MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Dua hati dua derita


__ADS_3

JN Group merupakan induk dari semua perusahaan yang berada di bawah naungan nama de Niels. Dan yang menjadi pemimpinnya adalah Galen de Niels, putra tertua Joaquin de Niels dan Noura Robinson de Niels. JN Group terdiri dari lima puluh lima lantai, dimana lantai lima puluh empat adalah ruangan milik CEO nya. Sedangkan di lantai lima puluh lima adalah ruangan yang dikhususkan jika anggota keluarga de Niels datang berkunjung.


Pagi ini di JN Group suasananya terlihat lain dari sebelumnya. Semua karyawan menatap seorang pria yang menerobos masuk begitu saja ke ruangan CEO. Bahkan ketika sekretaris CEO melarangnya, pria itu sama sekali tidak merespon. Langsung melenggang masuk seperti menganggap larangan sekretaris CEO hanyalah dengungan lalat.


Pria itu menatap horor Galen yang tengah duduk di kursi kebesarannya fokus pada laptop dan beberapa berkas di hadapannya. Pria itu langsung duduk begitu saja di sofa yang ada di ruangan CEO. Berusaha membuat suasana sebising mungkin agar Galen mau memberinya atensi penuh. Dan setelah beberapa menit, usahanya benar-benar berhasil. Galen beranjak dari kursi kebesarannya menghampiri pria itu di sofa.


" Sepertinya mengambil semua fasilitas yang daddy berikan, termasuk jabatan mu di rumah sakit, justru membuat mu menjadi santai. Aku jadi iri pada mu, apakah perlu kita bertukar tempat? Kau gantikan aku menjadi CEO... " sarkas Galen mengambil tempat duduk di depan pria yang datang berkunjung.


" Dan bisa aku pastikan, aku akan membuat JN Group mendapatkan masalah agar kau pusing. " balas pria itu.


" Jika kau kemari hanya untuk mengganggu ku dan menanyakan keberadaannya, maka aku jawab lebih baik kau pulang saja.. Aku tidak berniat menjawab.. " ucap Galen tegas sebelum pria yang adalah salah satu saudara kembarnya itu mulai pembicaraan yang dia tahu arahnya kemana.


" Kami masih belum bercerai Len,, kalau kau tidak ingat.. Jadi dia masih menjadi tanggung jawab ku sepenuhnya... Kau tidak berhak untuk ikut campur.. " Gaffi merubah ekspresi wajahnya menjadi serius. Terlihat begitu dingin dan tidak tersentuh.


" Aku sudah ingin ikut campur sejak pertama kali mengetahui tentang rahasia yang kau sembunyikan dari kami. Tapi kau tahu apa yang Kate katakan saat aku menawarinya untuk membawanya pergi?"


" Maksud mu? " kening Gaffi berkerut.

__ADS_1


" Kate mengatakan pada ku bahwa dia mencintai mu dan ingin memberikan kesempatan pada pernikahan kalian berdua dan diri kalian masing-masing. Namun harapannya untuk menjalin pernikahan yang lebih baik hancur saat kau membawa pelakor itu. Tapi ngomong-ngomong soal pelakor, kenapa kau tidak mencarinya, justru sibuk mengganggu menanyakan keberadaan Kate? "


" Dia berkata seperti itu? Kau pasti bohong... " Gaffi tidak percaya. Galen hanya menaikan bahunya tidak peduli.


" Aku tahu kau sudah mengurus wanita itu, jadi untuk apa aku bertanya... "


Galen geleng kepala, melihat respon Gaffi ketika dia bertanya tentang Emily. Gaffi adalah pria pertama bagi Emily, namun sekarang seolah Gaffi tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan wanita yang berbagi peluh dengannya dan menjadi jal**** pribadinya sejak beberapa bulan yang lalu.


Kalau dipikir-pikir, Gaffi benar-benar sangat keterlaluan karena telah merusak hidup dua wanita yang menurut Galen berhak mendapatkan sebuah hubungan pria dan wanita yang baik. Galen tidak menyangka, saudaranya bisa menjadi seperti ini setelah kematian iparnya satu tahun yang lalu.


" Pulanglah,, aku tidak akan mengatakan apapun pada mu.. Selain aku ingin menjauhkan dia darimu, aku juga ingin Kate berobat. Istri mu itu mengidap GAD yang sudah parah. Dan itu semua karena perlakuan mu selama ini.. " Galen mengusir Gaffi dari sana.


" Istri yang tidak kau anggap, begitu maksud mu... " Gaffi kicep.


Benar saja, selama lebih dari empat jam, Gaffi tidak beranjak dari sofa yang ada di ruangan Galen. Dia bahkan sampai tertidur di sofa karena bosan menunggu Galen mengatakan dimana Kate berasa. Namun sial sungguh sial, sebelum Galen mengatakan keberadaan sang istri, Gaffi justru mendapatkan telefon dari rumah sakit yang mengatakan ada kondisi emergency di rumah sakit.


" Bye... " ledek Galen ketika melihat Gaffi keluar dari ruangannya dengan cemberut.

__ADS_1


Jika Gaffi tengah berusaha mencari keberadaan Kate, lain dengan wanita satu ini yang ingin segera menjauh dari Gaffi. Rasanya sudah tidak ada yang perlu diperbaiki, karena itu dia meminta pengacaranya untuk memproses pengajian perceraian dirinya dengan Gaffi.


Kate menyerah, bukan karena dia tidak mampu bertahan dengan sikap Gaffi. Tapi Kate tidak ingin ketika nantinya mereka memiliki anak lagi, maka anak itu akan menjadi korban seperti calon anaknya yang baru saja pergi itu. Kate terlalu takut jika harus kehilangan lagi, karena dia sekarang ini tidak lagi bisa bergantung pada siapapun. Kate harus menjadi berani dan juga menghadapi semua rintangan dalam hidupnya ini.


" Maafkan mama ya princess kecil, mama terpaksa harus pergi karena mama tidak diinginkan oleh daddy.. Tapi mama berjanji suatu hari ini, ketika mama sudah sembuh, mama akan datang pada mu nak.. Tolong jangan lupakan mama... hiks... " Kate kembali meratapi nasibnya.


Sejak dia pergi dan bersembunyi dari sang suami, Kate tidak berhenti meratapi nasibnya yang baginya begitu menyedihkan. Tidak diinginkan oleh suami, bahkan dibenci, kehilangan calon anak, harus merelakan berpisah dengan anak yang dia sudah sayangi seperti anak kandungnya sendiri. Apalagi sekarang ini Kate hanya sendiri, bertemankan sepi.


Tugas Kate tetap berada di Milan adalah mensuplai ASI untuk Carmel saja, sampai dimana Carmel. tidak membutuhkannya. Setelah itu, Kate akan pergi ke tempat yang sangat jauh untuk menyembuhkan penyakit kejiwaannya. Pasalnya, kondisi kejiwaan Kate sekarang sudah tidak bisa dikatakan aman lagi. Namun, berbahaya karena ada sesuatu dalam diri Kate yang berusaha untuk mendominasi.


Kate terus melamun di pinggiran jendela kamarnya, menatap langit yang berubah menjadi warna senja. Indah dipandang mata namun justru menjadi cambukan untuknya karena seperti tengah menertawakannya yang kini tak seindah dulu lagi.


Kate menghela nafasnya, rasanya benar-benar berat baginya menjalani hidup ini. Tidak pernah terbayang di pikirannya akan mengalami hal semacam ini. Karena baginya dulu, bisa menikah dengan pria yang dicintai adalah sebuah hal terbaik yang terjadi dalam hidupnya. Namun kini justru mengantarkannya kepada kepedihan yang tidak berujung.


" Setidaknya aku pernah menjadi bagian dalam diri mu Mas... Setidaknya aku pernah menjadi istri dan juga pernah berbagi segalanya dengan mu... Itulah yang tidak membuat ku menyesal pernah mengenal mu... " batin Kate.


Meski dia telah membuat keputusan untuk meninggalkan Gaffi. Sungguh sebenarnya hatinya merindu, merindukan pemilik hati dan cintanya. Kate memberikan segalanya untuk Gaffi termasuk. harga dirinya, sehingga kini satu hal pun dalam dirinya tidak ada.

__ADS_1


Ditengah lamunannya, Kate melihat siluet dari mobil yang dia kenal berhenti di depan tempat tinggalnya. Terlihat seseorang yang juga Kate kenal turun dari mobil itu. Membuat Kate seketika ketakutan, dan langsung berlari menuju ke ruang rahasia.


__ADS_2