Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
99


__ADS_3

Rendi mengacak rambutnya ketika mendengar apa yang tengah Mamanya katakan padanya. Randi mendekat ke arah Rendi yang kini tengah duduk di atas tempat tidurnya. Ranti duduk lalu melihat ke arah Rendi.


"Ren, Clarisa itu siapa? kalau boleh Mama tau, dia siapa? Apa dia kekasihmu?" tanya Ranti pelan.


Rendi melihat ke arah Mamanya dengan senyum mengembang di bibirnya.


Rendi lalu berkata. "Dia cuman kenalan aku Ma." Melihat ke arah Ranti. "Semalam kami baru saling mengenal. Namun?..."


Dengan segera Ranti menjawab.


"Namun apa?" Dengan rasa penasaran Ranti melihat ke arah putranya.


Rendi kembali tersenyum ketika mendengar apa yang di tanyakan Mamanya padanya.


"Ma, sebenarnya aku telah lama mencari tau tentang gadis ini. Aku begitu sangat penasaran padanya. Namun, Aku begitu sangat bahagia karna semalam aku mengetahui mananya. Namun aku tak mengetahui nomor telponnya. Tapi bagusnya dia telah mengambil nomor telponku." Rendi menjelaskan pada Mamanya.


Ranti tersenyum ketika mendengar apa yang tengah dikatakan putranya. Ranti begitu sangat bahagia, karna selama ia tak bertemu dengan Nabila. Rendi tak pernah lagi dekat dengan wanita lain.


Ranti menepuk pelan bahu Rendi lalu berkata. "Semangat, Nak, terus berjuan untuk mendapatkan, seseorang yang sangat kamu cintai. Mama akan selalu mendukun dengan siapapun yang akan mendampingi dirimu kelat."


Setelah mengatakan Ranti berjalan keluar dari kamar putranya.


*****


Hamish kini tengah bangun dari tempat tidurnya. Wajahnya terlihat kusut, bundaran matanya nampak menghitam, karna semalam ia tak dapat tidur karna memikirkan cara, agar Bella bisa kembali lagi bersamanya. Hamish berpikir akan menculik Bella lalu membawanya ke sydney. Namun ia urunkan rencananya itu.


Hamish tak ingin lagi memaksa, dan menyakiti Bella lagi. Hamish begitu sangat prustasi ketika mengingat semua perlakuan buruk yang pernah ia lakukan pada Bella sejak dulu.


Terkada Hamish berfikir. Apakah ini hukum karma baginya, karna telah menyakiti hati Bella sejak dulu. Bahkan Hamish tau betul kalau waktu itu Bella mulai menaruh hati padanya. Namun karna ke angkuhan dan keegoisannya Ia tak pernah mengangap Bella.

__ADS_1


Namun sekarang Hamish begitu sangat menyesal dengan semua itu.


Hamis berangjak dari tempat tidurnya lalu berjalan ke arah kamara mandi untuk membersikan diri. Setelah itu Ia bersiap untuk pergi memantau kantor yang telah ia tinggalkan selama tiga tahun.


Hamish melajukan mobilnya keluar dari gerban rumah mewahnya dengan kecepatan di atas rata -rata. Namun sebelum ia pergi ke arah kantornya Hamish pergi kerumah Bella.


Hamish ingin melihat apa yang tengah Bella kerjakan selama ia berada di kotanya.


Hamish memarkirkan mobilnya ketika ia sampai di depan rumah Bella. Lalu Ia mulai melihat ke arah rumah Bella tampa membuka kaca mobilnya. Cukup lama Ia tinggal di hadapan rumah Bella. Namun tak ada tanda -tanda kalau Bella akan keluar dari rumahnya. Hamish juga melihat ke arah mobil Bella yang kini masih terparkir di halaman rumahnya. Hingga akhirnya Ia memilih pergi ke kantornya.


Namun sebelum sampai di kantornya. Hamish singgah di penjual Bunga. Ia memesan sebuket bunga mawar merah, dan menyuruh kurir mengantar bunga tersebut ke alamat rumah Bella. Hamish juga tak lupa menulis surat, lalu menyelipkan di dalam bunga mawar tersebut


Hamish menulis kata.


Aku merindukanmu,


dan akan selalu merindukanmu.


Hamish tersenyum senang ketika menulis kata tersebut di atas kertas yang berwarna pink yang bermotip bunga mawar merah.


Setelah selesai menulis kata itu. Hamish menyelipkan kertas surat itu. Lalu memberi alamat Bella pada kurir tersebut dan tak lupa ia memberi tip yang banyak pada kurir tersebut.


Setelah itu, ia kembali melajukan mobilnya menuju arah kantornya. Hamish masuk ke dalam kantornya dengan wajah yang selalu ia perlihatkan sebelumnya.


Semua pengawai dan para karyawan di tantor. Yang melihat kedatangan Bos besarnya, secara tiba -tiba tampa adanya penyambutan apapun setelah sekian lama.


Dengan sopan resepsionisnya menyapa. "Selamat siang Pak."


Hamish menaikkan tangannya, ketika mendengar sapaan resepsionisnya. Lalu melanjutkan kembali langkahnya masuk ke dalam lif untuk Ia gunakan untuk sampai di lantai atas di mana letak ruangannya yang kini tengah kosong.

__ADS_1


Hamish membuka pintu ruanganya lalu masuk. Hamish mulai melihat sekelilin ruangannya yang kini nampak sangat rapi, bersih dan wangi sama seperti dulu. Sewaktu dirinya masih memimpin di perusahaanya.


Setelah beberapa menit pintu ruangannya di ketuk.


Tok, tok, tok.


Mendengar suara pintu ruangannya di ketuk. Hamish membayangkan Bella yang mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangannya dengan membawa segelas kopi yang selalu ia buat untuk Hamish.


Hamish membayankannya. Namun tampa Ia sadari kini Bastian tengah berdiri di hadapannya. Bastian tersenyum ketika melihat Hamish yang kini tengah melamun.


"Bos." panggil Bastian.


Hamish terkejut ketika mendengar Bastian kini tengah berdiri di hadapanya tampa ia sadari. Hamish menarik napasnya, lalu mengbuangnya kasar, setelah itu Ia berkata.


"Kamu itu kalau masuk ke dalam ruanganku, jangan membuat aku terkejut." Hamish mengeluarkan nada datarnya dan kata tegasnya.


Bastian tersenyum ketika mendengar apa yang di katakan Hamish. Bastian hanya bisa berkata. "Maaf, Bos." Hanya itu yang bisa Ia katakan pada Bosnya. Namun dalam hati Bastian Berkata. "Siapa juga yang membuatmu terkejut? makanya lain kali, jangan suka melamun di sembarang tempat. Emang dasar Bos killer, Benar kata Bella kalau Hamish itu benar -benar Bos killer. Eh, aku mengingat Bella. Bagaimana kabar dia sekarang ya? uda lebih dari tiga tahun aku tak pernah lagi bertemu denganya." Bastian tertawa dalam hati ketika selesai mengatakan itu.


Hamish berjalan ke arah kursi kebesarannya. Lalu duduk setelah itu Ia bertanya semua tentang kabar perusahaan yang tengah Bastian kelolah. Hamish begitu sangat puas melihat semua hasik kerja Bastian selama tiga tahun belakan ini.


*****


Bella bangun dari tidurnya. Setelah itu Ia melihat ke arah jam dindin di dalam kamarnya.


"Astaga." menepuk jidak. "Ini udah siang, kenapa aku bisa bangun sesiang ini?" Setelah mengatakan itu Bella berjalan ke arah kamar mandi untuk segera membersikan diri. Setelah selesai Bella keluar dari kamarnya, lalu turun ke lantai dasar rumahnya dan mendapati Ayahnya tengah duduk di kursi meja makan dengan meminum segelas kopi.


"Siang, Ayah." Sapa Bella.


Henra melihat ke arah putrinya yang kini tengah berjalan ke arahnya. "Siang, Nak." jawab Henra tersenyum melihat ke arah putrinya.

__ADS_1


Bella duduk di hadapan Ayahnya, lalu membuka penutup makanan yang ada di atas meja makan. Bella tersenyum ketika melihat makanan kesukaannya yang tengah di siapkan oleh Ayahnya, Dengan segera Bella mengambil pirin lalu mengisinya dengan makanan, setelah itu Ia mulai makan dengan lahapnya.


__ADS_2