Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
19


__ADS_3

Setelah sampai di meja makan,mereka berempat pun menikmati makan malam bersama, di dalam hati Nabila berkata.


"Ini yang selama ini aku inginkan, makan bersama dengan orang -orang yang menyayangiku."


Setelah selesai makan malam bersama, Mira mengajak mereka bertiga keluar di ruangan keluarga.


"Ayo kita ke luar,kita akan bercerita di ruangan depan."


Mira terlihat begitu sangat senang dan bahagia, melihat putranya kini telah menemukan pendampin hidup yang begitu sangat baik seperti Nabila,sikap dingin Doni pun kini sudah tidak pernah terlihat lagi, bahkan sikap Doni sekarang berubah menjadi lebih hangat pada keluarganya.


"Doni, kapan kamu berencana ingin mengadakan resepsi pernikahan kalian?, Mama pengen mengenalkan Nabila pada duni," Tanya Mira.


"Terserah Mama saja," Ucap Doni sambil melihat ke arah Nabila.


"Kamu bagaimana sayang." Tanya Mira ke Nabila.


"Aku ikut Mas Doni saja Ma." Jawab Nabila lembut.


"Baik lah,kalau begitu,jika kalian memerlukan sesuatu kalian tinggal bilang ke Mama."


"Baik Ma," Ucap Doni, Nabila bersamaan.


Di sisi lain, Nabila memikirkan soal rencana Doni dan Mira yang ingin mengadakan resepsi.


"Kenapa Mas Doni ingin mengadakan resepsi?, Ini kan cuman pernikahan kontrak, tinggal beberapa bulan pernikahan ini akan segera berakhir, sebenarnya aku begitu sangat senang dan bahagia, apalagi kalau mas Doni memperlakukan ku seperti istri yang sesungguhnya," Ucap Nabila dalam lamunannya.


Mira pun menyadarkan Nabila dari lamunannya sambil berkata.


"Sayang kamu ikut Mama sebentar ya."


"Baik Ma."

__ADS_1


Mira dan Nabila pun meninggalkan ke dua peria yang kini sedang sibuk membahas soal pekerjaan mereka, Mira mengajak Nabila masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang kamu duduk dulu ya,Mama ada sesuatu untuk kamu."


"Iya, Ma."


Mira mengeluarkan sebuah kotak dan paper beg dari dalam lemarinya,Mira kemudian menhampiri Nabila yang sedang duduk di pingir tempat tidurnya.


"Ini untuk kamu sayang," Ucap Mira sambil tersenyum.


Nabila nampak terkejut ketika Mira memberikan sebuah perhiasan dan juga gaun yang pernah di bellinya di mall waktu bersamanya.


"Ma, inikan milik menantu Mama, kenapa Mama kasi ke aku." Tanya Nabila.


"Kamu kan menantu Mama, Mama itu cuman punya satu putra yaitu Doni, sebenarnya waktu itu Mama sudah tau kalau kamu itu istri Doni,Mama sengaja mengajak dan menyuruhmu memili perhiasan dan gaun, jadi semua ini milikmu, pilihanmu,ambillah." Ucap Mira menjelaskan sambil tersenyum.


"Terimah kasih ya Ma, Mama begitu sangat baik pada Nabila." Sambil memeluk Mira.


Setelah Nabila keluar dari kamar Mira,Doni pun pamit kepada ke dua orang tuanya.


"Ma, Pa, Doni pamit pulang."


"Loh, kalian ngak menginap." Tanya Arman.


"Lain waktu saja Pa."


"Ya, sudah kalian hati -hati di jalan, ingat Doni jangain mantu Mama."


"Siap Ma," Ucap Doni sambil tersenyum.


Nabila pun berjalan mendekat ke arah kedua mertuanya, lalu berkata.

__ADS_1


"Aku pulang dulu ya, Ma, Pa," Ucap Nabila sambil mencium penggun tangan Mira dan Arman.


"Iya, sayang kalian hati -hati di jalan ya," Ucap Mira.


Nabila pun masuk ke dalam mobil sambil melambaikan tangan pada ke dua orang tua Doni,sementara Doni melajukan mobilnya menuju arah Apartmens mereka.


Sesampai di dalam Apartmens Nabila kemudian berkata pada Doni.


"Mas, Doni jahat banget sih sama Nabila,kenapa Mas Doni ngak pernah kasi tau, kalau Mama Mira itu Mamanya Mas Doni," Ucap Nabila sedikit kesal.


"Ini kejutan aku buat kamu," Ucap Doni sambil tersenyum ke arah Nabila.


"Oya,apa benar Mas akan mengadakan resepsi, kita kan cuman nikah kontrak." Mengingat kan Doni.


Mendengar kata nikah kontrak keluar dari mulut Nabila membuat Doni merasa sangat kesal,Doni memberentikan langkahnya lalu berbalik melihat ke arah Nabila sejenak lalu melangkah kembali naik ke atas di mana letak kamarnya.


"Mas,Doni kenapa?," Ucap Nabila.


Sesampai di dalam kamar, Doni terlihat masih sangat kesal setelah mendengar ucapan nikah kontrak.


"Aku akan segera membatalkan surat kontrak itu, dan aku akan mengatakan yang sebenarnya pada Nabila kalau aku sangat mencintainya, aku takut kehilangannya dan semoga dia bisa membalas perasaanku ini."


Setelah selesai membersikan diri Doni berjalan ke arah kamar Nabila.


Tok, tok,tok,Suara pintu kamar Nabila di ketuk.


"Masuk," Ucap Nabila dari dalam kamar.


"Apa aku boleh tidur di sini?." Tanya Doni.


Mendengar ucapan Doni yang ingin tidur di kamarnya membuat Nabila sedikit tersenyum sambil berkata dalam hati.

__ADS_1


"Mas, Doni tau saja kalau saat ini aku merindukan tidur bersama denganya, aku bisa mengcium wangi tubuhnya dan menikmati pelukan hangatnya, Astaga kenapa aku berfikiran mesum kaya gini?,tapi semua itu benar perasaan ini, rasa ini semuanya tak bisa aku ungkapkan," Ucap Nabila dalam lamunanya.


__ADS_2