuanya, karna badan aku jauh lebih besar daripada badanya," Ucap Mira dalam hati sambil tersenyum.
Melihat senyuman Mira, Nabila berjalan mendekat ke arah Mira sambil berkata.
" Maaf,Nyonya, pasti anda merasa sangat bosan."
"Tidak masalah sayang, oya nama kamu siapa sayang?," Tanya Mira.
"Nabila,Nyonya," Ucapnya lembut.
"Nama yang sangat indah,dan kamu jangan panggil aku Nyonya panggil saja Mama," Ucap Mira sambil tersenyum.
Tampa Nabila ketahui kalau wanita peruh baya ini adalah Mama Doni,Mira sengaja tidak memberitahukannya karna dia ingin tau sebaik apa gadis kecil ini.
"Oya sayang, Mama pulang dulu, kapan -kapan Mama manpir kesini dan ngajakin kamu keluar belanja bersama," Ucap Mira sambil tersenyum.
__ADS_1
"Siap, Mama, Nabila dengan senang hati akan menemani Mama jalan," Ucapnya lembut sambil tersenyum manis.
Melihat kelembutan dan kebaikan Nabila, Mira merasa terkesan dengan awal pertemuan mereka, di dalam hati Mira berdo'a.
"Ya, Allah jadikan lah dia menantuku." Doa Mira.
Setelah keluar dari Apartmens Doni, Mira menyuruh supirnya untuk segara pergi ke kantor Doni.
"Antarkan aku ke kantor Doni," Ucap Mira.
"Baik,Nyonya," Ucap supir pribadinya.
Sesampai di kantor Doni,Mira langsung masuk kedalam ruangan kerja putranya,Doni pun merasa kanget melihat kedatangan Mamanya secara tiba -tiba, Doni kemudian berkata.
"Mama, ada apa?, datang ke kantor Doni secara tiba -tiba," Ucap Doni sambil berjalan memeluk Mira.
Tampa menjawab ucapan Doni, Mira langsung meminta penjelasan Doni.
"Jelaskan sama Mama,siapa gadis yan ada di Apartmens kamu itu?."
"Dia, Namanya Nabila, dia adalah menantu Mama," Ucap Doni santai.
Mendengar jawaban Doni, Mira merasa sangat marah dan kesal dan langsung menampar wajah putranya.
Pelakkkk, satu tamparan mendarat di wajah Doni.Setelah menampar putranya tangisan Mira pecah.
Hiks, hiks, hik, tanggisan Mira.
"Mama,ngak menyangka, kamu tega melakukan ini pada kami, kalian menikah tampa memberitahu terlebih dahulu kepada kami, kamu tega Doni," Teriak Mira pada Doni.
"Ma, maafin Doni ya, bukan maksud Doni ingin menyembunyikan ini dari mama, Doni cuman butuh waktu yang tepat untuk mengatakanya,semuanya akan Doni jelaskan, dan tolong ya Ma, berentilah menangis,"
Ucap Doni menjelaskan sambil memeluk Mira.
__ADS_1