
Di panggun pernikahan Rendi dan Clarisa terlihat sangat bahagia, keduanya tak berenti tersenyum menyambut semua tamu yang datang.
Nabila dan Doni turut menghadiri acara pernikahan sahabat dekatnya itu.
Ranti terlihat sangat bahagia ketika Ia bertemu dengan Nabila.
Karna setelah sekian lama Ia baru bertemu dengan anak dari sahabat kecilnya.
Ranti begitu sangat sedih ketika Rendi memberitahukannya kalau kedua sahabatnya yang tak lain adalah orang tua Nabila kini tengah berpulan ke rohmahtullah.
Rendi juga memberitahukan soal pernikahan Nabila yang hampir kandas karna kesalah pahaman Nabila pada suaminya. Namun Ranti merasa lega ketika Rendi mengatakan kalau Nabila begitu sangat di cintai oleh suanminya bahkan sebentar lagi mereka akan segera memiliki anak.
Nabila berjalan ke arah Ranti lalu berkata. "Tante Ranti, apa kabar?" Nabila tersenyum lembut pada Ranti.
Ranti sedikit lupa dengan Nabila, karna mengingat bentuk tubuh Nabila yang begitu kecil, dan terlihat imut. Di banding sekarang bentuk tubuh Nabila lebih berisi setelah melahirkan. "Kamu Nabila kan?" tunjuk Ranti pada Nabila.
Nabila tersenyum lalu berkata. "Iya tante. Ini aku, putri tante yang cantik itu." Setelah mengatakan itu Nabila memeluk Ranti.
Ranti pun membalas pelukan Nabila. Setelah melepas pelukanya. Ranti memegan tangan Nabila lalu berkata.
"Nabila, sekarang badan kamu terlihat lebih berisi. Kamu terlihat sangat lucu."
Nabila pun berkat. "Iya, tante setelah lahiran badan aku melar kaya gini. Mungkin pengaruh waktu masih hamil bawaannya pengen makan terus." Nabila menjelaskan.
Ranti pun tersenyum, lalu bertanya.
"Nabila, kamu datang dengan siapa Nak?" tanya Ranti pelan.
Nabila tersenyum lalu mencari keberadaan suaminya Doni. Setelah melihat Doni, Nabila melambaikan tangannya, memberi tanda pada suaminya agar mendatanginya naik di atas panggun.
__ADS_1
Doni yang melihat istrinya melambaikan tangan padanya. Dengan segera Ia berjalan naik ke atas panggun, dan berjalan mendekat ke arah Nabila.
Setelah sampai di sampin istrinya Doni langsung merangkul pinggan istrinya yang tak lagi langsing. Lalu berkata.
"Iya, sayang, ada apa?" tanya Doni pelan.
Nabila pun tersenyum lalu berkata.
"Mas, kenalkan tante Ranti, Mamanya Rendi, sahabat dari Ayah dan Ibuku." Nabila memperkenalkan.
Doni pun tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada Ranti. Lalu memperkenalkan namanya.
"Doni Atmaja. Suami Nabila" Doni memperkenalkan dirinya.
Ranti tersenyum lalu, membalas uluran tangan Doni. Setelah keduanya selesai berkenalan Ranti pun berkata pada Doni.
"Nak, Doni, Ibu pesan, tolong jaga Nabila dengan sangat baik. Saya sebagai sahabat kecil kadua orang tua Nabila. ingin mengambil tanggun jawab itu sebagai orang tuanya. Nabila telah aku anggap sebagai putri aku sendiri." Ranti menepuk punggun tangan Doni yang masih Ia pegan.
Mendengar ucapan suaminya, Nabila hanya tersenyum. Karna Ia tau, dan percaya kalau suaminya begitu sangat mencintainya.
Ranti tersenyum lalu kembali bertanya. "Nabila, kalau boleh tante tau, anak kamu, laki atau perempuan? namanya siapa?." tanya pelan.
Walaupun banyak tamu yang berdatangan. Ranti lebih memilih duduk bersama Nabila di sudut pesta. Ranti tak berenti bertanya soal kehidupan yang tengah Nabila jalani, dan juga soal anak -anak Nabila.
Sementara Doni setelah memberi selamat pada Rendi. Ia meminta ijin pada Nabila untuk menemui salah satu rekan bisnisnya yang kebetulan ikut menghadiri acara pernikahan Rendi.
Nabila pun menjawab pertanyaan Ranti. "Anak aku laki -laki tante, namanya Aby Larasati Atmaja." Nabila menyebutkan nama putranya.
"Wah, tante tak menyangka sekarang kamu udah jadi seorang Ibu sekarang, bagaimana dengan keluarga suami kamu? apa mereka baik?" tanya Ranti pelan
__ADS_1
Nabila tersenyum lalu menjawab pertayaan Ranti. "Kedua mertua aku sangat baik tante. Mereka mengangapku sebagai putrinya bukan menantunya. Aku sangat bahagia bisa hadir di tengah -tengah di keluarga mereka. Aku merasa hidupku sangatlah sempurna setelah kematian ayah dan Ibuku." Nabila menundukkan wajahnya ketika mengingat dengan kedua orang tuanya yang telah tiada.
Ranti mengerti dengan apa yang tengah Nabila rasakan, Ia pun berkata. "Sabar, sayang, semua itu telah menjadi takdir yang Maha Kuasa." Setelah mengatakan itu Ranti menepuk pelan bahu Nabila, lalu kembali mengajaknya naik ke atas panggun untuk memberi selamat pada Rendi. Karna saat ini Nabila belum memberi selamat pada Rendi.
Setelah sampai di hadapan kedua mempelai. Nabila tersenyum bahagia, lalu berkata. "Selamat ya Ren, akhirnya kamu menemukan yang selama ini kamu cari." Nabila melihat ke arah istri Rendi lalu berkata. "Apa aku boleh memeluk suamimu? suamimu itu uda aku anggap sebagai kakak aku sendiri." Setelah mengatakan itu Nabila tersenyum hangat melihat ke arah mereka berdua.
Clarisa tersenyum lembut lalu berkata. "Aku tak akan menjadi penghalang, di antara kalian. Aku tau hubungan kalian lebih dari saudara kakak ipar." Clarisa tau karna dari tadi Rendi memberitahukan soal hubungannya dan hubungan orangtuanya dengan orang tua Nabila.
Nabila memeluk Clarisa setelah memanggilnya kakak ipar. Nabila merasa sangat senang karna Rendi telah mendapatkan gadis yang sangat baik.
Nabila mengelus lembut belakan Clarisa lalu berkata.
"Tolong jaga sahabatku sekaligus kakakku. Buatlah dia bahagia."
Setelah mengatakan itu Nabila turun dari panggun dan berjalan menuju arah Doni. Namun sebelum Ia sampai Nabila bertabrakan dengan seseorang.
"Maaf, maaf, aku tak sengaja." Orang itu meminta maaf pada Nabila.
"Tidak papa." setelah mengatan itu Nabila kembali melanjutkan langkahnya, Ia tak terlalu memperhatikan siapa orang yang tengah menabraknya. Namun baru beberapa langkah Ia berjalan orang itu memanggilnya.
"Nabila." panggil orang yang tengah menabraknya.
Nabila berbalik melihat ke arah orang yang tengah memanggilnya, Ia pun berkata. "Iya, ada apa? apa kamu mengenalku?" tanya Nabila pelan.
Wanita tersenyum berjalan ke arah Nabila, lalu kembali bertanya. "Kamu Nabila kan? istri Doni?"
"Iya, betul." Nabila mulai mengingat wajah gadis yang kini tengah ada di hadapannya. "Bella, kamu Bella kan? tanya Nabila pelan.
Bella tersenyum lalu berkata. "Iya, aku Bella. Kamu apa kabar Nabila? tadinya aku tak mengenalmu karna bentuk tubuhmu yang sedikit berubah." Bella tersenyum hangat ketika mengatakan itu
__ADS_1
Nabila sedikit canggun dengan Bella. Biar bagaimana gadis yang ada di hadapannya ini adalah mantan dari suaminya. Namun kecanggungan Nabila menghilang ketika seorang pemuda menghampiri Bella. Pemuda itu langsung merangkul pinggul Bella. Dan menurut Nabila perlakuan pemuda itu sangatlah hangat pada Bella.