Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
38


__ADS_3

"Pantas tubuh kamu sedikit berisi."


Mendengar ucapan Doni,wajah Nabila terlihat masam, kemudian berkata.


"Mas, ngak suka kalau aku terlihat gemuk." Berkat dengan sedikit nada meninggi.


Mendengar ucapan Nabila, Doni berhenti makan, lalu berbalik melihat ke arah Nabila yang sedang duduk di sampinnya.


"Sayang kamu jangan marah, terlihat apapun dirimu nanti aku akan selalu mencintaimu dan menyayangimu, kamu adalah segalanya untukku,ibu dari calon anak -anak kelak."


Melihat kebahagian putra dan menantunya,Mira dan Arman begitu sangat bahagia,Mira kemudian bertanya pada Nabila.


"Sayang jadwal cek'ap kandungan kamu kapan?."


"Sebenarnya jadwalnya sudah terlewatkan Ma, tapi besok aku mau pergi memerikan kandunganku."


Berkata sambil tersenyum.


"Baiklah besok aku akan menemanimu," Ucap Doni lembut.


"Apa Mas ngak sibuk?,sudah berapa hari Mas ngak masuk kantor." Berkata sambil melihat ke arah Doni.


"Tidak masalah,semua pekerjaan Doni biar Papa yang mengurus semunya."


"Tapi hari ini Mas ke kantor kan?."

__ADS_1


"Iya, sayang, selesai makan aku akan ke kantor."


Selesai makan Doni dan Arman berangkat ke kantor bersama, Arman berpamitan dengan Mira. Sementara Doni berpamitan dengan Nabila.


"Aku pergi dulu ya sayang, kamu hati -hati di rumah," Ucap Doni sambil mengecup lembut kening istrinya.


"Iya Mas, kamu juga hati -hati di jalan."


Doni pun melangkah lalu berbalik lagi melihat ke arah Nabila.


"Kamu mau ikut sayang?."


"Enggak aku di rumah saja temenin Mama."


"Emang kamu ngak kangen sama aku?."


Melihat tingkah lucu Doni, Mira dan Arman cuman bisa tersenyum melihat ucapan konyol Doni.


"Sana berangkat," Ucap Mira.


"Baiklah, Pa, ayo kita berangkat."


"Ayo," Ucap singkat Arman.


******///*****

__ADS_1


Sebulan telah berlalu, sebulan pula Bella merasa berduka dengan dirinya. Seluruh isi kamar Bella berantakan. Kemarin Bella membeli sebuah surat kabar,Bella merasa sangat hancur ketika membaca surat kabar di halaman depan terpasang poto istri Doni. Bella lalu berkata.


"Sudah tak ada harapan lagi untuk bisa bersama dengan kamu lagi Doni,aku sangat menyesal telah menyia -nyiakan cinta kamu, kini dirimu telah menemukan wanita yang baik dan pantas untuk mendampingimu, aku sangat menyesal Doni." Teriak Bella sambil menangis.


*******////*******


Sementara di rumah orang tua Doni, Nabila merayu Mira agar mau mengajarinya masak.


"Ma, ajarin aku masak," Ucap Nabila sambil memeluk Mira dari belakan.


"Tidak sayang,Mama takut, Doni akan marah,mendingan kamu duduk yang manis disini,saat ini Mama sedang buat kue untuk kamu."


"Mama," Ucapa Nabila sambil memayumkan bibirnya.


Melihat Nabila memayumkan bibirnya Mira tersenyum melihatnya, Mira kemudian berkata.


"Sayang jika ada sesuatu yang kamu inginkan, kamu jangan sungkan bilang sama Mama."


"Siap Ma," Ucap Nabila smbil menaikkan tangannya di jidatnya.


"Bagus, anak pintar." Berkata sambil mengelus lembut rambut Nabila.


"Oya, sayang Mama punya usul, bagaimana kalau kamu pindah ke kamar bawah?,Mama takut dengan kejadian yang menimpa kamu tadi pagi, Mama hampir saja jantungan, namun setelah kamu lahiran kamu boleh kembali ke kamar Doni bagaimana apa kamu setuju dengan usus Mama?."


"Baiklah, aku setuju dengan usul Mama, mengingat kejadian tadi pagi aku juga merasa ngeri dan takut."

__ADS_1


"Ya, sudah, sebentar kita akan memindahkan semua barang -barang kamu turun ke kamar itu." tunjuk Mira.


__ADS_2