Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
78


__ADS_3

"Apa." Kata singkat yang keluar dari mulut Bella. Bella menjatuhkan dirinya di atas lantai ruangan Hamish dalam keadaan duduk. Bella mengeluarkan air matanya tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


Hamish melihat ke arah Bella yang kini tengah terduduk di atas lantai dalam keadaan menangis. Hamish tersenyum sinis, lalu ia membungkuk di hadapan Bella, lalu memegan dagu Bella dengan sangat kuat dan kasar, lalu berkata. "Ingat!, baik -baik, kamu itu hanya wanita penghibur bagiku, kamu sama halnya dengan para wanita -wanita ****** yang pernah aku tiduri, jadi kamu jangan berfikir lebih, aku akan cemburu melihatmu bersama pemuda lain. sampai kapanpun aku tak akan pernah cemburu melihat itu semua, kamu hanya tinggal menunggu kapan aku bosan denganmu, setelah itu, kemanapun dan siapapun yang ingin tidur denganmu aku tak akan perduli, mengerti." Hamish menghempas kasar wajah Bella. Dan itu membuat Bella semakin menjerit dalam hati.


Bella merasa sangat sakit hati mendengar semua kata -kata yang keluar dari mulut Hamish. Karna Bella mengharap, dan memimpikan suatu hari dan suatu saat Hamish akan menerimanya dan juga mencintainya, bahkan mau menikahinya dengan sah secara hukum. Namun apa! semuanya impian itu sirna begitu saja.


Bella merasa sangat sakit hati, tak tau harus mengadukan pada siapa stres tak tertolong. Membuat Bella lari kepada minum -minuman yang berakohol.


Tiap malam Bella selalu pergi ke klup malam. Dan itu membuat hati dan fikiranya sedikit tenang. Minum sampai mabuk, setelah mabuk ia akan kembali ke rumah Hamish. Namun semua Bella lakukan justu membuat Hamish semakin senang. Karna apa Hamish merasa senang? karna setiap Bella pulang dalam keadaan mabuk, Bella semakin agresip melayaninya. Dan semua itu membuat Hamish merasa senang.


Waktu terus berlalu, Bella semakin tak bisa terkendali, tiap malam ia ke clup malam, minum sampai mabuk, ikut bergoyang mengikuti irama musik yang di langtunkan di dalam klup malam tersebut. Kini Bella juga semakin jarang pulang ke rumah Hamish, ia memilih kembali ke Apartmensnya. karna merasa sangat kelelahan kalau ia pulang ke rumah Hamish.


Pulang dalam keadaan mabuk, setelah itu iya juga harus melayani Hamish sampai larut malam, bahkan sampai pagi ia harus melakukannya. keesokan harinya ia harus bekerja sebagai secretaris. Dan itu membuat Bella memilih menginap di Apartmensnya.


Melihat Bella yang mulai jarang kembali ke rumahnya. Membuat Hamish mulai kesal, karna saat ini Bella mulai tak mengikuti semua peraturan yang pernah ia sepakati bersama.


"Sekarang kamu mulai berani melawanku, awas kamu, kamu belum tau apa yang bisa aku lakukan padamu, dasar wanita sialan." Setelah mengatakan itu Hamish berjalan keluar dari kamarnya, lalu berjalan ke arah mobilnya.


Setelah sampai di dalam mobilnya, Hamish melajukan mobilnya dengan sangat cepat menuju klub malam yang selalu Bella kunjungi. Setelah sampai di depan Club. Hamish masuk, lalu mencari di mana keberadaan Bella saat ini.


Mata Hamish berhenti melihat ke sana kemari, ketika melihat Bella tengah menari mengikuti alunan music di bawah, bersama para pengunjung yang lainya.


Hamish mulai tidak senang ketika seorang pemuda mendekat, ke arah Bella, dan ikut menari bersamanya. Hamish mengepalkan tangannya geram, ketika melihat pemuda itu mulai menyentuh bahu Bella.

__ADS_1


Dengan segera Hamish berjalan turun ke bawah, lalu menarik tangan Bella dengan sangat kasar agak sedikit menjauh dari tempat itu.


Bella yang mendapat perlakuan kasar dari Hamish, dengan segera melepas pegangan tangannya dengan sangat kasar.


"Lepaskan tanganku." Bella menghempaskan dengan sangat kasar tangan Hamish.


"Pulang sekarang." Teriak Hamish.


Hamish berteriak karna di dalam ruangan itu sangatlah bising. kalau berbicara pelan, Bella tak akan mendengarkannya.


Bella menatap tajam ke arah Hamish, walau pun saat ini Bella tengah setengah mabuk dan merasa sangat pusing, namun ia masih bisa berdiri dengan tegak di hadapan Hamish. Lalu ia berkata.


"Siapa kamu? berani menyuruhku pulang?"


"Kamu adalah wanitaku, aku telah membelimu dari ayahmu." Menyadarkan Bella kalau saat ini Hamish memiliki hak penuh atas dirinya.


Melihat Bella memegan kepalanya lalu pingsan. Dengan segara Hamish mengankat tubuh Bella keluar dari Club itu. Lalu berjalan ke arah mobilnya. Hamish memasukkan Bella ke dalam mobilnya lalu membawanya pulang ke rumahnya.


Setelah sampai di rumahnya. Hamish mengankat tubuh Bella naik ke lantai atas dimana letak kamarnya. Bukannya merebahkan di atas tempat tidur. Namun Hamish malah membawa Bella masuk ke dalam kamar mandi, lalu merebahkan tubuh Bella ke dalam bak mandi lalu mengguyur kepala Bella dengan air yang mengalir dari dari Shower.


Bella tersadar dari pingsangnya ketika Hamish tak berenti menyiram seluruh tubuhnya dan juga wajahnya. Hingga akhirnya Bella berteriak pada Hamish.


"Apa yang kamu lakukan?, Hei, hentikan." Bella berusaha berangjak dari bak mandi.

__ADS_1


Namun dengan segera Hamish mendorong Bella, hingga akhirya Bella duduk kembali di dalam bak mandi. Hamish melempar air Shower yang ia pegan. Lalu mengjambak keras rambut Bella.


"Berani sekali kamu berteriak padaku. Mha." Hamish berkata pas di hadapan wajah Bella.


Bella meringgis kesakitan, dengan memegan rambutnya yang di tarik keras oleh Hamish.


"Lepaskan aku, dasar berensek." Bella kembali berteriak.


Hamish sangat marah ketika Bella mengatainya berengsek, Hamish tak terima ia dikatahi berengsek oleh Bella hingga akhirnya Hamish menampar keras wajah Bella.


PLak.


Satu tamparan keras mendarat di wajah Bella. dan itu membuat cela bibir Bella mengeluarkan darah.


"Ahh." Ringgis Bella, memegan wajahnya yang mendapat tamparan.dari tangan Hamish.


Hamish kembali menjambak rambut Bella, lalu berkata. " Berani sekali kamu, mengataiku seperti itu. Ha, dasar wanita ****** tak tau diri." Kali ini Hamish benar -benar marah, terpancar jelas dari tatapan matanya yang menyala ketike melihat ke arah Bella.


Bella menatap tatapan mata Hamish yang kini tengah menatap tajam melihat ke arahnya. Bella lalu berkata. "Lepaskan aku, aku tak mau lagi jadi pemuas nafsumu." Bella kembali berteriak di hadapan wajah Hamish.


Hamish melepas tanganya dari rambut Bella, lalu berdiri. Hamish tertawa melebar dengan melihat ke arah Bella.


Ha, ha, ha.

__ADS_1


"Melepaskanmu? apa kamu fikir bisa segampang itu? aku akan membuangmu jika aku tak menginginkanmu lagi, suatu saat dan suatu hari yang jelasnya aku tak tau kapan waktu itu akan tiba. Jika kamu ingin lepas dariku, bayar semua yang telah Ayahmu ambil dariku beserta dengan bunganya." Hamish kembali tertawa ketika mengatakan itu pada Bella.


"Berapa uang yang telah Ayahku ambil darimu?"


__ADS_2