
Nabila melihat ke arah pemuda yang tengah merangkul pinggul Bella. Sementara Doni yang melihat istrinya tengah berbicara dengan orang yang dia kenal, berjalan mendekat.
Doni merangkul pinggul Nabila lalu berkata. "Sayang, kamu di sini." stelah mengatakan itu pada Nabila, Doni melihat ke arah Bella yang kini tengah tersenyum hangat melihatnya.
Bella pun menyapa. "Hai, Don, kamu apa kabar?" setelah bertanya Bella melihat ke arah Hamish lalu memperkenalkan mereka.
"Doni, Nabila kenalkan suamiku, Hamish namanya."
Hamish mengulurkan tangannya pada Doni dan Nabila. Nabila pun membalas uluran tangan Hamish, Lalu menyebutkan namanya.
Setelah selesai memperkenalkan suaminya, Bella mengajak Nabila dan Doni duduk bersama. Awalnya Doni menolak, Namun ketika Bella berkata padanya.
"Lupakan masa lalu Don, aku minta maaf dengan semua yang pernah aku lakukan padamu di masa lalu. Dan mari sekarang kita menjalani hidup kita dengan penuh rasa cinta dan kebahagian." Bella menyesali semua yang pernah terjadi di masa lalu.
"Sekarang aku sangat bahagia, karna di pertemukan dengan seorang suami seperti dia." Bella menggengan tangan Hamish lalu mengecup lembut punggun tangan suaminya.
Melihat ketulusan yang di pancarkan di mata Bella, membuat hati Nabila tersentuh. Hingga akhirnya Nabila mengikuti ajakan Bella untuk duduk bersama.
__ADS_1
Dan tak lupa Hamish juga meminta maaf pada Doni, atas semua yang pernah Ia lakukan bersama Bella. Biar bagaimana pernikahan Doni dan Bella batal semua karna dirinya.
Setelah maaf -maafan selasai. Kini hubungan mereka terlihat sangat akrab. Nabila dan Bella tak berenti bericara bahkan mereka berencana akan menjodohkan anak -anak mereka kelak.
Hamish dan Doni hanya tersenyum melihat kedekatan mereka berdua. Cukup lama mereka berbicara Hingga akhirnya Rendi ikut gabung bersama mereka.
"Kalian saling mengenal?" tanya Rendi ketika melihat dua pasang anak manusia yang ada di hadapannya. Rendi pun menarik kursi lalu duduk ikut bergabun.
Nabila dan Bella saling memandang, ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Rendi.
Nabila pun berkata. "Ren, dia, dialah wanita yang pernah aku ceritakan dulu." Setelah mengatakan itu Nabila menarik nafasnya, lalu membuangnya pelan.
Sementara Bella berkata. "Ren, jangan bilang kalau sahabat kamu itu Nabila yang tidak tau memasak." Bella menunjuk ke arah Rendi.
Mendengar Bella berkata seperti itu. Rendi mengacak rambutnya melihat ke arah Nabila. Rendi takut Nabila akan marah padanya karna bercerita tentang dirinya pada Bella.
Rendi pun tersenyum masam melihat ke arah Nabila dan Doni, lalu Ia berkata. "Maaf ya, Bil, adik ipar Doni, jangan marah ya. Aku hanya bercarita tentang sahabatku yang paling aku sayangi. Dan aku tak tau kalau ternyata kalian saling mengenal." Setelah mengatakan itu Rendi merasa sangat aneh karna mendapat tatapan dingin dari suami Nabila.
__ADS_1
Sementara Nabila hanya tersenyum, lalu berkata. "Apa saja yang di ceritakan Rendi tengtangku?" Nabila melihat ke arah Bella.
Bella yang mengerti dengan situasinya, ditambah tatapan Doni yang tak dapat di artikan. Bella pun berkata. "Rendi berkata kalau Ia begitu sangat menyayangimu terlebih orang tua kalian bersahabat baik." Bella kembali tersenyum ketika mengatakan itu.
Malam semakin larut. para tamu undangan telah pulang ke kediaman masing. Ballroom yang tadi ramai kini hanya menyisahkan tiga pasang suami istri.
Rendi sengaja menyuruh mereka untuk tinggal, karna ingin menghabiskan waktunya bersama dengan sahabatnya. Karna setelah ini Rendi akan pindah ke kota seblah bersama dengan seluruh anggota keluarganya. Sedangkan Bella dan suaminya kemungkinan besar akan pindah ke Sydney.
Mereka semua duduk di kursi bundar yang ada di dalam Ballroom tersebut. Rendi menyuruh para pelayannya menyiapkan makanan dan juga minuman untuk mereka semua.
Rendi dan Clarisa duduk berdampingan sementara para sahabatnya duduk berdampingan dengan suami mereka masing.
Rendi pun mulai berbicar. "Bila, pasti sekarang anak kamu sangat lucu deh. Aku jadi pengen segera punya anak." Setelah mengatakan itu Rendi melihat ke arah istrinya yang tengah duduk di sampinnya.
"Sangat lucu dan gemesin anak aku, wajahnya sangat mirip dengan mas Doni, sangat tampan." Setelah mengatakan itu Nabila melihat ke arah Doni.
Doni tersenyum mendengar apa yang tengah di katakan Nabila, lalu Ia berkata. "Tentu mirip dan tampan sepertiku, kan aku yang membuatnya."
__ADS_1
Mendengar kata yang keluar dari mulut Doni, Rendi dan Hamish tertawa melebar. Mereka berdua merasa lucu dengan apa yang di katakan Doni.
Hamish pun ikut berkata. "Tentu saja mirip bapaknya, ngak mungkinkan mirip tetangga. Kelak jika Tuhan memberi amanah, aku ingin anak -anakku mirip dengan istriku, sangat cantik." setelah mengatakan itu Hamish melihat ke arah Bella yang tengah melihat ke arahnya. Melihat itu Hamish pun menempelkan hidungnya di hidung Bella.