Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
60


__ADS_3

"Iya, juga si," ucap Bella dengan suara melemah dari balik telpon.


Setelah mengatakan itu Bella bertanya, soal apa Rendi menelponnya. "Oya, kamu kenapa menelponku?"


Rendi pun menjawab. "Aku hanya ingin berbicara dengan mu saja. Namun apa yang aku dapat? kamu malah memarahiku." Setelah mengatakan itu Rendi tertawa dari balik telpon.


"Maaf ya Ren, kalau kamu tersinggun dengan itu."


"Enggak aku tak tersinggun. Kalau aku boleh tau, kamu memarahi siapa?" tanya Rendi ingin tau dari balik telpon.


Bella menarik napasnya ketika, mendengar pertanyaan Rendi. Bella pun menjawab. "Ah, bukan siapa -siapa Ren, dan lupakan soal dia ok, aku tak ingin menbahasnya, kepalaku pusing jika berbicara soal dirinya." Bella menjelaskan.


"Baik lah, aku tak akan bertanya soal dirinya."


Setelah sambungan telponnya dengan Rendi terputus. Bella bangun dari tempat tidurnya. Namun tak berangjak. Bella menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur dengan memeluk bantal. Bella memikirkan semua, apa yang akan terjadi dengan kehidupannya yang akan datang. Bella juga memikirkan akan kah ia akan bahagia sama yang di rasakan Doni saat ini, memiliki keluarga yang begitu sangat mencintainya, Bisa membuatnya bebas kemana pun yang ia inginkan tampa tekanan apapun.


Mengingat hubungannya dengan Hamisd, yang begitu sangat rumit.


Bella menatap lagit -lagit kamarnya merenungkang, setiap yang pernah ia lakukan bersama Hamish.


Bella dan Hamish pov.


Beberapa tahun yang lalu. Bella bertemu dengan Hamish di sebuah perusahaan, ia tempati bekerja. Bella menjadi seorang sekertaris di perusahaan yang Hamish kelolah.


Bella adalah salah satu dari banyaknya para karyawan, yang memiliki paras yang cantik. Di kantor Bella terkenal sebagai gadis yang ramah dan polos, semua para pekerja, senang berteman dengan Bella. Selain cantik Bella juga terkenal sangat baik pada siapa saja.


Hari ini Bella, terlambat masuk ke kantor karna ada urusan dengan ayahnya. Semua pekerjaan yang harus Bella kerjakan tertunda, dan itu membuatnya, Harus berurusan dengan Hamish. Bos yang terkenal Galak dan Killer itu.


Bella pun berjalan ke arah pintu ruangan Bosnya. Begitu banyak doa yang Bella panjatkan dalam hati.

__ADS_1


"Ya, Tuhan, semoga aku tak di pecat, jika itu sampai terjadih, aku tak akan pernah melunasi Apartmensku."


Setelah sampai di depan pintu ruangan Bosnya tangan Bella gemetaran, untuk mengetuk pintu. Namun ia paksakan.


Tok, tok, tok, suara pintu Bella ketuk.


"Masuk." Sahut seseorang dari dalam.


Bella pun mendorong pintu ruanga Bosnya. Lalu melangkah masuk dalam keadaan tertunduk. Setelah sampai di depan meja Bosnya Bella berkata.


"Pagi, pak." Sapa Bella dalam keadaan tertunduk.


Hamis yang melihat kedatangan Bella. tak berenti menatap ke arah yang gadis yang kini tengah tertunduk di hadapannya.


"Kamu, memiliki alasan apa?, sehingga kamu terlambat pagi ini?, kamu tau kan, kalau pagi ini aku ada pertemuan penting dengan kelienku dari jepan?" Kata datar yang keluar dari mulut Hamis membuat bibir dan tangan Bella bergetar.


"Iya, Pak, saya tau." Bella mengatakan itu dengan wajah menunduk.


"Saya, memiliki alasan yang tak mungkin saya katakan ke bapak, ini adalah masalah pribadi saya pak."


Setelah mengatakan Itu Bella menarik napasnya lalu membuangnya pelan.


Hamis pun berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan mendekat ke arah Bella, lalu berkata. "Apa, kamu tau, berapa kerugian yang aku dapat, karna dirimu?."


Dengan cepat Bella menjawab. " Maaf, Pak, maafkan saya, saya benar -benar minta maaf atas kesalahan saya, saya berjanji tak akan mengulanginya lagi." Bella memohon.


Hamish menyunggingkan senyum tipis di bibirnya. Hamis menatap gadis yang ada di hadapannya saat ini tengah tertunduk takut, mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Lumayan juga gadis ini." Hamish berkata dalam hati dengan menyimpan jarinya di bibirnya.

__ADS_1


"Baik lah, kali ini aku memaafkan kamu, namun jika sekali lagi kamu melakukan ini, kamu akan dapat akibatnya sendiri." Hamish menatap tajam ke arah Bella.


"I, iya, pak, saya berjanji tak akan mengulanginya lagi." Bella sedikit mengankat wajahnya melihat ke arah Hamish yang kini tengah menatapnya. " Baik lah Pak, saya keluar dulu, melanjutkan pekerjaan saya." Setelah mengatakan itu Bella berjalan ke luar dari ruangan Hamis.


Setelah Bella keluar dari ruangannya. Hamish tersenyum sendiri, memikirkan wajah pucat gadis tersebut.


"Benar -benar cantik, beda dengam gadis yang ada di negaraku." Hamish mengeleng -gelengkan kepalanya ketika mengatakan itu.


Sementara Bella merasa deg -deg -an, ketika keluar dari ruangan Bosnya. Bella merasa takut sekaligus gemetaran. Karna selama bekerja, ini pertama kalinya ia kena panggilan seperti itu.


"Semua, karna ayah." umpat kesal Bella ketika sampai di meja kerjanya.


Karna pagi ini, Ayah Bella datang ke Apartmensnya. Ayah Bella meminta sejumlah uang kepadanya, dengan alasan kalau ia sedang sakit. padahal yang Bella lihat ayah itu baik -baik saja.


Hari yang sangat buruk buat Bella, pagi kedatangan sang ayah, dan sekarang habis kena marah oleh Bos killernya. Bella menarik napasnya lalu membuangnya pelan. Kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Hari berganti hari, Bella bekerja seperti biasanya. Namun kali ini, Bella tak pernah menyadari kalau dirinya selalu di perhatikan oleh Bos killernya.


Itulah Hamish yang lebih menyukai gadis Asia daripada gadis bule, bagi Hamish gadis Asia memiliki gaya tarik yang istimewa dari pada gadis Bule. Hamish telah mengencani beberapa banyak gadis. Namun kali ini iya penasaran dengan sekertarisnya Bella. Hamish merasa Bella adalah gadis, yang berbeda dengan gadis yang lainnya.


Karna jika bertemu dengan Bosnya. Bella selalu bersikap sopan, kayaknya pada sekertaris pada umumnya. Bella akan masuk ke ruangan Bosnya jika di perlukan dan itu pun dalam wajah tertunduk. Dan itu membuat Hamish semakin penasaran dengannya. Karna baru kali ini ada seorang gadis tak meliriknya atupun melihatnya.


Siang ini Hamish memberitahukan Bella kalau ia ingin memakan, makanan yang berbeda dari pada makanan yang selalu ia makan sebelumnya.


Hamis menelpon ke telpon kantor yang ada di meja Bella.


"Iya, pak, ada apa?" tanya Bella dari balik telpon.


"Carikan aku makanan. Namun aku tak mau makan, makanan restorand, dan makanan yang mengandung dagin aku juga tak mau. Aku hanya ingin makanan yang mengandung banyak sayuran dan yang jelasnya baik bagi kesehatan." Setelah mengatakn itu pada Bella, Hamish menututup sambungan telponnya.

__ADS_1


Bella bingun mendengar keinginan Bosnya yang ingin memakan makanan yang mengandung sayur.


"Apa!, aku kan tak tau, makanan apa saja yang Bos sukai. Aduh." Bella memegan dahinya memikirkan apa yang akan ia belikan untuk Bosnya.


__ADS_2