
Hamish bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur dengan memperlihatkan wajah yang bingun pada Natasya. Natasya tersenyum lalu berjalan mendekat ke arah Hamish dengan memberikannya polpen lalu menyuruhnya tanda tangan.
"Sekarang, tandatangani semua dokumen itu. Setelah ini, aku tak akan memperlihatkan wajahku lagi di hadapannmu." Natasya tersenyum sinis ketika mengatakan itu.
Hamish meraih polpen itu lalu meletakkan di atas kertas putih yang kini tengah ia pegan.
Di dalam hati Natasya berkata. "Sedikit lagi, kamu tak akan memiliki apa -apa lagi Hamish."
Hamish melihat ke arah Natasya yang kini tengah berdiri di hadapannya. Namun dengan cepat Natasya berkata.
"Cepatlah tanda tangani ini semua."
Hamish melihat ke arah kertas putih yang tengah ia pegan lalu beralih melihat ke wajah Natasya yang kini mulai sedikit terpengaruh oleh obat yang ia siapkan untuk Hamish.
Hamish tersenyum lalu merobek kertas putih yang ada di tangannya. Hamish berdiri lalu melemparkan bekas robekan kertas putih itu di wajah Natasya.
Natasya terkejut dengan apa yang tengah Hamish lakukan padanya. Namun karna pengaruh obat, Natasya terjatuh di lantai dengan kesadaran yang tinggal setengah.
"Apa yang terjadi?" itulah kata pertama yang keluar dari mulutnya ketika ia terjatuh di lantai. Natasya berusaha bangun namun tak bisa lagi hingga akhirnya ia menyandarkan kepalanya di kaki tempat tidur Hamish.
Hamish jongkok di hadapan Natasya dengan memegan lehernya dengan tangannya. Natasya terkejut ketika Hamish melakukan itu padanya.
"Hamish apa yang kamu lakukan padaku?" Natsya sedikit berteriak dengan berusaha melepas tangan Hamish yang kini berada di lehernya.
Hamish tersenyum sinis, lalu berkata. "Apa kamu fikir, aku tak tau soal semua rencana busukmu? Hem" Menatap tajam wajah Natasya. "Aku tau semuanya, bahkan minuman yang telah kamu minum itu, adalah minuman yang telah kamu berikan padaku. Aku telah menukarnya, Ha, ha, ha." Hamish tertawa ketika selesai mengatakan itu pada Natasya.
__ADS_1
Natasnya merasa sangat geram mendengar apa yang baru saja Hamish katakan. Namun karna rasa pusing yang menyerangnya Natasya tak dapat berkata apa -apa. Natasya hanya menundukkan kepalanya diam melihat ke arah lantai.
Hamish yang melihat ke arah Natasya hanya tersenyum sinis. Lalu ia menghubungi anak buahnya, setelah sambungan telponnya tersambung.
Hamish lalu berkata. "Segera datang ke kamarku." Hanya kata itu yang di perintahkan Hamish pada anak buahnya, Setelah itu ia memutuskan sambungan telponya. Hamish berjalan ke sopa yang ada dalam ruangannya lalu duduk.
Setelah beberapa waktu masuklah tiga anak buah Hamish ke dalam kamarnya. "Ada apa Bos, memangil kami?" tanya anak buah Hamish.
"Bawa wanita jalan itu, keluar dari kamarku." tungjuk Hamish pada Natasya yang kini mulai kehilangan kesadarannya.
Anak buah Hamish berjalan mendekat ke arah Natasya, dan salah satunya bertanya.
"Kami bawa kemana wanita Bos?" Melihat ke arah Hamish yang kini tengah duduk santai di sopa.
"Terserah kalian, mau bawa dia kemana. Bawa kerumah kalian juga boleh, dan aku tak peduli lagi dengan wanita penipu seperti dia." Hamish berkata tegas pada anak buahnya.
"Asyik, kita akan berpesta malam ini."
Dan sejak hari malam itu Natasya tak lagi di perbolehkan datang atau menginjakkan kakinya di rumah Hamish.
*****
Bella terdiam ketika Ratna selesai menceritakan semua padanya. Bella merasa sedikit ngeri ketika Hamish menyuruh para anak buahnya membawa Natasya ke rumahnya.
Bella tak menduga kalau Natasya hanya mencintai semua apa yang Hamish miliki. Karna setau Bella, Natasya begitu sangat mencintai Hamish bahkan ia rela memberi semuanya pada Hamish. Namun di balik semua itu ternyata ia hanya mengincar harta yang Hamish punya.
__ADS_1
Setelah Ratna keluar dari kamarnya. Bella meraih Hapenya yang dari tadi tak berenti bergetar. Bella menatap layar Hapenya, lalu melihat nama pemanngil yang tak lain adalah kekasihnya yang akan ia nikahi esok lusa. Bella tak mengankat. Namun dengan segera ia mematikan Hapenya lalu mengeluarkan kartu sim cardnya. Agar kekasihnya tak lagi menghubunginya.
Dan sejak hari itu Bella tak pernah lagi mendapat telpon dari kekasihnya.
Bella berjalan ke arah meja di sampin tempat tidur Hamish. Lalu meraih telpon rumah Hamish kemudian menelpon nomor Hamish.Setelah sambungan telponnya terhubung dengan nomor Hamish dengan segera Bella bertanya.
"Kamu dimana?" tanya Bella dari balik telpon rumah.
Hamish merasa aneh melihat nomor rumahnya menelpon ke nomornya, dan mengeluarkan suara yang ia kenal. "Aku masih di kantor, aku baru saja selesai mithin dengan Berian." Hamish menjelaskan.
"Apa, Berian sekarang telah pergi dari kantormu?" tanya Bella pelan.
"Iya, sekarang ia telah kembali ke negaranya. Ada apa? apa kamu merindukannya?" tanya Hamish dari balik telpon.
Bella mendengus kesal ketika Hamish mengatakan itu padanya, dengan segera ia menjawab. "Kamu itu apa -apaan sih, siapa juga yang merindukannya? yang ada aku sangat membencinya." Bella sedikit meninggikan suaranya.
Hamish tertawa dari balik telpon, lalu bertanya pada Bella. "Sekarang kamu ada di mana? kenapa kamu bisa menggunakan nomor telpon rumahku?"
"Sekaran aku berada di dalam kamarmu, dan cepatlah pulang, aku menunggumu, dan satu lagi jika kamu pulang, kamu singgah belikan aku kartu sim card. Kartu simku uda aku rusakin karna aku tak mau kalau dia terus menghubungiku." Bella menjelasakan.
Hamish tersenyum senang ketika ia mendengar apa yang Bella katakan, kalau saat ini Bella telah menunggunya di dalam kamarnya. Dan Hamish juga mengerti kenapa Bella ingin menganti nomor kartu simnya. Hamish tersenyum lalu menyuruh Bastian untuk membelikannya kartu sim.
Setelah Sim yang ia pesan sudah ada. Dengan segera Hamish pulang ke rumahnya. Karna ia begitu sangat merindukan Bella. Merindukan semua apa yang Bella miliki.
Setelah sampai di depan pintu utama rumahnya. Dengan segera Hamish keluar dari mobilnya lalu berjalan masuk menuju arah kamarnya. Hamish membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam. Namun tak menemukan keberadaan Bella di dalam kamarnya. Hingga ia berjalan ke arah pintu kamar mandi. Hamish tersenyum ketika ia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Hamish membuka pelan -pelan pintu kamar mandi dan melihat Bella tengah mandi dalam keadaan polos.Hamish masuk lalu membuka satu persatu pakaiannya, lalu ikut mandi bersama dengan Bella dalam keadaan yang polos juga.
Bella terkejut ketika sebuah tangan kekar melingkar di perutnya. Bella berbalik badan melihat Hamish yang kini sama dengannya tak mengenakan sehelai benang pun.