MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Rela bertanggung jawab


__ADS_3

Tubuh Gaffi terasa begitu lemas ketika mendengar ucapan dari Emily. Benar itu anaknya, dan dia harus bertanggung jawab pada anak itu, lalu bagaimana dengan Kate. Bagaimana dengan yang dia dan Kate buat, beserta janji mereka. Gaffi telah mengkhianati itu semua bahkan tanpa sadar. Tubuh Gaffi pun ambruk ke lantai karena terlalu shock dan teramat terpukul dengan kenyataan yang ada.


Tidak hanya Gaffi yang terkejut, tapi semua orang yang ada di ruangan ICU terkejut dengan fakta yang baru saja mereka dengar tentang seorang dokter Gaffi. Benar ternyata semua gosip yang beredar di rumah sakit, bahwa pasien yang membuat dokter Gaffi begitu perhatian adalah wanita yang pernah menjadi selingkuhannya.


" Segera proses kepindahannya ke ruang VVIP.. " setelah mengatakan itu Gaffi berniat meninggalkan ruangan yang menurutnya begitu menyesakkan dada itu.


" Kak dengar kan aku dulu... " panggil Emily. Tapi seolah tuli Gaffi sama sekali tidak berhenti dan terus melangkah menuju pintu hingga benar-benar terhenti karena ucapan Emily.


" Itu adalah anak kak Can, dia adalah suami ku kak.. Aku mohon maaf karena aku telah.... "


" Diam Emily... Kau benar-benar berniat menjelaskan semuanya disini.. " Gaffi langsung memotong ucapan Emily.


Degh...


Emily baru tersadar jika di tempat dia berada di sini masih ada beberapa tenaga medis yang tadi membantunya. Menyadari kesalahannya Emily langsung tertunduk diam menyesali niatnya yang berusaha untuk menjelaskan secepat mungkin sebelum terjadi salah paham yang lebih dari ini.

__ADS_1


Gaffi benar-benar meninggalkan ruang ICU dan langsung berjalan menuju ke ruangannya. Begitu sampai dan masuk, tubuh Gaffi langsung merosot ke lantai dengan punggungnya yang bersandar di pintu ruangan kerjanya. Tubuh nya masih lemas dan jantungnya berpacu cepat sekali saat ini. Hampir saja, hampir saja hidupnya berakhir. Beruntung Emily menjelaskan walaupun cuma sedikit. Tapi itu sungguh mampu membuat hati Gaffi menjadi lega.


" Terima kasih Tuhan... Aku tidak bisa membayangkan jika itu benar anak ku dan aku kembali menyakiti Kate.. Dia pasti benar-benar akan pergi dari hidup ku selamanya jika itu benar terjadi.. Terima kasih... Terima kasih... " Gaffi langsung mengucap syukur.


Siapa yang tidak tegang jika mengetahui dirinya memiliki anak dari selingkuhan disaat hubungannya dengan istri sahnya sudah membaik. Itulah yang dirasakan Gaffi, karena dia pun sudah ketar ketir tadi ketika Emily belum memberikan penjelasan. Bisa-bisa Gaffi spot jantung dan berakhir bunuh diri jika hubungannya dengan Kate kembali hancur.


" Can? Siapa orang itu? Jika dilihat dari usia kandungannya jelas saat itu dia masih menjadi selingkuhan ku.. Lalu kapan dia bertemu pria itu dan kapan mereka membuat anak? " gumam Gaffi dalam hati mulai bertanya-tanya.


" Tapi biarlah.. Yang penting itu bukan anak ku, karena jika itu anak ku maka hidup ku akan hancur. Bukan tidak ingin, tapi disaat ini, itu adalah keputusan yang tidak tepat.. " Gaffi menghentakkan bahunya ke atas tidak peduli.


Suami Emily adalah asisten pribadi dari salah satu kolega keluarga de Niels. Jika ditanya bagaimana bisa bertemu dan berkenalan, tentu saja saat Emily pergi ke rumah sakit untuk melakukan steril agar tidak sampai hamil anak Gaffi. Disaat itulah pria itu mengatakan agar Emily mengurungkan niatnya melakukan steril karena usianya masih sangat muda. Pria itu berjanji jika Emily sampai hamil, maka pria itu mau bertanggung jawab karena sudah cinta sedari pertama bertemu.


Pertemuan pertama kala itu terus berlanjut di hari berikutnya. Setiap Gaffi pergi bekerja, maka Emily akan pergi ke tempat pria itu dan melakukan hubungan badan. Belum lagi jika Gaffi tugas malam hari, sudah pasti Emily menginap di apartemen pria itu. Kate tentu saja tidak tahu karena Kate sungguh tidak peduli dengan apa yang Emily lakukan.


Saat Emily telah melamunkan kejadian masa lalu, saat itulah pintu ruangan VVIP itu terbuka dan masuklah Galen dan daddy Joaquin ke dalam. Tujuan dia pria itu datang karena perlu berbincang dengan Emily tentang anak yang baru saja dilahirkan Emily itu. Karena sejujurnya Galen sudah tahu tentang hubungan Emily dan Can. Tentu Galen tahu dari mulut Can sendiri, dan dia pun pernah memergoki mereka berdua bersama keluar dari hotel.

__ADS_1


Saat Emily diminta pergi oleh Galen saat hubungan perselingkuhan Emily dan Gaffi mencuat ke permukaan, saat itu hal yang membuat Emily yakin pergi adalah karena kehamilannya dan Can yang ingin menikahinya. Galen membuat mereka berdua segera resmi menikah karena kehamilan Emily saat itu. Jadi saat tadi Galen menemui Gaffi, hal itu hanya untuk menakut-nakuti saudara kembarnya itu agar ketakutan.


" Tuan... " Emily berusaha untuk duduk namun perut dan kepalanya masih sangat sakit.


" Berbaring lah tidak apa.. Aku hanya sebentar.. Aku ingin mengatakan suami mu sedang dalam perjalanan pulang dari Jerman.. Nanti malam mungkin sudah sampai.. " ucap daddy Joaquin duduk di kursi dekat ranjang.


" Emily, apa yang aku ingin katakan ini adalah harapan ku dimasa lalu. Harapan ku agar kau tidak akan pernah masuk ke dalam hidup putra ku lagi. Aku paham ini semua memang keputusan dari Gaffi tapi aku sungguh tidak ingin Gaffi goyah karena diri mu.. Apa kau mengerti? " daddy Joaquin berusaha menegaskan.


" Saya paham tuan.. Anda tidak perlu khawatir.. Saya tidak akan lama disini, saya pun paham situasi saat ini dan saya senang jika kak Gaffi dan kak Kate bisa kembali bersama... " Emily tersenyum. Dia sungguh tidak terbebani dan tersinggung dengan ucapan daddy Joaquin.


" Good Girl... " daddy Joaquin mengusap kepala Kate.


Galen menatap datar pemandangan yang ada di depannya itu. Dia bukan tidak suka pada Emily, tapi benci cara Emily yang sampai rela menjadi pelakor yang dicemooh orang banyak hanya karena ingin balas budi pada Gaffi. Galen tidak bisa membenci karena Emily sendiri sudah hidup susah selama ono, jadi sangat tidak baik jika Galen membenci seseorang yang bahkan tidak akan mampu bersaing dengannya.


Pintu ruangan Emily terbuka dari luar, menampilkan sosok pria tampan berdiri diambang pintu. Pria yang baru datang itu sangat terkejut melihat dua orang yang merupakan kepala keluarga de Niels. Pria itu sampai terkejut bukan main melihat pemandangan mengharukan di depan matanya ini.

__ADS_1


" Kenapa kalian disini? "


__ADS_2