Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
79


__ADS_3

"Berapa uang yang telah ayahku, ambil darimu?" Bella bertanya dengan meningikan nada suaranya.


Hamish kembali tertawa ketika mendengar pertanyaan Bella. Hamish mendekat ke arah Bella, lalu berkata. "Ayahmu telah mengambil uang dariku sebanyak 3M, kalau kamu bisa melunasi semuanya, beserta dengan bunganya, aku akan melepaskanmu." Setelah mengatakan itu Hamish berjalan keluar dari kamar mandi.


Bella terdiam, ketika mendengar apa yang di katakan Hamish, Bella tak menyangka Ayahnya akan mengambil uang sebegitu banyaknya dari Hamish.


Bella tak lagi menangis seperti saat pertama kali ia datang ke rumah Hamish. Kini ia hanya tertawa melebar di dalam kamar mandi.


Ha, ha, ha.


Suara tawa Bella menggema di dalam kamar mandi. Bella menertawakan dirinya sendiri, hidup di dalam gengaman tangan Hamish sama halnya ia hidup di dalam sangkar emas. Semuanya terwujudkan. Namun hati dan perasaan semuanya tertekan tak ada kata bahagia.


Menangis, kini ia merasa air mata itu telah mengering. Ia tak dapat lagi mengeluarkan butiran kristal itu lagi. Yang bisa ia lakukan hanya tertawa dan tertawa. Menyesal juga tak ada gunanya lagi. Toh, semuanya telah terjadi. Itulah yang ada di dalam fikiran Bella saat ini.


Hari berganti hari, Hamish kembali berlaku baik pada Bella. Namun kini Bella mulai sedikit berubah sikap pada Hamish. Bella yang dulunya menyukai semua yang Hamish lakukan, sekarang tidak lagi. Bella akan memperlihatkan sikap baiknya jika Hamish memberinya uang ataupun membelikannya sesuatu yang mahal. Namun jika Bella tak mendapatkan itu. Jangankan menyentuh, menatap Hamish saja ia tak mau.


Bella yang sekarang lebih menyukai menyapa, bahkan bertukar nomor telpon dengan para kolega bisnis Hamish. Karna setiap Hamish melakukan perjalanan bisnis ia akan senang tiasa membawa Bella.


Dari situ Bella mulai sibuk sendiri. menerima panggilan telpon, berbicara, bahkan menerima ajakan teman bisnis Hamish. Namun itu semua tampa sepengetahuan Hamish.


Seperti siang ini Bella menerima ajakan makan siang teman bisnis Hamish. Bella keluar menemuinya dengan alasan pada Hamish, kalau ia bosan tinggal di kamar tampa ada yang harus di kejakan.


"Hamish, aku mau keluar jalan -jalan, aku bosan tinggal di kamar terus, berhubung hari ini aku tak ada kerjaan, aku ingin menikmati keindahan negara ini." Alasan Bella pada Hamish.


Hamish hanya meliahat sekejap ke arah Bella, lalu kembali menatap layar laptopnya. Hamish tak mengatakan apa -apa pada Bella. Karna ia percaya apapun yang Bella katakan, pasti ia yang akan ia lakukan.

__ADS_1


Sesampai di depan Hotel ia tempati, Teman bisnis Hamish yang bernama Berian tengah menanti kedatangan Bella keluar dari dalam Hotel.


*****


Berian adalah teman bisnis Hamish. Dia berdarah asli jepan, namun karna tengah melakukan perjalanan bisnis, hingg akhirnya ia juga berada di negara yang yang tempati Hamish dan Bella melakuka perjalanan bisnis juga.


Dua malam yang lalu Berian dan Bella bertemu dalam satu acara yang di adakan teman bisnis Hamish. Bella mengenal Berian karna hamish yang mengenalkannya sebagai secretarisnya pada Berian.


"Hai, Hamish." Sapa Berian dengan mengulurkan tangan pada Hamish.


"Hai, juga, bagaimana kabarmu?" Hamish membalas uluran tangan lalu bertanya pada Berian.


"Semuanya baik." Lalu berian menatap ke arah gadis yang kini tengah berada di sampin Hamish. Berian bertanya. "Hamish, gadis ini siapa? apa dia?" Berian berenti berkata ketika Hamish, langsun menjawab.


Bella berkenalan dengan Berian, lalu berbicara sangat akrab, hingga akhirnya mereka berdua bertukaran nomor telpon. Dua hari ini Bella sering berbicara lewat telpon dengan Berian, walaupu ia harus sembunyi dari Hamish ketika ia mendapat panggilan telpon dari Berian.


Dan siang ini mereka berdua janjian makan siang di luar. Ketika Berian melihat Bella mendekat ke arah mobilnya. Dengan segera Berian menghampirinya.


"Kamu datang." Berian mengecup pipi kiri, kanan Bella. karna di negara yang ia tempati saat ini, semua itu hal yang biasa.


Bella tersenyum lalu menjawab. "Iya"


Setelah Bella mengatakan itu, Berian mengajak Bella ke mobilnya, lalu membukakan pintu mobil untuk Bella. Bella masuk ke dalam mobil.Setelah itu ia ikut masuk ke dalam mobilnya lalu membawa Bella berkelilin di negara yang mereka tempati saat ini.


Bella merasa senang karna mendapat ajakan jalan -jalan dan juga teraktiran makan siang dari Berian. Bella merasa sedikit bebas, karna selama ia bersama dengan Hamish ia selalu merasa berada di dalam sangkar emas, terkurung tampa harus melakukan apa -apa.

__ADS_1


Setelah selesai mengajak Bella berkelilil. Berian mengajak Bella berbelanja, apa saja yang ia sukai. Asal Bella merasa senang dan ingin menemaninya lagi jalan -jalan setelah ini.


Ya, Bella menurut saja, lagian bagi Bella siapa sih! yang tak mau di ajak berbelanja barang mewah. cuman wanita bodoh yang mau menolak ajakan itu. Itulah yang di fikirkan Bella saat ini.


Selesai berbelanja barang mewah, Berian mengajak Bella makan di Restorand mewah yang ada di negara yang mereka tempati saat ini. Berian menatap ke arah Bella yang kini tengah menikmati makanan yang telah ia pesan. Menyadari kalau dirinya tengah di perhatikan Bella menatap ke arah Berian lalu berkata.


"Kamu, kenapa? liatin aku kaya gitu? apa ada sesuatu di wajahku?" Bella bertanya serius pada Berian.


Berian tersenyum mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Bella, lalu ia berkata.


"Kamu sangat cantik Bella." Hanya kata manis itu yang keluar dari mulut Berian.


Bella tersenyum manis melihat ke arah Berian, lalu ia berkata. "Ah, kamu bisa saja." Bella berkata santai.


Namun Berian menangapinya dengan serius. "Benar, kamu sangat cantik Bella, aku suka sama kamu, sejak pertama kali kita bertemu."


Ucapan Berian membuat Bella kesedak, makanan yang ia makan, Bella batuk. Melihat Bella batuk dengan segera Berian berdiri, berjalan ke sampin Bella, lalu memberikan segelas air minum setelah itu ia menepuk pelan bahu Bella.


Setela melihat Bella tak batuk lagi. Berian kembali ke tempat duduknya lalu ia berkata. "Maaf, Bella bukan maksud aku, ingin mebuatmu seperti ini." Memasang wajah menyesal.


Bella tersenyum dengan memegan dadanya yang sedikit sakit akibat kesedat makanan yang ia makan. lalu ia berkata. "Aku tak apa, Berian, kamu santai saja."


Setelah itu keduanya kembali menikmati makanan mereka yang tersisa, tampa membahas kata yang tadi tengah Berian katakan. Bella juga tak ingin membahas soal itu, karna ia tau, ia tak mungkin meneriama ungkapan kata cinta itu. karna ia masih terikat dengan Hamish.


Seiring berjalangnya waktu Bella dan Hamish kembali ke kota yang mereka tempati tinggal.

__ADS_1


__ADS_2