MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Liburan berakhir dikerjai


__ADS_3

Gaffi sengaja meliburkan diri setelah semua kesibukan yang dia jalani selama ini. Ini adalah kali pertama dalam hidupnya dia mengajak Carmel jalan-jalan. Seperti saran Galen, dia harus menikmati hidup ini terlepas apapun nanti jawaban dari Kate. Hal itulah yang membawa Gaffi hari ini mengajak putrinya untuk jalan-jalan.


Carmel sudah berusia hampir lima tahun sekarang ini, parasnya cantik dengan warna mata sama dengan Gaffi. Keduanya berjalan memasuki taman bermain dan langsung mendapatkan tatapan kagum dari pengunjung yang lain.


" *Wah... Hot daddy nih... "


" Iya hot daddy banget.. Putrinya juga cantik, aduh matanya itu lho indah.. "


" Wah.. Jadi kepengen ikut biar bisa saja mamanya*... "


Dan masih banyak lagi celotehan orang-orang yang memperhatikan Gaffi dan Carmel berjalan memasuki area taman bermain.


Gaffi menggendong Carmel karena tempatnya sangat padat sekali. Banyak yang hari ini berkunjung ke taman bermain sehingga taman ini penuh sesak para wisatawan. Gaffi menggendong Carmel agar tidak kehilangan jejak sang putri. Bisa mati digantung mommy Noura jika sampai Carmel lecet barang sedikit saja.


" Oke my Girl,, kemana tujuan pertama kita? " Gaffi menurunkan Carmel, kemudian berjongkok untuk bertanya kemana putrinya ingin mencoba wahana permainan terlebih dahulu.


" Aku mau es krim dulu daddy.. Can i? " pinta Carmel.


" Oke.. Tapi satu aja ya,, nanti sakit gigi kalau terlalu banyak makan es krim.. " pesan Gaffi.


" Kalau begitu aku ingin es krim dengan tiga rasa ya.. Coklat, strawberry, dan vanilla or mocha.. " ujar Carmel senang.

__ADS_1


Gaffi membawa Carmel ke kedai es krim tidak jauh dari wahana roller coaster. Gaffi memesan dua es krim, satu untuknya yang rasa coklat kopi dan untuk Carmel es krim dengan tiga rasa. Keduanya duduk di salah satu bangku yang ada di taman bermain itu, melihat orang berlalu lalang sambil mereka menikmati es krim. Gaffi sesekali mengusap sudut bibir Carmel yang terdapat sisa es krim karena makannya terburu-buru.


" Carmel.. Minum es krimnya pelan dong.. Nanti bisa kotor lho baju kamu.. " tegur Gaffi yang jadi sibuk mengelap sisa es krim di mulut Carmel.


" Ups.. Sorry daddy.. Karena es krim ini sangat enak jadi aku makannya cepat-cepat.. Takut meleleh daddy.. " ujar Carmel terlihat begitu menggemaskan dimata Gaffi.


" Nggak akan ada yang minta my Girl.. Makan aja pelan nggak usah terburu.. " Gaffi mengusap kepala Carmel. Kalau sudah seperti ini, biasanya dia akan kembali mengingat sang istri yang sudah berpulang ke sisi Tuhan. Meski pernikahan mereka dan kebersamaan mereka hanya sebentar, tapi itu adalah kenangan terindah Gaffi hingga kapan pun.


" Kau mirip mommy mu, girl.. Dia juga selalu makan es krim tiga rasa.. Seperti saat ini, dia juga kalau makan es krim belepotan kemana-mana.. " batin Gaffi.


Hingga hari ini Gaffi tidak pernah membahas masalah Bellvania di depan Carmel. Gaffi tahu jika Carmel sudah paham tentang dirinya yang punya dua ibu, mommy dan mama. Hanya saja untuk menjelaskan bahwa mommy Carmel sudah tiada dan mama Carmel sekarang berada di tempat jauh untuk berobat, Gaffi tidak sanggup. Kedua ibu Carmel pergi karena dirinya, Bellvania, karena ketidakmampuan dirinya menjaga wanita yang telah memberinya anak itu. Sedangkan Kate, karena dirinya yang dengan kejamnya memperlakukan Kate dengan buruk.


Gaffi belum siap dibenci oleh putrinya, karena hanya Carmel yang dia miliki di dunia ini. Gaffi begitu menyayangi Carmel meski waktunya selama ini jarang dia manfaatkan untuk si buah hati. Tapi kini, dibandingkan memikirkan yang telah berlalu, Gaffi fokus ingin membahagiakan dirinya sendiri dan juga putri kecilnya ini.


" Apa? Rumah hantu? Jangan kesana sayang, disana itu menyeramkan.. Kita naik bianglala atau rollercoaster saja ya.. " Gaffi berusaha mengalihkan perhatian Carmel.


" Why? Nggak serem kok dad.. Uncle Gafar dan uncle Galen sudah pernah mengajak ku masuk ke sana.. " ujar Carmel. Gaffi tentu saja tidak percaya dan merutuki kedua saudaranya itu. Pantas saja mereka mengatakan agar Carmel diajak ke taman bermain. Rupanya ada udang dibalik rempeyek.


" Daddy nggak suka tempat gelap, my Girl.. Jadi kita cari wahana lain ya.. " Gaffi pantang menyerah agar putrinya tidak sampai masuk ke rumah hantu.


" It's okay daddy, we are together.. Jadi jangan takut, karena Carmel akan melindungi daddy.. " Carmel menepuk pelan dadanya menyombongkan diri.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa Gaffi lakukan saat Carmel terus menyeretnya masuk ke rumah hantu. Ingatkan nanti ketika dia sudah sampai di mansion, untuk segera membuat perhitungan dengan Galen dan Gafar atas ide gila mereka ini. Gaffi yang pasrah sambil terus komat kamit baca mantra agar jangan sampai dia mempermalukan dirinya sendiri nanti ketika msuk ke dalam.


Ketika masuk, awalnya masih biasa saja. Gaffi menjalan menggandeng Carmel dengan kuat. Carmel pun terkekeh geli melihat daddy nya yang ternyata benar sekali ucapan kedua pamannya. Rupanya ini yang membuat daddy nya menolak diajak masuk ke sini. Carmel tidak mengangkat, daddy nya yang adalah seorang dokter bisa percaya dengan hal gaib seperti ini.


Lorong pertama dilalui dengan sangat baik, Carmel pun mengajak Gaffi masuk lorong kedua. Di Sana ada kereta kecil cukup untuk dua orang. Carmel meminta Gaffi untuk naik ke kereta itu, dan kereta itupun berjalan. Baru beberapa meter semakin masuk ke dalam, kejutan sudah menantikan Gaffi di sana.


" AAAAARRRRRRGGGHHHHHH.... "


" AAAAAARRRRRRGGGGGHHHHHH.... "


Gaffi berteriak seperti orang kerasukan karena tiba-tiba muncul hantu dengan wajah yang sangat buruk. Carmel sampai terpingkal melihat tingkah daddy nya yang tidak masuk akal itu. Carmel bahkan hampir terkencing di celana melihat daddy nya ketakutan dengan tingkah lucu lainnya untuk mengekspresikan rasa takutnya.


" Daddy, don't affraid.. Its just a toy daddy.. Not real.. " Carmel berucap seolah didepannya ini hanya miniatur hantu.


" Apakah masih lama mu Girl.. Jantung daddy sudah tidak ku..... AAAAAARRRRRGGHHHH.... "


**********


Di mansion utama de Niels, Gafar dan Galen tidak henti nya tertawa jika mengingat berapa Gaffi sangat benci dengan yang namanya hantu. Bukan takut, hanya saja ketika melihat wajah yang berantakan membuatnya histeris. Jadi yang membuat Gaffi takut adalah bentuk wajah hantu tiruan itu.


" Hahaha.. Sepertinya kita harus segera pergi sebelum dia pulang. Hahahahaha... " Gafar masih terpingkal karena mengingat kejadian Gaffi yang pernah sampai pingsan dan kencing di celana saat masih kecil dulu.

__ADS_1


" Salah sendiri berani membuat kita jantungan karena OD obat anti depresan.. Sekarang kita buat saja dia bertemu dengan hantu... Hahahahaha.. "


Hilang susah wibawa ketiga putra daddy Joaquin dan mommy Noura ini. Biasanya yang terlihat begitu tenang dan berkharisma, kini ketiganya keluar sifat aslinya.


__ADS_2