
Seorang pria tampan terlihat memasuki lobby Berliana Group. Semua mata menatap sosok pria yang terlihat begitu mempesona dan juga tampan, gagah dan berkharisma. Kesannya melihat sosok pria ini seperti melihat aktor ternama di Italia.
" Nyonya Kate apakah ada di kantornya? " tanya pria itu pada bagian resepsionis. Semua wanita yang ada di lobby itu jadi ingin menjadi resepsionis. Mereka iri karena diajak bicara oleh pria tampan yang menjadi pusat perhatian di lobby ini.
" Wakil presdir sedang berada di kantornya, tapi kalau boleh tahu apa anda memiliki janji dengan beliau? " tanya resepsionis itu sopan.
" Ah... maaf.. Aku belum membuat janji dengannya karena aku sedang ingin memberinya kejutan. " pria itu pun mengeluarkan kartu namanya. Kartu nama yang membuat mata kedua resepsionis itu terbelalak kaget. Nama yang tertera di kartu nama itu bukanlah nama orang biasa.
" Saya akan menghubungi sekretaris wakil presdir, tuan.. Mohon ditunggu sebentar... "
Pria yang adalah tamu dari Kate ini terlihat tengah memperhatikan sekitar lobby. Menurut pria itu tatanan lobby di Berliana Gruop ini cukup nyaman meski tidak seperti lobby di perusahaan miliknya. Mungkin nanti dia bisa memberikan sedikit saran pada Kate untuk mengubah lobby menjadi lebih nyaman.
Menunggu sebentar, resepsionis yang menghubungi sekretaris Kate tadi mengatakan bahwa pria yang datang bertamu itu bisa langsung ke lantai 45 menggunakan lift khusus presdir dan dewan direksi. Pria itu tersenyum begitu mempesona sebelum meninggalkan bagian resepsionis.
" Oh God.... Aku meleleh... Senyumnya,,, luar biasa sekali... " seru resepsionis tadi.
Pria yang disebut oleh kedua resepsionis tadi hanya tersenyum tipis karena mendengar seruan dari dua wanita tadi. Pria ini puji bergegas ke ruangan presdir di lantai 45.
" Anda sudah datang tuan.... Mari silahkan masuk... " sekretaris Kate membukakan pintu untuk pria tadi.
" Thank you... " pria tadi masuk ke ruangan Kate, tapi pemilik ruangan tidak berada di ruangan tersebut. Pria tadi menoleh menatap sekretaris Kate.
__ADS_1
" Nyonya pasti berada di kamar pribadinya tuan, mari ikuti saya... " Sekretaris Kate mempersilahkan pria itu untuk mengikutinya.
Pria itu tersenyum melihat sosok yang dia cari tengah menemani putri kecilnya tertidur di ruangan pribadi itu. Rasanya bahagia bisa melihat mereka bisa sedekat itu meski keduanya bukanlah ibu dan anak kandung. Rasa lega menyeruak masuk ke dalam relung hatinya, bersyukur bahwa Kate lah yang menjadi ibu dari Carmel.
" Permisi.... "
Kate langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar pribadinya. Kate pun langsung melompat turun ketika melihat siapa yang berkunjung ke kantor pribadi miliknya. Carmel yang merasakan pergerakan Kate pun ikut terbangun dan langsung bergerak-gerak ingin bangun.
" Kakak disini? " tanya Kate terlihat sepeti orang bodoh.
" Tidak boleh ya? Kebetulan tadi aku lewat di depan Berliana.. Dan aku juga mendengar ini hari pertama kau kembali bekerja.. Jadi aku berkunjung saja.... Hai little princess... " Carmel memberontak ingin digendong oleh pria yang di sebut kakak oleh Kate.
" Apa ada masalah sampai kakak sibuk sekali? " Kate basa basi.
" Tidak juga.... Hanya membereskan beberapa kekacauan di perusahaan dan di keluarga saja. " jawab Galen santai.
Alih-alih duduk di sofa, Galen memilih duduk di play ground yang tadi digunakan Carmel untuk belajar. Kate memperhatikan dengan seksama ketika Galen begitu sabar dan perhatian bermain dengan Carmel. Sesuatu yang jarang sekali Daddy Carmel lakukan karena entah itu dimulai sejak ada Kate di mansion ataupun memang sejak awal begitu.
" Kenapa melamun disitu? Sini duduk dan bermain dengan kami!!! "
" Aku sudah pesan makanan untuk kita semua makan siang.. Duduk lah bersantai dulu baru nanti makan.. Jangan memporsikan dirimu terlalu lelah bekerja.. Kau punya Carmel yang harus diperhatikan... " ucap Galen.
__ADS_1
Sejenak orang akan berpendapat bahwa ucapan Galen ini biasanya saja. Namun jika ada orang yang mengetahui tentang bagaimana rumah tangga Kate, pasti mereka mengerti arti dari kalimat ' kau punya Carmel yang harus diperhatikan ' Karena seharusnya Galen mengatakan kau punya keluarga yang harus diperhatikan.... Benar bukan
Kate menganggukkan kepalanya dan ikut duduk di samping Diana, pengasuh Carmel. Berhadapan dengan Carmel dan Galen, bermain bersama dan tertawa bersama. Carmel pun terlihat begitu cerita ketika Galen mengajaknya bermain. Hati Kate yang sempat beku karena perlakuan Gaffi kemarin, menjadi hangat karena melihat bagaimana Galen memperhatikan putri sambungnya itu.
" Andai kakak adalah daddy Carmel, dan andai kakak adalah suami ku... Akankah aku akan mengalami semua penderitaan ini? " batin Kate bertanya-tanya.
Lamunan Kate buyar ketika pengantar makanan yang Galen pesan sudah datang. Mereka semua pun menikmati makan siang bersama. Bahkan Galen membelikan makanan untuk sekretaris Kate juga. Sungguh sangat baik hati sekali pria di depannya ini. Kenapa berbanding terbalik dengan saudara lainnya yang adalah suami Kate sendiri.
" Kau makan dulu saja Kate,,, biar aku yang menyuapi Carmel.. Kalian makan dulu saja.. " ucap Galen.. Pria itu langsung mengambilkan bubur ayam yang dia pesan untuk Carmel dan menyuapi nya.
Ternyata yang baper dengan sikap Galen bukan hanya Kate saja, tapi pengasuh Carmel dan juga sekretaris Kate. Mereka merasa bahwa Galen adalah pria idaman semua wanita di dunia ini. Kaya raya, tampan, berkharisma, dan mampu menggetarkan hati semua wanita hanya dengan menatapnya saja. Sungguh adalah sesuatu hal yang bisa dikatakan mempesona...
Kate kembali teringat kejadian saat pesta di mansion utama setelah kepulangannya dari rumah sakit. Kate bertemu dengan semua saudara perempuan Galen dan mereka semua menjadikan Galen sebagai pria idaman calon suami masa depan mereka. Bahkan Kate dengar saat itu dua sepupu Galen sampai sekarang tidak akur karena Galen.
Pesona Galen memang tidak bisa dibilang receh. Kepeduliannya pada wanita membuatnya menjadi idaman para semua wanita. Dari apa yang pernah Kate dengar, Galen akan maju paling depan jika dia melihat ataupun mengetahui bahwa saudara perempuannya disakiti pria atau dibully oleh orang lain. Mungkinkah ini alasan Galen bertanya padanya di rumah sakit saat itu.
" Terlahir dalam rahim yang sama, bahkan tumbuh bersama di dalam rahim wanita yang sama. Tak kenapa sifat kalian bisa sangat berbeda. Jika yang satu seperti air yang mengalir menenangkan, yang satunya seperti api yang siap membakar semua yang ada di depannya.... " perumpamaan yang bisa menggambarkan bagaimana Kate diperlakukan oleh Galen dan Gaffi.
Setelah semua makan, kini giliran Galen yang makan. Bahkan ketika makan pun pria satu ini masih terus memantau semua pekerjaan dari ponsel pintar nya. Hal itu membuat Kate semakin terpesona oleh kharisma CEO dari JN Group ini.
" Kenapa melihat ku seperti itu? Sejak tadi lho Kate.... " Kate langsung gelagapan karena pertanyaan dari Galen ini. Dia harus apa, atau dia akan mengelak... Kate benar-benar dibuat nervous berada di samping duren satu ini...
__ADS_1