MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Rekan kerja yang menyusahkan


__ADS_3

JN CS Hospital adalah rumah sakit swasta terbaik di Italia. Dokter yang bergabung di rumah sakit milik keluarga de Niels ini adalah dokter-dokter yang kompeten dan juga dokter yang memiliki gelar terbaik di setiap bidangnya. Rumah sakit yang didirikan oleh tuan Joaquin de Niels sepuluh tahun lalu ini telah mampu menjadi rumah sakit terbaik di Italia meski swasta.


Semua bidang spesialis ada di rumah sakit ini, lengkap dari yang umum sampai ke spesialis, dan salah satu departemen yang memiliki minat banyak dari pasien adalah departemen penyakit anak, departemen bedah saraf, dan juga departemen yang menangani penyakit dalam. Ketiga departemen ini selalu menjadi departemen paling sibuk di setiap tahunnya.


Menjadi departemen paling sibuk setidaknya harus benyak memiliki staff di dalamnya. Perawat dan dokter di tiga departemen tadi memiliki jumlah paling banyak. Jika pun dari sekian jumlah mereka masih ada staff kesehatan yang ingin bergabung dengan departemen itupun, akan tetap diterima.


Seperti pagi ini, semua dokter di kumpulkan di ruang rapat karena ada yang ingin presdir utarakan hari ini.Tidak hanya dokter saja, kepala perawat, kepala kebersihan, kepala dapur, kepala staf administrasi dan juga kepala keamanan diundang untuk hadir dalam rapat pagi ini. Jika sudah begini, biasanya akan ada dokter atau bagian penting lain yang masih baru bergabung.


" selamat pagi dokter Gaffi... bagaimana dengan seminarnya?" tanya dokter Brandon yang merupakan direktur bagian bedah saraf.


" Berjalan dengan lancar dok.. Jika saya yang turun tangan jangan khawatir.." ujar Gaffi membanggakan dirinya.


" Hahahahah.... tentu pasti.. Apa anda sudah dengan akan ada dokter baru yang bekerja di rumah sakit ini?" tanya dokter Brandon.


" Belum dok... Apa dokter baru ini ada di departemen kita atau tidak?"

__ADS_1


" Tidak... Sepertinya tahun ini tidak akan ada penambahan di departemen kita. Dokter baru ini akan ditempatkan di bagian departemen penyakit dalam.. Kalau saya tidak salah dengar sih.." gaffi mengangguk.


Sebenarnya Gaffi tidak terlalu peduli jika yang bergabung di rumah sakit ini buka bagian dari departemennya. Karena jika di tempatkan di departemennya, maka Gaffi akan menjadi pembimbing dokter itu selama satu bulan. Namun jika masuk ke departemen lain, berarti itu bukan urusan Gaffi.


Beberapa dokter lain dan kepala bgian non kesehatan juga sudah mulai berdatangan. Rapat seperti ini memang harus hadir tepat waktu karena tidak boleh berlangsung lama. Paling lama sepuluh menit, itu karena semu staf dokter dan juga kepala bagian berkumpul. Akan sangat tidak etis jika ketika pasien tengah membutuhkan bantuan dokter, tapi para dokter justru sibuk rapat.


Di sekitar Gaffi mulai terdengar bisik-bisik dari hampi semua yang ada di ruangan ini tentang orang baru yang akan bergabung dengan JN hospital ini. Ada beberapa yang menatap Gaffi seolah ingin tahu tentan siapa mereka, padahal Gaffi sendiri tidak tahu tetang hal ini. Mundur dari jabatannya sebagai presdir JN Hospital beberapa bulan lalu, membuat Gaffi tidak lagi ikut campur pada sistem rumah sakit. Dia hanya mengurusi pasiennya saja, selebihnya penggantinya yang akan mengurusi itu.


" selamat pagi semua.." presdir masuk ke ruang rapat diikuti oleh wakilnya dan sekretaris masing-masing.


" Silahkan duduk !!" ucapnya ketika semua yang berkumpul di ruangan ini berdiri untuk menyambut kedatangannya.


" Pertema saya ucapkan selamat pada dokter Gaffi atas kesuksesannya dalam seminar di Berlin. Terima kasih telah mewakili JN hospital, dan maaf merepotkan anda.." dokter Parveen tersenyum menatap Gaffi, " Dan selamat datang kembali ke JN Hospital..." sambutan dokter Parveen ini diiringi tepuk tangan yang meriah oleh semua yang hadirdi ruangan ini.


Semuanya menatap Gaffi dengan tatapan kagum, karena tidak bisa diragukan lagi kemampuan dokter satu ini meski usianya masih muda. Karir Gaffi memang mendulang kesuksesan naum berbanding terbalik dengan kehidupan pribadinya yang selalu diterpa huru hara. Terakhir rumah sakit heboh karena ada pasien yang dipastikan adalah selingkuhan Gaffi.

__ADS_1


" Dan untuk pembahasan yang kedua. Disini saya akan memperkenalkan dokter-dokter baru yang akan bergabung dengan rumah sakit kita mulai hari ini. Mereka akan menjadi anggota keluarga baru kita, dan saya harap semuanya bisa menerima kedatangan mereka ini dengan baik. Sesuai dengan visi dan misi dari rumah sakit tempat kita bekerja saat ini..."


" Tidak panjang lebar lagi, saya persilahkan dokter Thalia Moreno dan Dokter Park Zeno untuk masuk ke dalam.." ucap dokter Parveen memanggil dua dokter baru itu untuk masuk dan memperkenalkan diri.


" Selamat pagi semua.... saya Thalia Moreno, dokter spesialis jantung. Salam kenal dan mohon kerjasamanya..." dokter Thalia memperkenalkan dirinya dan membungkukkan badan sebagai akhir dari perkenalannya.


" Selamat pagi semuanya.... saya dokter park Zeno,seperti nama keluarga saya, saya ini berasal dari Korea Selatan. Say dokter spesialis penyakit dalam, untuk semuanya salam kenal dan mohon kerja samanya.." dokter Zeno ikut memperkenalkan diri.


Setelah sesi perkenalan selesai, rapat ini diakhiri dan semua orang bisa kembali ke tempat mereka bekerja. Dokter Thalia pun mengejar Gaffi yang keluar lebih dulu dari ruangan ini karena posisinya dekat dengan pintu.


" Dokter Gaffi.... Dokter Gaffi... Tunggu...!!!" dokter Thalia setengah berlari berteriak memanggil nama Gaffi.


" Ya? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gaffi bersikap sopan meski dalam hat sudah ingin kabur dari sana.


" Senang akhirnya kita bisa satu tempat kerja... Nanti siang bisakah anda menemani saya makan siang. Saya belum punya teman." pinta dokter Thalia terlihat begitu centil.

__ADS_1


Beberapa suster dan staf bagian administrasi yang lewat lorong itu langsung ingin muntah melihat tingkah centil dokter Thalia. Para suster dan staf administrasi pun langsung membunyikan alarm gosip mereka dan pasti hari ini akan langsung menyebar ke setiap sudut rumah sakit. Dokter baru kecentilan dengan dokter Gaffi, pasti itu judul gosip yang akan panas minggu ini.


" maaf dok... Anda bisa mengajak dokter atau suster bagian departemen jantung. Mereka orang yang ramah dan mudah bergaul. Saya tidak bisa menemani karena saya ada operasi siang ini... Suster Bernadetta,,, bisa kita bicara..." Gaffi langsung kabur meninggalkan dokter Thalia yang jadi kesal sendiri karena ajakannya ditolak oleh Gaffi.


__ADS_2