MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Selangkah semakin mendekat


__ADS_3

Gaffi menatap tidak percaya kedatangan kedua mertuanya ke mansion kelurga de Niels. Gaffi pikir setelah apa yang terjadi, maka kedua keluarga tentunya akan mengalami masalah. Salah satu yang paling bisa terjadi adalah hubungan kedua keluarga yang renggang. Bagaimana pun Gaffi adalah anak daddy Joaquin dan mommy Noura, jadi meski dia melakukan sebuah kesalahan pastinya kedua orang tuanya akan memaafkannya.


Hal itu terbukti ketika orang tua Kate melihat kembali Gaffi tinggal di mansion utama setelah sebelumnya dari yang kedua orang tua Kate dengar, Gaffi sudah diusir. Tapi bisa apa sekarang orang tua Kate karena pada dasarnya putri mereka juga telah melakukan kesalahan yang juga sama fatalnya.


Gaffi masih diam seolah tidak percaya melihat tuan dan nyonya Keyleigh kini duduk di depannya. Kedua orang tua Kate tadi sudah menjelaskan maksud kedatangannya kemari karena ada beberapa hal yang harus mereka bahas dengan Gaffi. Karena itulah anggota keluarga Gaffi lainnya memilih meninggalkan tempat itu memberi kesempatan pada ketiganya untuk membicarakan semuanya hingga jelas.


" Ma, Pa,, Apakah ada yang ingin kalian bicarakan dengan ku?" tanya Gaffi setelah menunggu selama sepuluh menit tapi kedua mertuanya ini tidak kunjung bicara.


" Jujur saya kecewa melihat mu berada di mansion ini lagi. Tidak menyangka bahwa semudah itu orang tua kamu memaafkan semua kesalahan mu padahal luka yang kamu torehkan di hati putri kesayangan saya begitu dalam..." ucap Lionel mengutarakan kekecewaannya.


" Papa jangan salah paham dulu.. Saya masih menjalani hukuman saya. Disini saya hanya membantu mommy menjaga Carmel, karena putri saya semenjak kepergian mamanya menjadi sering rewel. Mommy dan saudara saya kerepotan karena Carmel hanya bisa tenang jika bersama saya atau Kate." Gaffi mencoba menjelaskan karen tidak ingin memperkeruh keadaan dua keluarga.


" Apapun alasannya saya tetap saja kecewa..." kekeh Lionel tidak mau mengalah.

__ADS_1


Gaffi menghela nafas lelah menghadapi keras hati papa mertuanya. Salahnya juga karena telah menyebabkan kekacauan yang melukai Kate sehingga kepercayaan mertuanya padanya langsung menghilang ditelan bumi. Gaffi hanya bisa bertahan jika ingin tujuannya tercapi, kembali bersama dengan Kate.


" Kami kemari karena ingin bertanya pada mu.. Apa yng sudah kau lakukan sehingga Kate mengubah keputusannya untuk bercerai dari mu... ? Jika ini tentan kesempatan kedua, apa kau merasa pants mendapatkannya sedangkan luka yang kau buat bahkan lebih dari luka yang biasa didapatkan seseorang yang dihajar orang." Lionel langsung bertanya tanpa peduli apa yang kini Gaffi rasakan.


" Saya hanya ingin memperbaiki sesuatu yang memang bisa saya perbaiki. Kate mencintai saya dan Carmel, saya pun begitu membutuhkan kehadiran Kate dalam hidup saya. Karena itu saya mengatakan pada Kate untuk mau menerima saya kembali. Kami ingin membuat sebuah keluarga yang bahagia." terang Gaffi.


" jaminannya? Jaminan kalau kau tidak akan menyakiti anak ku?" tantang Lionel.


" Nyawa saya... Silahkan ambil nyawa saya jika saya kembali melukai Kate.."ujar Gaffi tegas sekali. Seperti tidak memiliki keraguan dalam ucapan dan perbuatannya.


" Begini pa... Saya jujur tidak ingin membenarkan perlakukan saya pada Kate. Saya juga tidak meminta anda mengerti dan memahami kami. Saya ingin kalian memberikan saya restu untuk mengubah takdir hidup kami ke arah yang lebih baik. Jelas perpisahan bukan cara dan solusi terbaik karena itu tolong papa dan mama bisa mengerti posisi kami.. " Gaffi berujar agar bisa mendapatkan restu dan maaf dari orang tua Kate.


" Saya pernah kehilangan istri saya sekali dan saya tidak ingin itu lagi.. Sakit dan hancur hati saya ketika menyadari bahwa mommy Carmel meninggal dunia tapi saya lebih hancur dan sakit jika saya melepaskan Kate dari hidup saya... Saya mohon pa ma, sekali lagi berikan saya kesempatan untuk membahagiakan putri anda... " Gaffi mengambil posisi berlutut di depan orang tua Kate.

__ADS_1


" Saya tidak akan menghalangi pengobatan Kate, saya tidak akan pernah menganggu Kate sampai hari dimana dia sudah kembali sembuh... Saya akan memberikan waktu untuknya menghapus semua rasa sakit karena ulah saya. Tapi saya hanya berharap satu saja, jangan buat kami bercerai karena itu sama saja dengan membunuh kami secara perlahan... " Gaffi pantang menyerah.


Lionel bisa melihat kesungguhan Gaffi karena itu terpancar jelas di kedua matanya tapi sekali lagi bisakah dia bertaruh demi kebahagiaan putrinya. Lionel mengambil nafas kemudian menghembuskan dengan perlahan agar bisa menetralisir emosi dan semua rasa yang dirasakannya saat ini.


Lionel tidak boleh gegabah, karena ini tentang putrinya. Sekali saja dia pernah menutup mata tentang penderitaan yang dialami oleh Kate, tidak akan pernah ada kali kedua dan seterusnya. Sebisa mungkin Lionel berkeputusan sesuai dengan logika karena dia sudah berjanji akan mendengarkan ucapan Gaffi demi sangat putri.


" Berikan aku waktu untuk berpikir. Aku harap kau bisa menerima semua keputusan yang aku buat.. Kau mengerti.. " Lionel berujar sangat tegas dengan mata yang menatap tajam Gaffi yang masih berlutut di hadapannya.


" Baik.. Saya akan menunggu jawaban dari anda.. Terima kasih pa, ma, sudah mau mendengarkan saya dan menemui saya.. " Gaffi menunduk sedalam-dalamnya. Rasanya di bagian paling besar dalam hatinya merasa lega, namun tak memungkiri bahwa dia masih sedikit merasa was-was tentang semua yang terjadi setelah Lionel memberikan jawabannya. Semoga saja sesuai dengan harapannya.


Setelah kepulangan Lionel dan Katharina, Gaffi bergegas masuk ke kamar dan mengirimkan pesan pada Kate tentang pertemuannya dengan orang tua Kate. Hal ini disambut dengan hati yang gembira oleh Kate di tempat lain sana. Rasanya dia mulai merasa lega, beban yang menghimpit nya seakan pergi sedikit demi sedikit. Memang dia terluka karena Gaffi, tapi sungguh berpisah dengan pria itu tidak pernah menjadi pilihan Kate.


Kate menggenggam ponselnya sambil melompat kecil karena senang mendapatkan kabar dari Gaffi. Dia akan kembali berbicara dengan papa dan mamanya agar kedua orang tuanya mendukung keputusannya. Semoga saja harapan Kate dan Gaffi bisa terwujud dengan segera.

__ADS_1


" Semoga... Semoga papa dan mama bisa memahami keinginan ku.. Tidak apa jika kami berpisah sementara demi aku bisa sembuh, tapi aku tidak ingin bercerai dengan kak Gaffi. Aku mencintainya.. Sangat mencintainya... " gumam Kate penuh harapan.


Cinta memang buta, cinta memang gila, cinta memang membuat seseorang menjadi bodoh dan mampu meluluhlantahkan dunia seseorang. Itulah yang Kate rasakan sejak pertama kalo bertemu hingga sekarang ini. Pertama kali dia menjabat tangan Gaffi, saat itulah dia langsung jatuh cinta..


__ADS_2