
Bella melihat ke arah Ayahnya yang kini tengah tertunduk di sampinnya. Bella meraih tangan Henra, lalu pelan -pelan ia bertanya.
"Ayah sebenarnya apa yang terjadi?" Melihat ke arah Henra yang kini masih menundukkan kepalanya.
Henra melihat ke arah Bella. "Maafkan Ayah, Nak. Semenjak kamu pergi, dan memutuskan hubunganmu denganku. Ayah merasa sangat sedih dan juga merasa sangat bersalah. Ayah tau semua yang Ayah lakukan semuanya salah. Kata maafku saja, tak akan mengembalikan putriku sama seperti sebelumnya." Selesai mengatakan itu Henra kembali menundukkan kepalanya.
Bella tersenyum tipis mendengar apa yang di katakan Ayahnya. Dan memang benar semua yang Henra katakan semuanya benar.
Namun untuk mengingat itu semua sama halnya mengenang masa lalu yang tak akan kembali lagi padanya.
Bella berkata pelan pada Henra. "Ayah, semua ini telah berlalu, anggap semuanya tak pernah terjadi, aku telah melupakan semuanya. Dan, ayo kita mulai kehidupan kita yang baru."
Henra mengankat wajahnya melihat ke arah Bella. "Apa kamu memaafkan semua, yang tengah Ayah lakukan padamu?"
Bella tersenyum, lalu menjawab pertanyaan Henra. "Iya, Ayah, aku udah memaafkan semua ke salahan Ayah. Dan mulai dari sekarang kita akan menjalani kehidupan kita yang baru." Bella terlihat bahagia ketika mengatakan semua itu.
"Terimakasih, Nak, kamu memang putriku yang sangat baik." Setelah mengatakan itu Henra kembali memeluk putrinumya dari sampin.
Rasa bersalah yang selama ini Henra pikul di pundaknya, kini terasa ringan ketika ia mendapat kata maaf dari putrinya. Hatinya terasa begitu sangat lega ketika Bella memaafkan semua kesalahannya.
Setelah itu Bella berjalan masuk ke dalam rumahnya. Bella sangat terkejut ketika melihat isi rumahnya yang nampak sangat berantakan. Ayah melihat ke arah Ayahnya yang kini tengah berdiri di belakannya.
"Ayah, kita akan membangun kembali rumah kita ini yang penuh dengan kenangan. Aku akan memperbaiki semua, dan setelah itu kita akan tinggal bersama di rumah ini." Bella tersenyum senang ketika mengatakan itu pada Ayahnya.
Henra melihat ke arah Bella, lalu berkata. "Tapi, nak, Ayah tak memiliki uang lagi." Henra kembali menundukkan kepalanya.
Bella tersenyum ke arah Henra, lalu berjalan mendekat ke arahnya. "Tenan Ayah, aku memiliki tabungan yang cukup untuk membangun rumah kita ini lagi. Karna selama aku menjadi secretaris Hamish di sydney aku selalu menyimpan gaji yang ia berikan padaku tiap bulan. Dan uang itu jernih dari hasil kerja kerasku.
Henra tersenyum bangga mendengar apa yang tengah Bella kataka. Henra tak pernah menyangka Bella akan memaafkan semua kesalahan yang pernah ia lakukan pada purtinya.
Setelah mengatakan itu Bella pamit pada Henra. "Ayah, aku pulan dulu. Besok aku akan kembali lagi kesini." Kata Bella pada Ayahnya. Bella juga tak lupa memberi beberapa lembar uang pada Ayahnya. Karna ia bisa melihat saat ini Ayahnya tak memiliki uang sepeserpun, terlihat jelas dari tetangga yang memberinya sepirin makanan.
__ADS_1
Bella kembali ke Apartmensnya untuk membersikan diri. Setelah itu ia akan menamani Rendi makan malam. Selesai membersikan diri Bella mulai bersiap. Namun sebelum itu Bella mengirim pesan sama Rendi.
Ren, malam ini aku bisa menemanimu makan malam.
Itulah pesan yang Bella kirim ke Hape Rendi. Rendi yang menerima pesan Bella dengan segera ia membalasnya.
Baiklah, aku akan menjemputm. Bersiplah.
Setelah membalas pesan dari Bella, Rendi berjalan keluar dari rumahnya.Karna semenjak sore Rendi pulang ke ruamahnya karna kedua orang tuanya baru tiba dari luar negri.
Rendi melajukan mobilnya menuju Apartmens Bella. Setelah sampai di depan Apartmens Rendi menghubungi nomor Hape Bella.
Bel, aku uda tiba di depan Apartmensmu.
Setelah mengirim pesan pada Bella. Rendi keluar dari mobilnya. Lalu melihat ke arah pintu masuk.
Setelah sepuluh menit Bella keluar dari Apartmensnya, dengan mengenakan pakaian yang tak terlalu memperlihatkan auratnya.Bella tersenyum berjalan ke arah Rendi. Setelah sampai di depan Rendi Bella berkata.
Rendi tersenyum lalu berkata. "Tidak masalah. Kamu menemaniku malam ini itu sudah membuat aku sedikit lega."
Setelah itu Rendi membuka pintu mobilnya untuk Bella. Bella tersenyum lalu berkata.
"Terimakasih ya Ren."
Rendi tersenyum ketika mendengar apa yang tengah Bella katakan. Bella masuk lalu duduk. Rendi menutup pintu mobil setelah itu ia berjalan memutari mobilnya lalu masuk.
Setela Rendi masuk ke dalam mobilnya. Ia melajukannya menuju arah Restorand yang telah ia pesan sebelumnya.
Sebenarnya Rendi sengaja mengajak Bella makan malam, di Restoran itu. Karna ada seseorang yang telah membuat ia begitu sangat penasaran. Rendi tak tau orang itu bekerja di Restorand itu. Atau orang itu pemilik dari Restorand tersebut.
Setelah sampai di depan Restorand. Bella dan Rendi masuk, mereka berdua berjalan berdampingan. Namun sebelum sampai di tempat duduk yang telah ia pesan. Rendi melihat ke arah orang yang tengah membuat ia penasaran. Rendi tersenyum melihat ke arah orang itu, lalu kembali melihat ke arah tempat duduknya.
__ADS_1
Rendi duduk, begitupun dengan Bella. Rendi mulai memesan makanan. Dan lagi orang itu yang telah menyiapkan semua pesanannya di atas meja.
Rendi tak berenti melihat ke arah orang itu. Dan Bella menyadari pandangan Rendi kepada orang itu. Bella tersenyum kepada Rendi setelah orang itu pergi.
"Ren, dia sangat cantik ya?"
Rendi melihat ke arah Bella denga senyuman tipis di bibirnya. "Hem, Apa yang kamu katakan?" Rendi pura -pura tak mengerti dengan apa yang Bella katakan.
Bella tertawa mendengar apa yang tengah Rendi katakan. "Rendi, jangan bilang kamu mengajakku ke Restorand ini?, cuman untuk melihat gadis cantik itu?" Bella memicinkan matanya ketika mengatakan itu pada Rendi.
Rendi tertawa setelah mendengar apa yang di katakan Bella. Rendi merasa sedikit kaku ketika Bella mengatakan itu padanya. Rendi mengangukkan kepalanya membenarakan apa yang tela Bella katakan.
Malam berlalu begitu sangat istimewa. Karna Rendi bisa menatap wajah orang yang telah membuatnya begitu sangat penasaran. Dan Bella juga begitu sangat senang ketika ia bertanya soal Arsitek terbaik yang bisa merenopasi rumahnya dengan cepat. Lalu Rendi menawarkannya Arsitek dan tukan bangunan yang bisa ia percaya.
Seiring berjalannnya waktu. Rumah orang tua Bella kini telah di renovasi. Rumah yang awalnya sangat kecil dan juga terlihat sangat berantakan, kini berubah menjadi sebuah rumah mewah.
Bella juga tak menyangka, kalau ia bisa membangun rumah sebesar itu, dari hasil keringatnya sendiri.
Malam ini, Bella mengadakan syukuran untuk rumah barunya dan tak lupa ia mengundang Rendi.
Malam itu Bella terlihat sangat bahagia. Namun tampa Bella sadari seseorang yang sangat merindukannya kini tengah melihat ke arah rumah mewahny.
*
*
*
-Untuk para Readersku, untuk menunggu Up ceritaku, kalian bisa membaca Novel -Novel aku yang lainnya. Aku punya banyak ko silahkan mampirnya dan tinggalkan keritik dan saran kalian. Dan jangan lupa juga kasi bingtang 5 dan juga Vote yang banyak.
Terimakasih😊
__ADS_1