Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
44


__ADS_3

"Ayo kita keluar." Berkata sambil merangkul lengan Nabila.


"Ayo, Mas."


Rendi dan Bella Pov


Sementara di tempat lain, Rendi dan Bella sedang makan bersama. Mereka bertemu tiga hari yang lalu di dalam sebuah Bar. Malam itu Rendi menolong Bella yang sedang mabuk berat. Rendi lalu membawa Bella ke sebuah hotel karna Rendi ngak tau alamat tempat tinggal Bella.


Malam itu, Bella pergi ke sebuah Bar terbesar yang ada di kota di tempati. Bella masuk ke dalam Bar mengenakan pakaian yang minim. Begitu banyak pemuda yang mengoda Bella bahkan menawarinya menhabiskan malam bersama sebagai imbalan Bella akan mendapat bayaran dengan harga yang tinggi.


"Hei, nona, kamu terlihat sangat cantik dan seksi,mau menemaniku malam ini?."


"Maaf Tuan,malam ini aku tak ingin menemani atau pun di temani."


"Nona jangan terlalu jual mahal."


"Tutup mulut kalian." Teriak Bella.

__ADS_1


Kedua pemuda yang menggoda Bella itu pun pegi dengan sangat kesal.dan salah satu dari keduanya ingin mengerjai Bella di dalam Bar itu. Pemuda itu kemudian memanggil pelayan Bar lalu menyuruh membawakan Bella sebotol minuman yang sudah di campurnya dengan obat perangsang .


"Bawakan wanita itu." Ucap Pemuda itu pada pelayan Bar.


"Baik Tuan."


Pelayan itu pun berjalan ke arah Bella. Bella yang melihat pelayan membawakan minuman. Dengan segera Bella mengambilnya lalu menuangkang ke dalam gelas kemudian meminumnya. Setelah meminum beberapa gelas, Bella sudah merasa aneh.


"Aku kenapa?,kenapa kepalaku sepusing ini?, aku juga merasa sangat kepanasan."


Bella pun berdiri dari tempat duduknya sambil memegan kepalanya. Bella berjalan di tengah keramaian orang yang menikmati music dalam Bar itu. Perlahan Bella mulai bergoyang mengikuti alur music yang lama goyangannya semakin hot membuat semua orang yang berada di tempat itu berhenti mengikuti irama music dan hanya memperhatikan goyangan Bella saja.


"Itu apa?." Tanya Rendi pada pelayan Bar.


"Itu Tuan, seorang gadis yang sedang mabuk berat dia membuka pakaiannya satu persatu."


Mendengar cerita pelayan Bar.Rendi merasa penasaran. Rendi pun memutuskan untuk mendekat ke arah kerumunan itu. Perlahan Rendi mulai memperhatikan wajah gadis yang kini sedang asyik bergoyang tampa alas kaki. dan entah apa yang merasuki Rendi sehingga dengan segera dia membuka jas yang di kenakannya dan langsung menutupi tubuh Bella yang hampir terlihat polos. Rendi pun langsung mengendong Bella keluar dari Bar.

__ADS_1


"Kamu siapa?," Tanya Bella sedikit linglung.


"Diamlah, jangan banyak bicara." Berkata tegas sambil memasukkan Bella ke dalam mobilnya.


Rendi pun melihat ke arah Bella yang kini sedang terbaring di job belakang mobil Rendi. Rendi pun kemudian berkata.


"Gadis ini aku bawa kemana?, aku tak tau alamatnya." Berkata sambil memegani kepalanya.


Sementara Bella tak berenti mengoceh di job belakang.


"Lebih baik aku membawanya ke hotel," Ucap Rendi sambil melajukan mobilnya.


Setelah sampai di depan sebuah hotel. Rendi masuk memesan satu kamar.lalu kembali lagi ke mobilnya untuk mengankat tubuh Bella masuk ke dalam hotel. Setelah selesai Rendi ingin segera keluar dari kamar hotel yang di tempati Bella saat ini. Namun Rendi mendengar suara tangisan.


Hiks, hiks, hiks, Suara tangisan Bella.


"Maafkan aku Doni, aku sangat mencintaimu, aku sangat menyesal karna telah meninggalkanmu, dulu aku mencintaimu karna uang,namun sekarang aku tulus mencintaimu dan kini kamu telah bahagia bersama istrimu bahkan sebentar lagi kalian akan memiliki anak, aku sudah tak punya harapan lagi." Berkata dalam tangisannya hingga akhirnya terlelap.

__ADS_1


Rendi yang mendengar semua yang di katakan Bella berkata.


"Sepertinya nama yang di ucapkan gadis ini tak asing bagiku, Doni, Doni, apa mungkin gadis ini yang pernah di ceritakan oleh Nabila?, apa iya?,aku tak yakin." Ucap Rendi sambil merebahkan tubuhnya di kursi sopa hotel hingga akhirnya terlelap.


__ADS_2