Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
95


__ADS_3

Setelah meninggalkan rumah Hamish. Bella kembali ke kota tempat tinggalnya. Jelang tengah malam Bella sampai di Apartmensnya. Bella masuk lalu melihat isi Apartmensnya yang ia tinggalkan selama tiga tahun. Bella mulai membersikan kamarnya. Setelah itu Bella membersikan diri, lalu istirahat, Bella merasa sangat kelelahan hingga akhirnya ia terlelap sampai pagi.


Malam telah berlalu, kini berganti dengan pagi. Bella terbangun dari tidurnya karna ia merasa sangat kelaparan.


"Aku sangat lapar." Bella memegan perutnya yang dari tadi tak berenti melakukan demo minta di isi.


Bella berangjak dari tempat tidurnya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri. Setelah selesai, Bella bersiap lalu keluar dari Apartmensnya, untuk pergi mencari sarapan untuk dirinya.


Bella mengendarai mobilnya. Namun setelah tiba di lampu merah Bella meliha orang yang pernah ia sakiti tiga tahun yang lalu. Bella tak berenti melihat ke arah kaca pintu mobilnya, memastikan kalau itu benar -benar orang yang pernah ia sakiti.


Bella yang tadinya ingin mencari sarapan di batalkannya. Karna ia lebih memilih mengikuti mobil orang yang pernah ia sakiti.


"Doni, aku kembali." Itulah ucapan yang terucap di bibir Bella ketika dia sampai di depan gedun perusahaan orang yang pernah ia sakiti.


Bella merasa sangat senang, karna ia bisa melihat Doni lagi. Bella tak berenti tersenyum ketika melihat Doni keluar dari mobilnya.


"Sekarang kamu semakin tampan, dan terlihat dewasa, aku akan berusaha untuk mengejar cinta kamu lagi Don." Setelah mengatakan itu Bella kembali melajukan mobilnya untuk mencari makanan yambisa ia makan.


Hari berganti Hari. Bella tak berenti mengikuti mobil orang yang pernah ia sakiti. Hingga suatu hari Bella memberanikan dirinya masuk ke dalam perusahaan Doni. Namun Bella kembali kecewa setelah ia mengetahui kalau orang yang seminggu ini dia ikuti kini tengah bahagia dengan istrinya bahkan sebentar lagi mereka akan segera memiliki calon bayi.


Karna jujur sebenarnya Bella ingin kembali pada orang yang pernah ia sakiti. Bella menyadari tak ada pemuda sebaik dia yang pernah ia temui. Bella menjalin hubungan dengan pemuda itu, sekalipun tak pernah berlaku kasar padanya. Yang ada pemuda itu sangat mencintainya dan begitu sangat menyayanginya. Bella ingin kembali padanya bukan lagi karna harta namun karna ia benar -benar menginginkan, dan mencintainya dengan sangat tulus. Namun semua itu tinggal angan -angan Bella yang ingin kembali padanya.


Kembali ke cerita Awal


Setelah memikirkan semua yang ia alami. Bella merasa sangat kecewa akan dirinya sendiri. Bella menyesal dengan apa yang tengah ia lakukan selama ini, menyesal karna ia hanya menghabiskan masa mudanya dengan melakukan hal yang tak harus ia lakukan. Mennyesal, demi mendapatkan uang yang banyak Bella harus menjual dirinya. Dan menyesal karna telah menerima tawaran Hamish untuk kembali dan hidup selama tiga tahun bersama tampa adanya ikatan apapun.

__ADS_1


Kini Bella ingin merubah dirinya, menjadi wanita yang baik, dan bida di hormati oleh semua orang dan terutama untuk para pria.


Bella berangjak dari tempat tidurnya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri. Setelah itu Bella keluar dari Apartmensnya.


Namun sebelum Bella masuk ke dalam mobilnya Hapenya kembali berdering. Bella menatap layar hapenya dan melihat nama.


Rendi calling...


Bella tersenyum lalu mengeser tombol hijau pada layar Hapenya.


"Iya, halo, Ren!"


"Kamu di mana?" Tanya Rendi.


"Aku ada di depan Apartmensku. kenapa?" Bella bertanya.


"Hem, bagaimana ya? nanti aku impormasikan deh, kalau aku tak sibuk, aku akan menemanimu makan malam. Tapi aku tak janji ya." Bella tersenyum ketika selesai mengatakan itu.


"Baiklah aku tunggu impormasi dari kamu, sempat kamu bisa. Ok."


"Ok."


Setelah sambungan telponnya terputus. Bella mengendarai mobilnya membelah kota tempat tinggalnya. Bella melajukan mobilnya menuju alamat rumah orangtuanya. Setelah sampai di depan rumah orang tuanya, Bella tak turun dari mobilnya. Ia hanya melihat ke arah rumahnya di atas mobil. Bella melihat rumahnya yang terlihat begitu sangat berantakan. Rumah yang dulunya terlihat rapi dan bersih kini seperti rumah yang tak berpenhuni terlihat sangat kumuh.


Bella tak berenti memperhatikan halaman rumahnya. Hingga akhirnya seorang pria keluar dari dalam rumah tersebut. Peria itu nampak lusuh dan terlihat sakit. Terlihat jelas karna sewaktu pria itu keluar dari dalam rumahnya pria itu tengah batuk.

__ADS_1


Jangtung Bella terasa sesak, ketika melihat pria itu yang tak lain adalah ayahnya. Ayah kandungnya, orang yang telah tega menjualnya pada pemuda kaya hanya demi mendapatkan uang banyak ia tega melakukan itu pada anak kandungnya sendiri.


Hati Bella terasa begitu sangat teriris ketika melihat salah satu tetangganya datang ke rumahnya lalu memberikan ayahnya sepirin makanan. Dan tampa Bella sadari sebuah cairan benin keluar dari kelopak matanya. Bella menangis melihat ayahnya yang hanya bisa hidup dari belas kasih para tetangganya.


"Ayah, apa seperti ini kehidupan yang tengah kamu jalani saat ini?" Bella kembali meneteskan air matanya tak tega melihat keadaan Ayahnya.


Rasa benci yang dulu ia simpan untuk Ayahnya, kini meleleh seperti es batu yang terkena pancaran sinar matahari. Hati Bella begitu sangat terpukul melihat kondisi Ayahnya seperti itu.


Bella tak bisa menahan rasa perih itu. Hingga akhirnya ia turun dari mobilnya lalu berjalan masuk ke arah pekarangan rumahnya.


Henra yang melihat Bella berjalan masuk ke halaman rumahnya. Menjatuhkan pirin makanan yang ia pegan. Henra tak percaya dengan apa yang tengah ia lihat saat ini, karna selama tiga tahun ini. Henra tak pernah mendengar kabar tentang putrinya.


"Bella." Henra berdiri dari tempat duduknya.


"Ayah." Bella berlari mendekat ke arah Ayahnya lalu memeluknya.


Bella menangis sejadi -jadinya di dalam pelukan Henra. Henra membalas pelukan putrinya yang selama tiga tahun ia rindukan. Karna semenjak hari dimana Bella memutuskan hubungan denganya.Henra tak pernah lagi melihat putrinya.


"Maafkan Ayah Bella." itulah kata utama yang Henra katakan. Henra mengelus lembut rambut Bella.


Bella melepas pelukannya, lalu melihat ke arah Ayahnya, kemudian Bella bertanya.


"Ayah, kenapa kehidupan ayah seperti ini?" tanya Bella pelan


Setelah mengatakan itu Bella duduk di banku yang ada di teras rumahnya.

__ADS_1


Henra ikut duduk di sampin putrinya, dengan menggengam tangan Bella.


"Maafkan, Ayah Bella." Henra menatap wajah sendu putrinya. "Ayah terlalu jahat padamu, Ayah ini orang tua yang jahat dan tak tau diri." Henra mengatakan itu dengan meneteska air mata. "Ayah menyesal, sangat menyesal telah melakukan semua itu padamu." Setelah mengatakan itu Henra menundukkan kepalanya.


__ADS_2