
Berian melihat ke arah Bella ketika Hamish bertanya padanya. Lalu beralih melihat ke arah Hamish.
"Aku akan menginap di hotel selama aku berada di sini." Setelah mengatakan itu Berian kembali meneguk jusnya yang tersisa di dalam gelas.
"Kamu, tak usah mencari hotel, sebaiknya kamu menginap di rumahku saja." Tawar Hamish pada Berian.
"Tak perlu, Mish aku tak mau merepotkanmu." Berian menolak tawaran Hamish.
"Kamu tak merepotkanmu, justru aku senang jika kamu mau menginap di rumahku." Hamish menatap ke arah Berian.
"Baiklah jika kamu memaksa, aku akan menginap di rumahmu." Setelah mengatakan itu, Hamish dan Natasya pamit untuk kembali ke kantor.
Setelah keduanya berlalu, kini yang tertinggal hanya ada Berian dan Bella. Berian tersenyum melihat ke arah Bella, lalu berkata. "Bella, kamu tak marahkan jika aku menerima ajakan Bos kamu?"
Bella menatap ke arah Berian, karna sedari tadi Bella hanya mengaduk -aduk minumannya yang ada di dalam gelas. "Hem, kenapa aku mesti marah, justru aku senang karna kamu telah mendapatkan tempat menginapa, jadi aku tak perlu menemanimu mencari Hotel, iya kan?"
"Iya, juga sih, oya Bella setelah ini kita mau kemana?" Berian tersenyum melihat ke arah Bella.
"Terserah kamu saja, aku akan mengantarmu kemanapun kamu mau?"
Setelah mengatakan itu Bella dan Berian keluar dari restorand. Bella kembali melajukan mobilnya menelusuri kota tempat tinggalnya.
Di dalam mobil, Berian melihat sekelilin dalam mobil Bella. Namun tiba -tiba matanya tertuju pada Maf yang tergeletak di belakan job tempat duduknya.
Berian mengambil map tersebut lalu membukanya, dan membacanya. Berian sedikit bingun melihat surat lamaran kerja Bella, karna penasaran hingga akhirnya ia menanyakannya pada Bella.
"Ini, apa Bella? kenapa kamu ingin mencari pekerjaan? bukannya kamu masih menjadi secretaris Hamish?" Berian menatap ke arah Bella mennanti jawaban atas pertanyaanya.
Bella beralih melihat ke arah Berian sekejap lalu kembali pokus melihat ke depan karna saat ini ia tengah menyetir mobil. Bella tetsenyum lalu menjawab pertanyaan Berian.
__ADS_1
"Sebenarnya, aku telah mengundurkan diri kantor Hamish, aku merasa sangat kelelahan dan juga sakit waktu itu, hingga akhirnya aku memilih untuk resain dari kantor Hamish. Namun sampai saat ini, bahkan waktu kita di restorand, Hamish masih menawariku menjadi secretarisnya. tapi aku menolak, karna aku merasa tak enak lagi keluar masuk ke perusahaan itu? apa kata karyawan yang lainnya nanti?" Bella berkata bohong pada Berian. Namun Berian percaya dengan apa yang semua Bella katakan.
Berian melihat ke arah wajah Bella, lalu berkata. "Baik lah kalau itu masalahmu, Jika kamu tak keberatan, apa kamu mau jadi Asisten pribadiku?" Berian menatap ke arah Bella dan menanti jawaban yang keluar dari mulutnya.
"Benarkah?" tersenyums manis. "Aku bisa menjadi Asisten kamu?"
"Tentu saja, jika kamu mau. Namun bukan di kota kamu, melainkan di negaraku, karna di sini aku tak memiliki cabang, jika kamu mau, nanti kamu bisa ikut denganku ke jepan." Berian menjelaskan.
"Hem, jepan, ya?" ucap Bella pelan.
"Kenapa? apa kamu tak ingin ke negaraku?" Pertanyaan Berian membuat Bella terdiam.
Bella memikirkan semua, kalau ia ikut ke jepan, di mana ia akan tinggal? menyewa tempat tinggal di sana membutuhkan banyak uang. Sedangkan isi tabungan rekeningnya saat ini tengah menipis.
Berian melihat ke arah wajah Bella. Berian bisa melihat wajah bingun yang kini tengah Bella perlihatkan. Lalu Berian kembali berkata.
"Kamu tak perlu memikirkan semuanya, biar aku yang mengurus segala sesuatunya. Kamu hanya tinggal bekerja menjadi Asistenku saja. Karna semua kebutuhanmu biar aku yang menyiapkan. Ok." Hamish menjelaskan semua nya pada Bella agar Bella tak lagi terlihat bingun.
Waktu terus berlalu kini Berian kembali ke negaranya di jepan, dengan membawa Bella bersamanya. Berian mengajak Bella tinggal di rumah mewanya yang terletak di pusat kota negara jepan.
Setelah sampai di depan rumah Berian. Bella masuk ke dalam ruangan tamu, Bella berdecak kagum melihat semua isi rumah Berian yang Seblas dua belas dengan rumah Hamish di kotanya.
"Ini rumah kamu Berian?" tanya Bella.
"Iya, ini rumah pribadiku."
"Kedua orang tuamu mana?" tanya Bella lagi.
"Mereka menginap di rumah masing."
__ADS_1
"Maksud kamu? di rumah masing -masing?" Bella nampak bingun mendengar apa yang di katakan Berian.
"Ibuku tinggal di rumah suaminya dan Ayahku tinggal di rumah istrinya"
Bella tambah bingun mendengar apa.yang Berian katakan, lalu ia kembali bertanya. "Maksudnya apa? aku tak mengerti dengan apa yang kamu katakam, coba jelaskan agar aku tak bingun lagi mendengarnya."
Berian berjalan menghampiri Bella yang kini masih berdiri. Lalu ia menarik tangan Bella menuju arah tempat duduk, lalu menyuruhnya duduk.
"Silahkan duduk, setelah ini aku akan menjelaskan semuanya."
Setelah Bella duduk, Berian juga ikut duduk di sampin Bella, lalu berkata.
"Ayahku, telah menikah lagi, dan ibuku juga, jadi mereka berdua tinggal di rumah mereka masing -masing, apa kamu uda mengeti semuanya? sudah jelas?" Berian menatap ke arah Bella ketika mengatakan itu.
Bella mengangukkan kepalanya mengerti dengan apa yang Berian katakan. Setelah itu Bella berkata.
"Oya, Berian aku sangat kelelahan, apa aku boleh istirahat?"
"Tentu saja, anggap ini rumah kamu, karna selama kamu menjadi Asistenku, selama itu pula kamu akan tinggal di rumahku." Tersenyum melihat ke arah Bella.
Bella membalas senyuman Berian, lalu berkata. " Apa ini tak merepotkanmu nantinya? aku makan, tidur gratis di rumahmu."
"Tidak merepotkan, justru aku senang kamu tinggal di rumahku, jadi aku ada temannya jika aku pulang dari kantor."
"Apa kamu hanya tinggal sendiri di rumah ini?" Bella kembali bertanya karna sedari tadi ia melihat sekelilin, rumah Berian nampak koson.
"Tidak, aku memiliki banyak pelayan di rumah ini."
Bella kembali melihat sekelilin ruangan tamu yang kini ia tempati dudu, lalu berkata. "Terus pelayan kamu kemana semua? dari tadi aku mencarinya. Namun aku tak melihatnya sama sekali."
__ADS_1
Berian berangjak dari tempat duduknya, lalu berjalan ke arah dindin ruangan tamu lalu memencet tombol warna merah, yang artinya semua pelayan di harapkan segera berkumpul di ruangan tamu.
Setelah memencet tombol merah tersebut, semua pelayan Berian berkumpul di ruangan tamu. Bella terkejut ketika melihat semua pelayan Berian yang begitu sangat banyak.