
Sepulang dari kerja,Doni mencari keberadaan Nabila, Doni pun melangkah menuju kamar Nabila, pelan -pelan Doni membuka pintu kamar, Doni tersenyum ketika melihat Nabila terlelap di dalam selimutnya, Pelan -pelan Doni melankah menuju tempat tidur Nabila.
"Kamu pasti sangat lelah,seharian menemani Mama jalan -jalan,dan kamu terlihat sangat lucu kalau sedang tidur," Ucap Doni sambil mengelus lembut wajah Nabila.
Nabila pun mengeliat dalam tidurnya, dengan segera Doni menarik tangannya dari wajah Nabila,pelan -pelan Nabila mulai membuka matanya lalu melihat sekeliling.
"Mas, kamu sudah pulang?, kenapa ngak langsun bangunin aku?." Tanya Nabila.
"Aku baru saja masuk dan aku tak tega membangunkanmu."
Nabila pun berangjak dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan wajahnya.
Tidak terasa kini usia pernikahan Doni dan Nabila sudah memasuki bulan ke empat, sifat Doni kini berubah menjadi sangat lembut pada Nabila, bahkan Doni kini tambah posesif terhadap Nabila.
Sampai saat ini Doni belum menyatakan cintanya pada Nabila namun rasa yang di tunjukkan Doni begitu sangat terlihat kalau Doni sangat mencintai Nabila.
Nabila pun merasakan hal yang sama, mereka berdua begitu saling mencintai tapi mereka belum berani mengunkapkan perasaan mereka karna terhalang oleh surat kontrak yang mereka buat, sikap yang di tunjukkan Nabila ke Doni begitu terlihat kalau Nabila memiliki perasaan yang sama dengan Doni.
Malam ini Doni berencana ingin mengajak Nabila ke rumah orang tuanya,sekaligus mengenalkan mereka.
"Bila, malam ini aku ingin mengajakmu menemui orang tuaku, kita sudah lama menikah tapi aku belum mengenalkan kalian.
Mendengar ucapan Doni, Nabila terdiam sesaat lalu berkata.
"Apa, mereka akan menerimaku sebagai menantunya?, Mas, aku takut."
"Kamu tenang saja, mereka itu sangat baik, kamu pasti menyukainya kalau kalian sudah bertemu nantinya." Berkata santai.
"Baik lah,jam berapa kita ke sana?." Tanya Nabila.
"Sepulang kantor nanti kita akan langsung ke sana jadi bersiaplah sebelum aku sampai di rumah sebentar malam,sekarang aku berangkat dulu ya," Ucap Doni sambil mengecup lembut bibir Nabila.
Nabila selalu tersipu malu ketika Doni memperlakukannya seperti itu,Nabila kemudian berkata pada Doni yang ingin berangkat ke kantor.
"Hati -hati di jalan Mas."
Sesampai di kantor Doni menghubungi Mira.
__ADS_1
"Ma, sebentar malam aku akan membawa mantu Mama makan malam di rumah Mama, apa boleh?." tanya Doni.
Mendengar ucapan Doni barusan, Mira begitu sangat bahagia, Mira lalu berkata.
"Tentu boleh, Mama dengan senang hati akan menanti kedatangan kalian."
Setelah menutup telponnya, Mira terlihat begitu sangat bahagia, Mira kemudian berjalan ke arah dapur untuk menemui Artnya.
"Bi, bentar sore, masak agak banyak ya,karna sore ini kita akan kedatangan tamu special."
"Baik,Nya."
Seperti yang di rencanakan Doni malam ini mereka berdua akan pergi ke rumah orang tua Doni,sesampai di depan Apartmens Doni menghubungi Nabila.
"Halo, Bila, apa kamu sudah siap?, aku sudah menunggumu di bawah?,"
Ucap Doni dari balik telpon.
"Iya,Mas,aku sudah siap, aku akan segera turun."
"Apaka kamu sudah siap ketemu dengan Mama mertuamu?." Sambil membukakan pintu mobil buat Nabila.
"Aku sudah siap mas," Ucap Nabila sedikit gugup.
Doni memegan lembut tangan Nabila sambil menyetir mobilnya lalu berkata.
"Percaya sama aku, mereka berdua pasti akan sangat suka padamu." Meyakinkan Nabila.
Sesampai di rumah mewa Wijaya, Doni memencet bel rumahnya.
Ting -Nong, Suara bel rumah Doni.
Keluarlah seorang wanita paruh baya yang membuka pintu untuk mereka berdua.
"Silahkan masuk Tuan muda," Ucap Art Mira.
"Terimah kasih, bi, Mama mana bi?." Tanya Doni pada Art Mira.
__ADS_1
"Mama di sini sayang." Jawab Mira yang baru keluar dari arah dapur, Mira menhampiri Doni dan langsung memeluknya.
Nabila yang melihat kedatangan Mira, begitu sangat terkejut, Nabila tak pernah menyangka kalau orang yang selama ini di panggil Mama tak lain adalah mertuanya sendiri.
Mira kemudian melihat ke arah Nabila sambil tersenyum lembut,Mira kemudiam langsung memeluk Nabila sambil berkata.
"Maafin Mama ya sayang, karna selama ini Mama tak memberitahukanmu yang sebenarnya."
"Iya, Ma, aku sangat terkejut dan tak pernah menyangka kalau Mama adalah Mamanya Mas Doni."
"Papa mana Ma," Tanya Doni ke Mira.
"Papa di sini Don," Ucap Arman yang baru saja keluar dari ruangan kantor yang ada di rumahnya.
"Pa, kenalin,Nabila istri Doni."
Nabila pun berjalan mendekat ke arah Arman, Nabila menyalimi tangan lalu mencium punggun tangan Arman,lalu berkata.
"Nama saya Nabila Om."
Mendengar ucapan Nabila yang memanggilnya om, Arman tersenyum lalu berkata.
"Ko, Om, panggil Papa dong, sama kaya Doni panggilnya Papa.
"Iya,Pa," Ucap Nabila lembut.
Setelah Doni selesai memperkenalkan Nabila pada ke dua orang tuanya, Mira lalu mengajak mereka masuk makan malam bersama.
"Ya, sudah ayo kita masuk makan, nanti makanan jadi dingin." Ajak Mira.
"Ayo," Ucap mereka bertiga."
-
-
-
__ADS_1