
Bella sampai dirumah Hamish dalam keadaan yang sangat lelah, bahkan rasa mual selalu Bella rasakan, wajah Bella nampak sangat pucat. Melihat keadaan Bella Hamish berkata pada Bella.
"Apa kamu sakit? kenapa wajahmu terlihat sangat pucat." Hamish menatap ke arah wajah Bella.
Bella menjawab. "Mungkin aku hanya kelelahan, dan masuk agin." Hanya itu yang Bella katakan, setelah itu ia kembali menengelamkan dirinya dalam selimut.
"Aku, akan memanggil dokter untuk datang memeriksamu, aku tak mau kalau kamu sampai sakit, kalau kamu sakit siapa yang akan melayaniku." Setelah mengatakan itu Hamish mengambil Hapenya di atas meja lalu menghubungi dokter keluarganya.
Bella mendengus kesal di dalam selimut, ketika ia mendengar ucapan Hamish yang hanya perduli jika ia tak bisa melayaninya dengan baik kalau ia sakit, bukan peduli soal kesehatannya saat ini.
Setelah beberapa jam. Dokter keluarga Hamish datang ke rumahnya lalu memeriksa keadaan Bella saat ini. Setelah selesai memeriksa keadaan Bella. Dr. itu tersenyum kepada Hamish lalu ia berkata.
"Selamat Tuan Hamish, Nyonya sedang hamil, dan saat ini usia kandunganya telah memasuki minggu ke 7, dan aku sarankan agar Nyonya tak melakukan aktipitas yang bisa membuatnya kelelahan." Setelah mengatakan.itu pada Hamish Dr. itu berlalu meninggalkan ruangan kamar yang di tempati Bella saat ini.
Bella sangat terkejut mendengar dirinya tengah hamil, tanganya gemetar, bibirnya tak bisa berkata apa. Dia tak tau apakah ia harus bahagia, atau bersedih, setelah mendengar kabar kehamilanya. Bella menatap ke arah wajah Hamish yang kini tengah menatap tajam ke arahnya.
Bagaimana ini? apakah Hamish akan menyukai kabar ini atau tidak? melihat tatapan matanya aku merasa dia tak senang dengan kabar ini.
Hamish berjalan mendekat ke arah Bella yang kini tengah duduk di atas tempat tidurnya. Hamish lalu berkata. "Kenapa kamu bisa hamil? apa selama ini kamu tak pernah makan obat penunda kehamilan." Hamish bertanya dalam keadaan berdiri di hadapan Bella.
Bella menatap ke arah Hamish lalu berkata. "Iya, aku tak pernah memakan obat seperti itu, karna aku tak tau, kalau aku akan hamil secepat ini." Bella menjawab dengan nada suara rendah.
__ADS_1
"Dasar wanita ceroboh." Hamish mengatai Bella, dan itu seperti tamparan buat Bella.
Bella marah ketika mendengar kata yang keluar dari mulut Hamish. Ia berdiri dari tempat tidur lalu berjalan ke arah Hamish yang kini telah berdiri di hadapanya.
"Apa kamu bilang? kamu mengatai aku ceroboh?" menatap tanjam wajah Hamish. "Ingat ini tak akan pernah terjadi kalau kamu tak melakukan itu padaku. Bukan aku saja yang ceroboh di sini! tapi kamu juga." Bella menunjuk ke arah wajah Hamish.
Dan itu membuat Hamish sangat marah, lalu menampar wajah Bella dengan sangat kerasnya.
PLak.
Satu tamparan mendarat di wajah Bella, dan itu membuatnya terjatuh di atas tempat tidur.
Auc.
"Mulai dari sekarangu aku tak mau lagi melihatmu berada di dalam rumahku. Aku membebaskanmu dari semua yang pernah kamu tandatangani dan juga semua uang yang telah ayahmu ambil. Aku tak akan menuntut apalagi darimu, sekarang keluar dari kamarku dan juga dari rumahku." Hamish mengatakan itu semua dengan menunjuk ke arah pintu kamarnya.
Mendengar itu Bella bangun dari tempat tidur, lalu berjalan mendekat ke arah Hamish. Bella tertawa sinis melihat akhir kebersamaannya dengan Hamish. "Emhe, apa begini cara dari Tuan Hamish Daud Willie, memperlakukan wanita yang tengah mengandung calon anakmu, darah danginmu?" Bertepuk tangan di hadapan wajah Hamish. "Aku salut mendapat pria bejat dan berengsek sepertimu. Bahkan anak kamu sendiri tak ingin kamu anggap, bagaimana dengan diriku yang tak memiliki status jelas dengan mu." Bella mengatakan itu semua di depan wajah Hamish dengan senyum di paksakan.
Hamish marah setelah mendengar kata -kata yang Bella lontarkan. Hamish kembali mengankat tangannya lalu ingin menampar wajah Bella. Namun dengan cepat Bella memegan tangan Hamish yang ingin menampar wajahnya.
"Sudah, cukup Hamish." Menatap tajam ke arah wajah Hamish. "Aku tak akan tinggal diam lagi, apa kamu pikir aku selemah itu?" Tertawa sinis. "Maaf, aku bukan Bella yang dulu kamu kenal, yang hanya akan.patuh dengan apa yang akan kamu katakan, dan menuruti semua yang akan kamu lakukan." Melempar kasar tangan Hamish.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu. Bella berjalan ke arah lemari, lalu mengepas semua barangnya, Setelah selesai, ia berlalu meninggalkan Hamish sendiri di dalam kamarnya.
Setelah Bella pergi, keluar dari rumahnya. Hamish kembali menikmati kesendiriannya seperti semula. Tiap hari ke kantor, dan bertemu dengan Bella yang masih setia menjadi secretarisnya.
Hamish mulai bersikap normal terhadap Bella. Seperti tak pernah terjadi sesuatu dengannya. Namun seiring berjalannya waktu. Hamish mulai melihat bentuk tubuh Bella yang mulai berubah.
Bella nampak lebih berisi dari pada biasanya, mungkin karna pengaruh kalau saat ini Bella tengah mengandung.
Hamish memanggil Bella masuk ke dalam ruanganya.
"Masuk ke dalam ruangan saya sekarang." Sama seperti sebelumnya Hamish selalu berkata datar pada Bella.
Mendapat perintah dari Bosnya. Dengan segera Bella masuk ke dalam ruangan Hamish. Setelah Bella masuk ke dalam ruanganya.
Hamish langsun berkata. "Gugurkan kandungan kamu itu. Aku tak ingin darahku mengalir dari tubuh anak yang tengah kandung itu, dan tandatangani surat pengunduran ini." Melemparkan surat yang berisi surat pengunduran diri Bella.
"Apa!" Bella terkejut mendengar apa yang Hamish katakan. "Kamu memecat saya?." Bella tak lagi berkata sopan, seharusnya ia memanggil Bos. Namun kali ini ia memanggil kamu pada Hamish.
"Iya, kenapa? apa kamu keberatan?" Menatap wajah Bella yang kini tengah menatapnya juga.
"Dan, ya kamu tenang saja, aku akan membiayai semua keperluanmu, selama kamu tak bisa bekerja. Namun, setelah kamu bisa bekerja lagi, aku tak akan mengeluarkan uang lagi untukmu, karna setelah itu aku anggap kita tak ada hubungan lagi, mengerti. Dan ambillah cek ini, lalu segera gugurkan kandungan kamu itu." Setelah mengatakan itu Hamish berdiri lalu berjalan masuk ke dalam ruangan peribadinya yang ada di dalam ruangan kantornya.
__ADS_1
Bella tertawa sinis melihat surat pengunduran dirinya dan juga cek yang tengah di simpan Hamish di sampin surat pengunduran diri tersebut, Bella meraih cek, lalu, menandatangani surat pengunduran diri itu lalu berlalu keluar dari ruangan Hamish.
Bella keluar dari ruangan Hamish, lalu berjalan menuju meja kerjanya. Bella membereskan semua barang -barangnya lalu keluar dari perusahaan yang telah ia tempati bekerja selama beberapa tahun. Rasa sedih, kecewa bercampur aduk menjadi satu, itulah yang dirasakan Bella saat ini.