
Mendengar keinginan menantunya yang ingin makan di meja makan. Dengan semangat Mira mengajak anak dan mantunya keluar dari kamar.
"Ayo kita keluar."
Mereka bertiga pun keluar dari kamar Doni dan Nabila. Sesampai di meja makan Doni berkata pada Nabila.
"Sayang kamu duduk dulu ya."
"Iya,mas," Ucap Nabila sambil mengangukkan kepalanya.
Doni pun mengambilkan makanan untuk Nabila, lalu menyuruhnya makan.
"Makan ya banyak ya sayang, biar kamu dan calon anak kita sehat."
Berkata sambil meletakkan sepiring makanan di hadapan Nabila.
Nabila pun memakan makanan yang di berikan Doni lalu berkata.
"Terimah kasih ya mas," Ucap Nabila lembut.
Mira pun menhampiri Nabila yang sedang makan lalu bertanya soal perlengkapan bayinya.
"Sayang, kapan rencana kamu ingin membeli perlengkapan bayi?," Tanya Mira.
Doni pun tersenyum mendengar pertanyaan Mira kemudian berkata.
"Besok ma," Ucap Doni semangat.
Mendengar ucapan Doni, Nabila tersenyum senang. Karna tampa meminta suami dan Mama mertuanya sudah tau keinginannya. Nabila pun kemudian berkata.
__ADS_1
"Aku ikut kalian berdua saja," Ucap Nabila santai.
Selesai makan Doni mengajak Nabila ke belakang rumahnya. Di belakang rumah Doni terdapat sebuah gasebo yang begitu sangat luas. Di sana tempatnya sangat sejuk dan nyaman apabila di tempati bersantai di saat cuaca secerah seperti ini. Doni pun mengajak Nabila duduk.
"Duduk dulu sayang."
Setelah Nabila duduk,Doni pun ikut duduk di samping Nabila sambil menyuapi buah yang dari tadi Doni bawa dari dalam rumahnya. Selama Nabila hamil tua,Doni lebih banyak menhabiskan waktunya tinggal di rumah. Pelan -pelan Nabila pun menyandarkan kepalanya di bahu Doni sambil memakan buah yang di berikan oleh suaminya. Nabila kemudian berkata.
"Mas, aku pengen makan mie ayam yang rasa pedas."
"Apa, mie ayam rasa pedas,kamu lagi ngidam?."
"Enggak lah mas, masa hamil tua baru ngidam, aku cuman kepengen makan itu saja."
"Ya, udah, kamu tunggu di sini dulu, aku mau masuk tanya Bibi,biar segara pergi membelikan kamu mie ayam."
Doni pun berjalan masuk ke dalam rumahnya dan segera mencari Artnya.
"Bi, bibi." Panggil Doni.
"Iya, Tuan ada apa?."
" Tolong bibi keluar sebentar,untuk mencari mie ayam pedas buat Nyonya."
"Baik,Tuan."
Dua puluh menit telah berlalu. Kini pesanan mie ayam Nabila sudah di siapkan di atas meja makan. Art Doni pun datang menhampiri mereka di belakang sambil berkata.
"Tuan, mie ayam,Nyonya sudah di siapkan."
__ADS_1
"Baiklah, bi,sebentar lagi kami akan segera masuk.
Setelah Artnya kembali masuk ke dalam rumah, Doni pun mengajak Nabila masuk.
"Sayang, ayo kita masuk, mie ayammu sudah di siapkan di dalam."
Mendengar ucapan Doni, dengan segera Nabila berdiri lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Sesampai di dalam rumah dengan cepat Nabila berjalan ke arah meja makan. Nabila pun duduk lalu memulai makan. Wajah Nabila terlihat begitu sangat merah ketika memakan mie ayam yang ektra pedas itu. Doni berkata pada Nabila.
"Sayang apa kamu baik -baik saja?,"
Ucap Doni terlihat panik ketika melihat wajah Nabila yang sudah sangat merah.
"Aku tak apa mas, mie ayamnya sangat enak."
Mira pun ikut duduk di samping Doni, lalunmelihat ke arah Nabila yang kini sedang asyik menikmati mie ayamnya.
"Ma, apa ini tak akan berpengaruh pada calon bayiku?," Tanya Doni pada Mira.
"Mama juga ngak tau Doni."
Nabila yang sedang asyik makan. Mendengar ucapan Mira dan Doni membahas soal bayinya pun memberetikan makannya.lalu bertanya.
"Ma, apa makanan pedas ini tak berbahaya untuk bayiku?," Ucap Nabila dengan wajah yang sangat takut.
"Mama juga ngak tau sayang, tapi mungking akan lebih baik jika kamu berenti makan, makanan pedas itu."
Nabila pun berenti makan,lalu segera meminum jus alfokado yang sudah di bikin Mira untuknya.
"Ini sayang,kamu cepat minum,biar rasa pedas kamu hilang."
__ADS_1