MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Emily Castano


__ADS_3

Gaffi de Niels adalah putra Joaquin de Niels dan Nohra Robinson yang merupakan seorang dokter bedah saraf otak. Sebagai seorang dokter Gaffi dijuluki dokter jenius karena kemampuan tangan dan otaknya. Sejak keluar dari mansion utama keluarga de Niels, Gaffi bekerja di salah satu rumah sakit di kota Roma. Sebuah rumah sakit swasta terbesar di Roma.


Gaffi menyelesaikan gelarnya sebagai spesialis bedah saraf otak ketika usianya dua puluh tahun. Setahun setelah dia menjalani kehidupan sesuai dengan keinginannya, yaitu menjadi seorang dokter. Cita-cita yang Gaffi sendiri tanamkan pada dirinya karena ingin menyembuhkan orang, hal tersebut berkaca pada kejadian yang menimpa Noura yang harus mengalami koma selama empat tahun. Gaffi tidak ingin jika anak-anak diluar sana merasakan apa yang dia dan saudaranya rasakan.


Sebagai presdir di JN CS Hospitals, Gaffi juga merupakan dokter spesialis disana. Jika ada kondisi yang mendesak dan juga kondisi pasien yang tingkat keberhasilannya dibawah lima puluh persen, maka Gaffi yang akan mengambil alih operasi. Gaffi hanya membantu di rumah sakit ini, tanpa ada jadwal praktek sama sekali.


Hingga suatu hari Gaffi bertemu dengan pasien yang mengalami sakit tumor di bagian otaknya. Pasien ini adalah pria tua berusia lima puluh delapan tahun bernama, Thomson Castano. Gaffi merasa iba pada kakek tua itu karena melihat derita cucu dari kakek itu. Katakan saja Gaffi tertarik dengan cucu dari pria tua tersebut.


" Tolong dok,, sembuh kakek saya. Apapun akan saya lakukan jika anda mau menjadi dokter yang mengoperasi kakek saya!!! " ucap Emily Castano mengiba pada Gaffi saat itu.


Emily memaksa Gaffi yang menangani kakeknya karena Emily sendiri sudah tahu bagaimana piawainya Gaffi menangani pasien nya. Presentase keberhasilan dari pengobatan yang Gaffi tanganku bisa mencapai seratus persen. Karena setiap pasien yang Gaffi tangani selalu sembuh dan tidak merasakan sakit lagi


" Aku pegang kata-kata mu itu... Kau akan melakukan apapun untuk ku... " Gaffi menyeringai tajam.


Satu bulan berlalu dan benar saja, Thomson Castano berangsur pulih. Bahkan yang dulunya kesusahan berjalan karena tumor di otaknya, kini mulai kembali bisa berjalan. Hal ini tentunya membuat Emily begitu bahagia. Keluarga satu-satunya yang dia miliki kini memiliki sedikit perpanjangan umur. Dengan begitu dia tidak akan sendiri hidup di dunia ini.


" Terima kasih dokter... Berkat anda saya bisa sembuh... " ucap Thomson berterima kasih pada Gaffi

__ADS_1


" Semua ini berkat cucu anda... Jika bukan karenanya mungkin saya tidak akan menajdi dokter yang menangani anda... " ujar Gaffi.


" Saya senang jika anda melakukan ini untuk cucu saya. Bolehkah jika saya mendekatkan cucu saya kepada anda? Anda masih belum beristri kan?" ucap Thomson semangat. Gaffi pun hanya mengangguk tanpa memberi kejelasan dari maksud anggukannya.


Sejak itulah dimulai kisah Emily yang menjadi seorang pelakor di rumah tangga Gaffi. Karena malam itu juga, Gaffi telah merampas apa yang dia jaga selama ini. Sesuatu yang seharusnya dia berikan pada suaminya kelak, kini justru diberikannya pada seorang pria beristri. Meski begitu Emily tidak menyesal, karena dia telah jatuh cinta pada pesona dokter spesialis bedah ini.


" Aku sudah menikah, tapi wanita yang aku nikahi adalah pembunuh istri ku... Jadi bisa dibilang aku hanya ingin balas dendam. Karena itu aku membutuhkan mu, jadilah selingkuhan ku maka kau bisa berada di dekat ku dan aku bisa menghancurkan hati wanita jal**** itu.. " cerita Gaffi setelah mereka melakukan kegiatan yang menguras tenaga dan keringat.


Emily terkejut mendengar bahwa Gaffi telah memiliki seorang istri. Terlepas dari tujuan Gaffi menikah tapi pad akhirnya status pria ibu adalah menikah. Emily tidak menyangka bahwa dia akan menjadi seorang pelakor. Tapi untuk sekarang ini mundur pun rasanya sudah terlambat. Dia telah kehilangan mahkotanya karena Gaffi, dan Gaffi menawarkan sebuah hubungan meski itu begitu menyakitkan. Tapi bagi Emily ini lebih baik daripada Gaffi membuangnya.


" Apa tidak masalah jika aku menjadi selingkuhan mu kak? Aku takut jika istri mu marah pada ku dan berbuat jahat... " ucap Emily ragu.


" Tapi tetap saja, yang namanya selingkuhan itu adalah orang yang bersalah. Aku tidak ingin jika semua menghujat ku dan akan sangat tidak baik jika kakek mendengarnya... " Emily masih berusaha agar Gagfi bisa mengubah rencananya.


" Kakek ku akan aman bersama ku. Semua biaya pengobatan dan kehidupan kalian mulai dari sekarang akan menjadi tanggung jawab ku.Yang perlu kau lakukan adalah memerankan peran yang aku siapkan untuk mu dengan sebaik-baiknya.. " Gaffi masih ngotot dengan rencananya.


Emily berpikir sejenak, jika benar apa yang dikatakan Gaffi bahwa pria inilah yang akan menghidupinya dan sang kakek, itu merupakan sebuah penawaran yang bagus. Andai Gaffi masih sendiri maka Emily akan dengan senang hati menyerahkan tubuh dan hatinya, tapi kali ini ceritanya sedikit berbeda.

__ADS_1


" Berapa lama aku perlu memerankan peran sebagai selingkuhan mu, Kak? "


" Satu tahun... Setelah itu kau bebas, aku akan mencarikan kehidupan untuk mu dan kakek mu yang terbaik.. Bagaimana? Apa kau menerima tawaran ku? "


" Baiklah kak... Aku menerima keinginan mu... " pada akhirnya Emily pun menyetujui rencana Gaffi.


" Maafkan aku untuk siapapun istri kak Gaffi sekarang. Tapi aku membutuhkan kakak Gaffi, kakek ku juga begitu... " batin Emily..


Sejak kesepakatan tanpa hitam dan putih itu dimulai, hingga kini sudah satu bulan lamanya hubungan mereka. Gaffi berniat ingin membawa Emily ke mansionnya dan memulai rencana pembalasan dendamnya yang pasti akan menghancurkan Kate sedalam mungkin.


" Ingat... Ketika kau sudah berada di mansion ku, jangan sekali- kali kau merendah atau merasa bahwa dirimu tidak sebanding dengan mereka. Kau adalah kekasih ku, jadi berperilaku lah sesuai dengan peran yang kau mainkan... " Gaffi mengingatkan.


" Iya kak... Aku akan menjadi obat yang terbaik ya... Semoga rencana kakak berjalan lancar mulai sekarang... " ucap Emily.


Ketika melihat ada seorang wanita dan anak perempuan yang masih kecil menyambut Gaffi, Emily tahu bahwa mereka berdua adalah orang-orang yang dibicarakan oleh Gaffi beberapa waktu yang lalu. Melihat Kate, membuat siapa saja wanita di dunia ini iri melihatnya. Cantik, terlihat pintar, keibuan dan yang paling penting, tutur katanya begitu sopan dan sepertinya adalah istri yang penurut. Lalu benarkan bahwa wanita ini yang membunuh istri pertama Gaffi..


Emily melihat bagaimana wanita cantik itu menghapus air matanya ketika suaminya mengatakan bahwa dirinya ini adalah kekasih yang dicintainya. Emily merasa tidak tega dan juga kasian karena. Hingga Emily memberanikan diri untuk berbicara dengan Kate. Tapi apa yang diterima, Emily mendapatkan penolakan.

__ADS_1


" Nyonya.... bangun nyonya... Nyonya... " Emily yang mendengar ada nada panik di dalam kamar yang baru saja dia masuki, bergegas melihat ke dalam.


" Ya Tuhan.... " Emily menutup mulutnya melihat apa yang ada di dalam kamar itu...


__ADS_2