Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
109


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan Bella. Hamish kembali berbalik badan melihat ke arah Bella.


Hamish pun berkata. "Benarkah." Mata Hamish memancarkan kebahagian. "Kamu ingin melakukannya malam ini?" tanya Hamish pelan.


Bella mengangukkan kepalanya tersenyum melihat ke arah Hamish. lalu berkata. "Iya, aku ingin segera memiliki anak yang banyak darimu." Bella kembali tersenyum ketika mengatakan itu.


Hamish yang mengerti dengan apa yang tengah Bella katakan. Hingga akhirnya mereka berdua melakukan hal yang indah di dalam kamar mandi dan berlanjut di atas tempat tidur mereka.


Hamish melakukan semuanya secara pelan dan lembut. Lain ketika Ia pertama melakukannya. Hamish tak segan berlaku kasar terhadap Bella. Namun sekarang semuanya terbalik. Hamish yang dulunya kasar, sekarang berlaku sangat baik dan lembut terhadap Bella.


Benar kata pepatah. Jangan pernah mempermainkan, Jika kamu tak ingin tersakiti. Karna awal kebencian akan berakhir dengan penyesalan, yang tak dapat kamu lupakan. Dan biasa membuahkan rasa cinta yang mendalam.


Dan kesabaran yang selalu di lakukan akan membuahkan hasil yang begitu sangat indah.


Hingga pagi Bella terbangun dari tidurnya. Bella menatap wajah suaminya yang kini masih tengah tertidur. Bella tersenyum bahagia melihat orang yang selama ini Ia dambakan menjadi suaminya. kini tengah terwujud.


Bella memainkan jarinya di wajah Hamish. Dan itu membuat Hamish terbangun dari tidurnya.


"Sayang kamu udah bangun." Setelah mengatakan itu Hamish mengecup lembut dahi Bella.


Bella menutup matanya ketika Hamish mengecup lembut dahinya. Karna Ia ingin menikmati setiap sentuhan lembut itu.

__ADS_1


Bella tersenyum lalu berkata. "Selamat pagi sayang." Bella menempelkan hidungnya di hidung Hamish dan memainkannya setelah mengatakan itu.


"Pagi juga sayang." Hamish memeluk erat tubuh Bella.


Bella hanya tersenyum lalu berkata. "Bangun sayang, aku sangat kelaparan." ucap Bella manja.


Hamish melepas pelukannya, setelah mendengar apa yang di katakan Bella. Lalu Ia pun terbangun, lalu beranjak dari tempat tidur.


Hamish mengelilingi tempat tidurnya, karna Ia ingin menggendong Bella masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersikan diri.


Selesai dengan ritual mandinya. Hamish dan Bella turun ke lantai bawah. Hamish tak berenti meranggul pinggul langsing Bella. Seakan Ia tak ingin melepaskannya. Keduanya berjalan turun. Dan mendapati Henra tengah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.


"Pagi, Ayah." sapa Hamish sopan.


"Pagi, Nak, kalian udah bangun?" tanya Henra melihat ke arah mereka berdua.


Bella tersenyum mendengar ucapan Ayahnya. Ia pun menarik kursi meja makan lalu duduk. Melihat Bella duduk Hamish ikut duduk di sampin Bella.


Bella pun bertanya. "Ayah, masak apa? wangi banget tak seperti biasanya." setelah bertanya Bella membuka penutup makanan yang ada di atas meja makan.


Melihat makanan yang dibuka penutupnya oleh Bella. Hamish pun bertkata. "Wao, ketoprak. Makanan yang sangat lezat yang pernah aku makan selama aku berada di kota ini." setelah mengatakan itu Hamish meliahat ke arah Bella.

__ADS_1


Hamish pun bertanya. "Apa kamu yang memberitahu Ayah, kalau aku sangat menyukai ketoprak?" tanyanya pelan.


Bella pun menjawab. "Iya, aku pernah bilang ke Ayah, kalau kamu itu sangat menyukai ketoprak. Dan aku tak tau kalau Ia akan memasaknya untukmu."


Iya, Bella pernah mengatakan itu pada Henra. Namun itu telah lama sekali. Bella sendiri hampir lupa, kalau Ia pernah mengatakan itu pada Henra.


Setelah selesai menikmati ketoprak bikinan Ayah mertuanya. Hamish pun berkata. "Ayah" panggil Hamish.


Henra berbalik ketika mendengar Hamish memanggilnya.


Hamish pun melanjukan ucapannya.


"Apa Ayah tak akan keberatan kalau aku menyewa Art untuk membatu Ayah mengurus rumah ini? jika Ayah tak keberatan, besok aku akan membawa Art kepercayaanku bekerja di disini." Setelah mengatakan itu Hamish melihat ke arah Bella.


Bella tersenyum melihat ke arah Hamish, lalu melihat ke arah Ayahnya.


Bella pun berkata. "Aku setuju Ayah. Itu akan membuat pekerjaan Ayah lebih ringan. Lagian aku juga ingin Ayah hanya tinggal beristirahat saja." Bella melihat ke arah Henra.


Henra yang mendengar ucapan putri dan menantunya merasa terharu. Henra pun berkata. "Ayah setuju aja dengan kalian. Asal ini tak akan merepotkan kalian berdua." Henra menjelaskan.


Lima hari telah berlalu. Hamish ingin memberi kejutan pada Bella, Ia ingin mengajaknya ke paris untuk berbulan madu. Hamish sengaja memilih paris, karna negara itulah yang selalu ingin Bella kunjungi.

__ADS_1


__ADS_2