Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
89


__ADS_3

Hingga suatu hari kekasih Bella mengajaknya bertemu dengan kedua orang tuanya, awalnya Bella tak mau. Namun karna sedikit paksaan dari kekasihnya hingga ia mau menemuinya. Bella datang ke rumah orang tua kekasihnya. Namun apa yang ia dapat? penolakan secara terang -terangngan, Kedua orang tua kekasihnya tak merestuinya akibat pertemuannya di malam itu di hotel


Bella merasa sangat kesal ketika kedua orang tua kekasihnya menolaknya, bahkan mengatainya wanita ******. Namun karna rasa cinta yang tulus yang di miliki kekasihnya, Ia melawan kedua orangtuanya hany karna ingin bersama Bella. Hingga sehari jelang pernikahan Bella lari dari acara pernikahannya dan itulah kebodohan yang terbesar ia lakukan, meninggalkan orang yang begitu sangat mencintainya dengan tulus, bahkan rela meninggalkan kedua orangtuanya hanya demi bersamanya.


****


Sehari menjelang pernikahan Hamish menghubungi Bella, bahkan ia datang ke Apartemens Bella, dan mendapati Bella mendapat caci makian dari Mira, ibu dari kekasihnya.


Hamish tak sengaja mendengar semua apa yang Mira katakan pada Bella, Bahkan Hamish menyasikan semua, Ibu dari kekasihnya tengah menamparnya dan setelah kepergian Mira, Hamish masuk ke dalam kamar Apartmensnya dan mendapati Bella tengah duduk di sopa yang ada di dalam kamar Apartmensnya.


Bella terkejut ketika melihat Hamish tiba -tiba masuk ke dalam kamarnya. orang yang selama setahun tak pernah ia jumpai, terakhir ia bertemu dengannya waktu di Jepan dan itu membuat hubungannya dengan Berian renggang.


"Kenapa kamu datang kemari?" Bella berangjak dari tempat duduknya ketika ia melihat Hamish masuk ke dalam kamarnya.


Hamish tersenyum, melangkah ke arahnya, dan langsung memeluk Bella. "Aku merindukanmu." Bisik Hamish di telinga Bella.


Bella membulatkan matanya ketika mendengar bisikan yang keluar dari mulut Hamish. "Lepaskan aku, aku sangat membencimu." Bella berusaha melepas pelukannya dari Hamish.


Hamish melepas pelukannya lalu berjalan ke arah kursi lalu duduk dengan santai. Bella bejalan ke arah Hamish dengan bertolak pinggan di hadapannya.

__ADS_1


Lalu berkata. "Kamu, ngapain ke sini? kamu jangan gangu kehidupan aku lagi, aku sangat bahagia dengan kehidupanku yang sekarang, jadi sekarang aku minta padamu. Tuan Hamish Daud Willie." Bella mengatupkan tangannya pada Hamish. "Keluar dari Apartmensku, sekarang, karna aku tak mau memiliki hubungan dengan laki -laki berengsek sepertimu." Sedikit meninggikan suaranya pada Hamish.


Hamish tersenyum mendengar apa yang di katakan Bella. Bahkan ia mengerti kenapa Bella sampai berkata seperti itu padanya. Hamish ke arah Bella dangan menyunggingkan senyum indah di bibirnya lalu berkata.


"Ayolah Bella, lupakan kejadian di masa lalu, aku ingin kita memulainya semua dari awal. Aku tau orang tua kekasihmu tak menyukaimu, jadi untuk apa kamu hidup dengan pria yang tak memiliki apa -apa lagi selain cinta, apa kamu akan makan cinta itu tampa harus mendapatkan semua yang kamu inginkan?"


Bella melototkan matanya melihat ke arah Hamish, lalu berkata. "Apa!" tersenyum sinis. "Apa! kamu bilang, melupakan semuanya? apa kamu sadar? semua yang kamu lakukan di masa lalu? membuat kehidupanku hancur berantakan. Dan apa kamu tau apa pekerjaanku sekarang? sekarang aku menjadi wanita ****** semua karna dirimu. Dan soal aku dan kekasihku kenapa kamu mesti repot memikirkan semua itu." Bella kembali tersenyum tipis, lalu melanjutkan ucapannya. "Bahagia atau tidaknya aku sendiri yang akan menjalaninya." Bella berkata jujur pada Hamish tentang semua yang ia kerjakan saat ini.


Hamish tersenyum lalu berangjak dari tempat duduknya, lalu berdiri di hadapan Bella. "Aku tau semuanya, semua yang kamu lakukan, dengan siapa kamu tidur, aku tau semua tentang itu. Dan satu hal yang harus kamu tau, aku akan menerima semua itu, asal kamu ingin kembali padaku." Setelah mengatakan itu Hamish menarik napasnya lalu menghembuskannya pelan, lalu kembali berkata. "Jika kamu mau kembali padaku, aku akan menunggu kedatanganmu di rumahku, di rumah kita." Setelah mengatakan itu Hamish berlalu keluar dari dalam Apartmens Bella.


Setelah Hamish pergi dari Apartmenanya, Bella menjatuhkan tubuhkan di atas kursi. Lalu memikirkan semua yang baru saja terjadi. Bella mulai memikirkan soal pernikahannya dengan kekasihnya yang akan di lakukan esok lusa. Lalu memikirkan tawaran Hamish. Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Bella mengambil keputusan. Keputusan yang tepat buat dirinya. Namun tak memikirkan keputusannya ini akan membuat kehidupan kekasihnya hancur berantakan.


Bella berjalan masuk ke dalam kamarnya, lalu duduk di pinggir tempat tidurnya dengan selembar kertas putih dan juga polpen.


"Bang, boleh minta tolong?" tanya Bella pada keamanan Apartmens.


"Boleh, Atu Neng, apa yang perlu Abang bantu?"


"Ini, Bang tolong kasih surat ini pada orang yang selalu mengantarku pulang ke sini, Abang tau kan orangnya?"

__ADS_1


Keamanan itu mengingat sejenak lalu berkata. "Pemuda tampan itu ya? yang selalu mengantar Eneng pulang kesini."


"Benar, Bang, Abang kasih ya surat ini." Bella menyerahkan surat itu pada keamanan dan juga beberapa lembar uang.


Keamanan itu tersenyum senang, karna melihat uang yang di berikan oleh Bella sangat banyak umtuknya.


"Aku jamin, Eneng suratnya akan sampai dengan aman pada pemuda tampan itu."


"Terimakasih ya, Bang, dan satu lagi, tolong tanya ke dia, kalau aku juga telah menjual Apartmensku di sini, Ok. Bang." Setelah mengatakan itu Bella berjalan ke arah mobilnya lalu melajukannya dengan sangat cepat menuju rumah Hamish.


Setelah sampai di rumah Hamish. Bella di sambut dengan baik oleh pelayan setia Hamish yang bernama Ratna.


Ratna tersenyum ramah melihat Bella berjalan ke arah pintu utama. "Selamat datang kembali Nona, aku senang bisa melihat anda lagi setelah sekian lama."


Bella terseyum lembut meliahat ke arah Ratna. "Semuanya masih sama. Sama waktu aku pergi selama setahun yang lalu." Setelah mengatakan itu Bella berjalan masuk di ikuti oleh Ratna di belakannya dengan membawa koper pakaian Bella.


Bella berbalik bertanya pada Ratna.


"Oya, apa Hamish ada di rumah?"

__ADS_1


"Tuan, masih berada di kantor, dia sedang ada mithin dengan rekan bisnisnya yang dari jepan, jadi ia menemuinya dulu, baru kembali ke rumah, dan Tuan juga berpesan padaku, kalau Nona datang, aku harus melayani anda dengan baik. Itulah pesan Tuan padaku." Ratna menjelaskan semua apa yang Hamish perintahkan.


Bella terdiam sejenak, setelah mendengar apa yang Ratna katakan. "Menemui rekan kerjanya yang datang dari jepan. Mungkinkah itu dia? Oh, tidak jangan sampai di, dan semoga Hamish tak mengajaknya datang ke rumah ini." Bella berkata pelan di hadapan Ratna.


__ADS_2