
Hamish tersenyum dalam hati ketika mendengarkan apa yang Bella katakan. Hamish berjalan ke arah meja kerjanya, lalu mengeluarkan dokument yang telah ia siapkan jauh -jauh sebelumnya.
Hamish melempar dokument itu di atas meja kerjanya, lalu menyuruh Bella untuk membaca apa saja yang tertera dalam dokument tersebut.
"Ambil dokumen itu, lalu baca, kamu pahami apa saja yang harus kamu lakukan, setelah menjadi wanitaku." Hamish menatap ke arah Bella ketika mengatakan itu.
Bella bejalan mendekat ke arah meja kerja Hamish, lalu meraih dokument tersebut, lalu membacanya. Bella membulatkan matanya ketika mulai membaca apa saja isi yang tertulis di dalam dokument tersebut.
Peraturan yang harus Bella patuhi.
"Bella harus menuruti semua kemauan yang Hamish inginkan.
Ia tak ada hak untuk menolak, ataupun membantah, ketika Hamish menginginkan dirinya, bahkan ia harus siap dimana pun Hamish ingin dilayani. Bella juga tak ada hak melarang apa yang hamish inginkan, walaupun Hamish ingin berkencan dengan wanita lain. di dalam hubungan yang akan ia jalani tak akan ada kata ikatan pernikahan. Jika Bella sampai melanggar semuanya, ia akan mengembalikan semua uang yang ia gunakan bersama dengan bunganya, kalau tak bisa mengembalikan, maka ia bersedia menjadi santapan hewan peliharaannya. Dan satu lagi, aku tak ingin ada orang lain yang mengetahui ini, kecuali kamu dan aku."
Setelah selesai membaca isi dari dokument yang Hamish berikan, Bella menangis dalam hati. Bella tak tau harus bagaimana lagi, disisi lain Ayahnya berada dalam penjara, dan sisi lainnya ada harga diri yang tak bisa ia pertahankan, ia harus merelakan itu, demi membantu Ayahnya keluar dari beban hidup yang dirasakan Henra saat ini.
Melihat Bella hanya terdiam menatap dokument yang ada di tangannya. Hamish kembali lagi berkata.
"Bagaimana apa kamu setuju dengan syratku?, jika kamu setuju, segera tanda tangani surat itu, lalu kita ke kantor polisi membebaskan Ayahmu"
Hamish kembali melemparkan polpen kemeja kerjanya.
Bell meraih polpen tersebut, lalu menatap Hamish yang kini tengah duduk di hadapannya. Bella lalu bertanya. "Setelah melepaskan Ayahku, apa kamu juga akan membayar semua utang -utangnya pada rentenir." Bella memastikan semuanya sebelum ia menandatangi dokument yang ada di tangannya.
__ADS_1
Hamish menatap ke arah Bella, ketika mendapat pertanyaan itu. "Tentu saja, semuanya akan aku urus, kamu hanya tinggal tau beresnya saja, Bahkan semua kebutuhanmu akan aku penuhi, jika kamu melakukan dengan baik, semua yang aku inginkan."
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Hamish, membuat Bella merasa ngeri dan ketakutan. Namun semua itu ia lawan, demi menolong Ayahnya. Bella pun menada tangani dokument itu. Dan itu membuat Hamish tersenyum dalam hati.
Selesai menandatangani dokument itu. Hamish memakai jasnya lalu mengajak Bella ke kantor polisi.
"Kita pergi sekarang." Ajak Hamish.
"Kemana Pak?" Bella lupa kalau ia akan pergi ke kantor polisi.
Mungkin terlalu banyak fikiran, hingga akhirnya Bella melupakan, kalau ia akan kekantor polisi untuk membebaskan Ayahnya.
"Kita ke kantor polisi membebaskan ayah kamu." Setelah mengatakan itu, Hamish berjalan keluar dari ruangannya, di ikuti oleh Bella di belakannya.
Namun kenyataan saat ini, Hamish tengah menunggunya di sampin pintu lif. Bella memelankan langkahnya ketika melihat Hamish tengah berdiri di sampin lif.
"Kenapa dia masih ada di situ?" Guman Bella dalam hati.
Setelah Bella sampai di depan pintu lif, Hamish menatap tajam ke arahnya. Namun tak berkata apa -apa. Hamish mulai memencat tombol lif, setelah terbuka Hamish masuk di ikuti oleh Bella di hadapannya.
Di dalam lif, jangtun Bella tak berenti berdetak ketika Hamish mulai mendekat ke arahnya. Bella mundur ke belakan, tapi karna di dalam ruangan lif sempit Bella berenti mundur. Hamish meraih pinggul Bella, dan itu membuat Bella tak sadar melepas paksa tangan Hamish dari pinggulnya.
Bella berjalan agak menjauh dari Hamish. Namun Hamish kembali mendekat, Hamish berbisik sesuatu di telinga Bella, dan itu membuat Bella menyadari akan statusnya saat ini.
__ADS_1
"Apa kamu lupa, dengan apa yang tertera di dalan dokument yang telah kamu tanda tangani." Menyadarkan Bella kalau saat ini, ia telah menjadi wanita, sekaligus bisa di bilang pelayang yang bisa melakukan apa saja yang Hamish inginkan.
Bella terdiam ketika mendengar apa yang Hamish katakan. Sementara Hamish mulai mencium bau rambut Bella. Dan membuat Bella merasa risi, dan ingin segera keluar dari dalam lif.
Di dalam hati Bella berkata."Setelah ini apa yang akan Hamish lakukan padaku?, aku tak dapat membayangkan, jika dia melakukan hal itu padaku." Guman Bella dalam hati.
Hamish ingin melakukan sesuatu yang lebih. Namun pintu lif terbuka. Bella mendorong dada Hamish, lalu berjalan cepat keluar dari dalam lif, meninggalkan Hamish sendiri di dalam.
Hamish mengacak rambutnya kesal, ketika Bella keluar begitu saja, dari dalam lif tampa mengajaknya bahkan memberitahukannya. Hamish berjalan keluar dari dalam lif, dan mendapati Bella sedang berbicara dengan Bastian.
"Mau kemana Bos." Tanya Bastian.
"Ada urusan yang ingin aku urus di luar, bersama dengan secretarisku." Hanya itu yang Hamish katakan berlalu keluar ke arah parkiran, lalu masuk ke dalam mobilnya. Bella mengerti apa yang Hamish katakan. Hingga ia ikut menyusul berjalan di belakan Hamish.
Bella masuk ke dalam mobil, dan pastinya ia duduk di sampin Hamish. Setelah itu Hamish melajukan mobilnya dengan sangat cepat, agar ia bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat. Karna yang ada di dalam fikiran Hamish saat ini, hanya ada Bella.
Hamish tak henti -hentinya membayangkan dirinya, melakukan hal terindah bersama dengan Bella. Namun lain yang di fikirkan Bella saat ini. Bella berfikir setelah Ayahnya terbebas Bella akan segera kabur menjahui Hamish. Namun itu hanya fikiran Bella saja. Karna Hamish bisa melakukan apa saja dengan uang yang ia miliki.
Bella menangis dalam hati, memikirkan kehidupannya yang akan mendatang, Bella juga tak tau kenapa kehidupan begitu sangat kejam padanya, sehingga membuatnya berurusan dengan Bos killer yang kini tengah menyetir mobil di sampinnya.
Sebenarnya jujur dari lubuk hati yang paling dalam, Bella tak ingin melakukan ini, namun keadaan yang memaksa Bella untuk melakukannya.
Bella hanya bisa pasrah dengan keadaan yang saat ini tengah menimpanya.
__ADS_1
Bella berbalik melihat ke arah wajah angkuh Hamish, kemudian beralih melihat ke arah lain. Bella takut memandang wajah itu terlalu lama.