Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
6


__ADS_3

Siang itu Doni mendapatkan seluruh data tengtang ke luarga Hartono, beserta photo keluarganya, Doni menatap photo keluarga itu dengan seksama,dan di dalam photo itu ada seorang gadis kecil yan sangat cantik.


"Siapa gadis kecil ini?,dia begitu sangat cantik." Berkata sambil melihat ke arah poto.


Enam bulan telah berlalu,sejak Doni membantu keluarga hartono dengan memingjamkan uang yan sangat banyak dalam jumlah yan begitu besar.


Dan pada suatu hari,Hartono bersama istrinya mengalami kecelakaan,dan kecelakaan itu merenggut nyawa kedua orang tua Nabila.


Sebenarnya,Doni hanya ingin membantu Nabila, karna Doni tau semua aset -aset keluarga Hartono sudah di sita oleh bank.


Doni kemudian menelpon Body Guardnya untuk segera menjemput putri Hartono.


"Lan,cari tau di mana keberadaan putri Hartono, kalau kalian menemukannya langsung bawa ke Apartmenku." Berkata datar pada Harlan.


"Baik Tuan, akan segera saya lakukan." Berucap dari balik telpon.


Setelah menemukan Nabila di pingir jalan Harlan langsung membawa gadis kecil itu ke Apartmens Tuannya.


Nabila pov


"Maaf,anda siapa?, dan orang berbadan besar yang membawa aku kesini juga siapa?," Tanya Nabilla.


Di dalam hati Nabila berkata.


"Aku harus kuat,aku tak boleh lemah dan takut di hadapan mereka." Kata Nabila dalam hati.


tampa menjawab ucapan Nabila, Doni berjalan menuju sopa sambil melemparkan berkas di atas meja lalu duduk.


"Duduk lalu baca," ucap Doni tegas.


"Ini apa?," Sambil meraih berkas yang ada di hadapanya.


"Kamu bisa membaca kan, maka bacalah." Berkata dengan suara datarnya.

__ADS_1


Perlahan Nabila mulai membuka berkas yang ada di tangnnya, lalu mulai membacanya,setelah membaca surat perjajian itu, penglihatan Nabila mulai memburam hingga akhirnya terjatuh pinsan.


"Buk." Suara jatuh Nabila.


Doni kaget melihat Nabila sudah tergeletak di lantai bersam berkas yang dia pegan.


Doni segera menghampiri Nabila yang kini tergeletak di lantai.


"Hei, bangun, kamu kenapa?," Ucap Doni sambil menepuk lembut wajah Nabila.


Perlahan Doni mulai mengankat tubuh Nabila masuk ke dalam kamar tamu, di dalam hari Doni mengerutu kesal sambil melihat ke wajah pucat Nabila.


"Merepotkan saja wanita cantik ini."


Setelah membawa Nabila masuk kedalam kamar tamu, Doni segera menghubungi dokter keluarganya, untuk segera datang ke Apartmensnya,setelah sambungan terhubung Doni berkata.


"Segera datang ke Apartmensku."


Uca Doni tegas dari balik telpon.


Setelah selesai memeriksa keadaan Nabila Doni bertanya.


"Bagaimana keadaan gadis ini."


Berkata datar.


Mendengar pertanyaan Doni, Dr.Agus tersenyum sambil berkata.


"Dia hanya kelelahan dan juga kelaparan, ini vitamin, kamu berikan ke gadis itu kalau dia uda sadar,dan ingat kasi makanan biar keadaannya cepat pulih," Ucap Dokter Agus menjelaskan.


"Baik dokter,saya akan mematuhi apa yang dokter ucapkan," Ucap Doni sambil melihat ke arah wajah pucat Nabila.


Setelah Dr. Agus pergi, Doni merapikan selimut Nabila,Doni kemudian menatap wajah mulus Nabila sambil berkata.

__ADS_1


"Cepat lah bangun."


Seperti yang dikatakan doktet, Doni bngun lebih awal,untuk membuatkan Nabila bubur,kemudian membawanya masuk ke dalam kamar yang ditempati Nabila saat ini.


Doni meletkan bubur di atas meja sampin tempat tidur yang di tempati Nabila tidur,Doni melihat wajah Nabila lalu berkata.


"Dia begitu terlihat sangat cantik di pagi hari," Ucap Doni sambil tersenyum.


Perlahan Nabila mulai membuka matanya, Nabila mengucek -gucek matanya sambil melihat sekeliling,Nabila sangat terkejut ketika matanya tertuju pada Doni, yang sedang duduk santai sambil memainkan Hpnya di tangannya,Nabila kemudian berkata.


"kamu sedang apa di kamarku?," Teriak Nabilah.


Mendengar ucapan Nabila,Doni tersenyum smbil berkata.


"kamarmu,sejak kapan kamar ini menjadi kamarmu," Nada menyindir.


Nabila mulai mengingat kejadian semalam yan membuatnya jatuh pinsan lalu berkata.


"Maaf tuan,aku janji akan segera melunasi hutang ayahku padamu,aku akan berusaha untuk segera nelunasinya, dan mulai besok aku akan mencari pekerjaan,"ucap Nabila sambil tersenyum manis kepda Doni.


Jangtung Doni berdetak sangat kengcang saat melihat seyum indah Nabila.


"Apa yan terjadi padaku?,kenapa aku jadi seperti ini?," Berkata sambil berjalan keluar dari kamar Nabila.lalu kembali lagi ke kamar dan menyuruh Nabila untuk makan.


"Makan lah, dan jangan lupa minum obatmu,dan sekarang aku mau ke kantor." Berkata datar.


Sesampai di kantor, Doni terus saja melamun dan tersenyum sendiri lalu berkata,


"Ada apa denganku?,kenapa aku jadi seperti ini?, apakah aku sedang.. tidak itu tak akan pernah terjadi."


-


-

__ADS_1


 


__ADS_2