
Doni pun berjalan mendekat ke arah tempat tidur. Doni mengusap lembut wajah Nabila kemudian mengecup kening Nabila lalu berkata.
"Maafkan aku sayang," Ucap Doni.
Doni lalu melihat ke arah perut Nabila yang mulai sedikit membuncit. Perlahan Doni mengelus lembut perut Nabila lalu menyimpan telinganya di atas perut Nabila. Doni pun berkata.
"Hai, kesayangan ayah, sehat selalu ya nak, jangan bikin Mama susah." Berkata sambil mengecup lembut perut Nabila.
Setelah beberapa saat Nabila pun terbangun dan melihat Doni sedang duduk di atas tempat tidurnya.
"Mas, sudah pulang?, tapi kenapa belum ganti pakaian?, pasti belum mandi, sana Mas mandi dulu, Mas bau tau." Berkata manja pada Doni.
"Masa sih aku bau?."
"Iya, sana mandi dulu."
Mendengar ucapan manja Nabila, Doni pun berdiri dari tempat tidur kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai mandi Doni keluar dari dalam kamar mandi mengenakan pakaian santainya. Doni pun melihat sekeliling kamar namun tak menemukan orang yang di carinya. Perlahan Doni berjalan keluar dari dalam kamarnya. Doni pun mencari keberadaan Nabila dan ternyata Nabila sedang duduk manis di meja makan sambil makan buah.
"Sayang." Panggil Doni.
Nabila pun berbalik melihat ke arah suara yang memangilnya.
"Mas, sudah selesai?, kalau begitu ayo kita makan aku sangat lapar dari tadi nungguin Mas." Berkata manja pada Doni.
__ADS_1
"Astaga,kamu belum makan malam?, sayang lain kali kalau aku telat pulang,kalau kamu lapar kamu tak usah nungguin aku."
"Iya, Mas."
Doni pun mencari keberadaan orang tuanya lalu bertanya pada Artnya.
"Mama sama Papa bi?."
"Tuan dan Nyonya keluar, tadi Nyonya berpesan kalau malam ini akan menginap di luar, Nyonya juga bilang kalau tak mau mengangu kalian berdua," Ucap Artnya menjelaskan.
"Terimah kasih ya bi."
"Iya,Tuan,sekarang aku kembali lagi ke dapur."
"Sayang."
"Iya, Mas."
"Besok kita jadikan pergi cek'ap di rumah sakit."
"Iya dong Mas."
"Aku jadi ngak sabar sayang."
__ADS_1
"Aku juga Mas."
Selesai makan malam bersama. Doni dan Nabila pun masuk ke dalam kamar. Namun sebelum Nabila naik ke atas tempat tidur Nabila lalu berkata.
"Ya,ampun,Mas,aku lupa minum susu hamilku." Berkata sambil menepuk jidatnya.
Nabila pun berbalik badan ingin kembali ke dapur namun terhalang oleh tangan Doni.
"Tunggulah di sini, biar aku yang ambilkan."
Setelah mendengar ucapan suaminya. Nabila kembali duduk di pingir tempat tidur. Sudah hampir setengah jam Nabila menunggu kedatangan Doni namun yang di tunggu tak kunjung datang.
"Kenapa Mas Doni lama sekali?, padahal susunya tadi sudah aku buat,tinggal ambil saja,ini sudah setengah jam aku menunggu."
Nabila berencana ingin menyusul Doni. Namun belum sempat Nabila berdiri dari tempat duduknya. Doni sudah membuka pintu kamar lalu masuk. Doni membawa mangpan yang berisi kue coklat, dan beberapa potongan buah dan yang paling utama susu hamil Nabila.
"Maaf sayang ke lamaan."
Nabila pun mengambil mangpan yang di bawa Doni. Nabila merasa senang melihat apa yang di bawa Doni.
"Terimah kasi ya Mas, tapi kenpa Mas bisa tau kalau aku ingin makan makanan ini semua?, aku habisin semua ya mas?,"
"Makanlah sayang, semua ini untukmu, kalau kamu menginginkan sesuatu kamu tinggal bilang padaku,semuanya pasti akan aku turuti," Berkata sambil mengecup lembut kening Nabila.
__ADS_1