
Hari pertama setelah menikah,Nabila bangun lebih awal karna merasa sangat kelaparan,
"Aku sangat lapar," Ucap Nabila sambil berjalan ke dapur.
Nabila duduk di kursi meja makan sambil memakan roti yang kemarin di bellinya, sebelum memasukkan suapan ke dua kedalam mulutnya,tiba -tiba Doni datang menhampirinya.
"Pagi." Sapa Nabila sambil tersenyum manis kepada Doni.
"Hemmm," Jawab Doni.
Di dalam hati Nabila berkata.
"Judes amat sih suamiku, jangankan bicara senyum pun bisa di di bilang sekali sebulan." Ucapny sambil tersenyum -senyum sendiri.
Melihat Nabila tersenyum sendiri Doni bertanya.
"Kamu kenapa seyum sendiri kaya gitu?" Berkata sedikit datar.
"Ngak kenapa -kenapa," Ucap Nabila sambil melanjutkan sarapannya.
"Kamu makan apa?," Tunjuk Doni pada makanan yang di makan oleh Nabila.
"Makan Roti." Jawab Nabila sinkat.
Mendengar ucapan Nabila, Doni berkata.
"Pantas saja,badan kamu kurus seperti itu,sarapan pagimu cuman makan roti, apa enaknya?."
Mendengar ucapan Doni yang mengatainya kurus membuat Nabila sewot sendiri.
"Apa kamu bilang?, bilangin aku kurus,ini bukan kurus namanya, ini namanya langsing dan ideal." Sewotnya.
Mendengar ucapan sewot Nabila Doni tertawa sambil berkata mengejek.
"Iya, langsing dan ideal."
__ADS_1
"Nah, gitu dong," Ucap Nabila sambil tersenyum manis kepada Doni.
Selesai sarapan Nabila kembali ke kamarnya untuk membersikan diri,selesai membersikan diri, Nabila mendengar suara ketukan dari balik pintu kamarnya.
Tok, tok, tok, Suara pintu di ketuk.
"Masuk," Ucap Nabila dari dalam.
Doni membuka pintu kamar Nabila,kemudian masuk.
"Ini,pakailah." Sambil menyerahkan kunci mobil dan juga kartu berwarna gold.
"Apa ini tak terlalu berlebiha," Ucap Nabila sambil melihat kunci mobil dan juga kartu gold itu.
Doni tersenyum tipis mendengarkan ucapan Nabila lalu berkata.
"Sekarang kamu istriku, tanggun jawabku, jadi semua ini wajar saja,keluarlah bersantai, terserah kamu mau melakukan apapun asal itu semua tak membuatku malu."
Mandengar ucapan Doni,Nabila tersenyum dan langsung berhambur memeluk Doni sekejap,setelah melepaskan pelukannya Nabila berkata.
"Terimah kasih ya Doni, kamu begitu sangat pegertian,sebenarnya aku bukanlah gadis yang suka keluar keluyuran, dan suka berbelanja ini itu bukan, aku tak seperti itu, kalau ada uang aku lebih memilih untuk menyinpnya,tapi satu hal yang tak bisa aku tinggalkan adalah datang ke rumah panti, tiap bulan aku selalu kesana bersama orang tuaku waktu mereka berdua masih hidup," Ucap Nabila sambil menundukkan kepala karna mengingat tentan kedua orang tuanya.
"Sudah lah," Ucap Doni sambil mengelus lembut bahu Nabila.
Mendapat perlakuan seperti itu dari Doni,Nabila merasa sedikit nyaman.
"Doni, boleh aku memelukmu?," Ucap Nabila lembut
Tampa mendapat jawaban dari Doni, Nabila langsun memeluknya dengan erat,Nabila merasa sangat nyaman berada dalam pelukan Doni, sementara Doni juga merasakan hal yang sama.
Sementara di dalam hati doni bertengkar dengan dirinya sendiri.
"Aku, mengiginkanmu,tapi aku takut kecewa, aku menyukaimu, tapi aku takut sakit hati, aku mencintaimu, tapi aku takut kamu tinggalkan."
Setelah pelukan mereka berdua terlepas, Doni segera pamit untuk segera ke kantor.
__ADS_1
"Oya, Bila, sekarang aku mau ke kantor, dan semalam aku juga sudah sempat mencari ART untuk kita, jadi kalau kamu keluar,ingat kamu usahakan pulan siang ini, karna kemunkinan besar ART Kita akan datang siang nanti.
"Baik," Ucap Nabila sinkat.
Sebelum berangkat ke kantor,Doni menghubungi Harlan.
"Iya Bos." Jawab Harlan.
"Hari ini, ikuti Nyonya kalian,semua yang di lakukannya di luar,laporkan padaku." Berkata tegas.
"Siap Bos," Ucap Harlan.
Setelah Doni pergi bekerja, Nabila berasiap untuk segera pergi ke Mall, untuk mencari hadiah untuk anak -anak panti,Sesampai di Mall Nabila membeli begitu banyak Mainan dan juga pakaian untuk anak -anak pantinya.
"Sudah lengkap semuanya," Ucap Nabila sambil melihat barang belanjaanya.
Nabila berjalan ke arah kasir untuk segera membayar semua barang belanjaanya,dan tampa sepengetahuan Nabila Harlan mengikuti semua kegiatan yang Nabila lakukan, bahkan setiap pergerakan Harlan memotretnya, lalu mengirimnya ke pada Doni.
Selesai berbelanja, Nabila melajukan mobilnya ke sebuah panti yang tak jauh dari rumah lamanya.perlahan Nabila mulai turung dari mobilnya dan di sambut ceria oleh para anak -anak panti.
Sementara Harlan melaporkan keberadaan Nyonyanya.
"Halo,Tuan,saat ini Nyonya sedang berada di panti,dia membagikan anak panti mainan dan juga pakaian" Ucap Harlan sopan.
"Baik lah,ikuti terus Nyonyamu." Tegas Doni.
Di dalam ruangan kantornya, Doni tersenyum sendiri sambil menatap ke layar Hpnya yang bergambarkan poto -poto Nabila.
"Selain cantik, ternyata kamu juga sangat baik,beruntungnya aku memilimu menjadi istriku." Ucap Doni sambil tersenyum.
Setelah menyelesaikan urusannya di panti, Nabila segera pulan ke Apartmensnya, karna mengingat ucapan Doni,siang ini akan ada ART yang datang ke Apartmens mereka.
Ting Nong, Suara bel apartmens Doni berbunyi.
Nabila bejalan menuju pintu untuk segera membuka pintu.
__ADS_1
"Maaf,anda siapa?," Ucap Nabila lembut dan sopan.