
Pagi ini di IGD rumah sakit JN CS Hospital benar-benar penuh sesak oleh pasien gawat darurat yang datang. Telah terjadi kecelakaan truk besar yang membawa barang di jalan XX hingga membuat beberapa mobil dan kendaraan lainnya yang ada di dekat truk itu ikut terkena imbasnya. Salah satunya adalah mobil yang membawa keluarga Castano.
Seorang wanita yang pernah dekat dengan Gaffi bahkan sangat intim kini terllihat terbaring tidak berdaya di ranjang IGD. Namun yang menarik perhatian Gaffi bukan kondisi wanita ini melainkan perut wanita ini yang terlihat membuncit seperti tengah mengandung. Jantung Gaffi berdetak cepat dengan pikiran yang tidak tentu dengan kondisi perut wanita itu.
" Tidak mungkin itu anak ku.." batin Gaffi sambil mengingat pernahkah dia berhubungan dengan Emily tanpa pengaman.
" Bukankah aku selalu menyuntik KB padanya saat itu, tapi kenapa bisa dia hamil?" batin Gaffi dipenuhi tanda tanya besar atas kondisi Emily.
Ya, wanita yang terbaring dengan kondisi hamil dan merupakan salah satu korban kecelakaan truk di jalan XX adalah Emily Castano, mantan selingkuhan Gaffi.
" Dok... Dokter Gaffi.." panggil salah satu suster yang khusus ditugaskan di ruang IGD.
" Ah... Maaf.. Tapi apa yang terjadi?" tanya Gaffi sambil mengambil langkah maju ke depan untuk memeriksa kondisi Emily.
" Terjadi kecelakaan di jalan XX dok, dan beberapa pasien disini adalah korban dampak truk itu." cerita suster yang menemani Gaffi.
__ADS_1
" Kita lakukan MRI padanya setelah itu bisa kau panggilkan dokter kandungan, kita membutuhkan saran dari dokter kandungan mengenai kandungan pasien.." ujar Gaffi. Tangannya mengecek gerak bola mata dan juga detak jantung pasien.
" Tidak perlu dipanggil, saya sudah ada disini. Dokter Gaffi bisa saya mengambil tempat anda?" dokter Kandungan bernama Paula maju mengambil tempat Gaffi.
Gaffi tidak menyahut namun langsung bergeser mempersilahkan dokter Paula untuk memeriksa kondisi kandungan pasien. Setelah selesai, dokter itu menghadap Gaffi untuk meminta izin melakukan operasi terlebih dahulu.
" Maaf dok, tapi sepertinya saya yang harus mengoperasi pasien karena ketuban sudah pecah sejak beberapa waktu yang lalu. Jika harus menunggu anda selesai mengoperasi pasien bisa-bisa kandungannya akan melemah dan bayi di dalam kandungan bisa mati karena menghirup darah dan air ketuban. " ujar dokter Paula mengatakan pendapatnya.
" Tentu dok.. Tapi tolong jangan lebih dari satu jam karena itu akan menyulitkan saya nantinya.. Pendarahan otak pasien termasuk dalam kondisi parah, jadi tidak boleh sampai terlalu lama dibiarkan. Dan saya akan berada di ruang operasi juga jika ada kondisi darurat saya ada di sana. " ujar Gaffi dan kedua dokter telah sepakat akan hal itu.
Sambil dipersiapkannya ruang operasi, Gaffi meminta suster untuk melakukan tes MRI pada Emily untuk mengetahui sejauh mana pendarahan di otak yang dialami Emily. Tepatnya dimana letaknya dan juga tindakan apa yang akan digunakan harus Gaffi putuskan setelah melihat hasil MRI.
Hubungannya dengan Kate dan keluarga Keyleigh sudah susah payah Gaffi jalin setelah sempat renggang beberapa waktu yang lalu. Jika sampai ternyata Emily mengandung anaknya, jelas ini akan mempengaruhi hubungan baik Gaffi dengan keluarga istrinya bahkan istrinya sendiri. Gaffi sungguh tidak siap jika harus kembali memiliki kesalahpahaman dengan Kate dan berakhir benar-benar diceraikan oleh Kate.
Proses kedua operasi selesai dalam jangka waktu dua jam tiga puluh lima menit. Saat ini Emily sudah berada di dalam ruang ICU yang dipantau langsung oleh Gaffi. Anak Emily berjenis kelamin laki-laki, dengan berat 2,6 kg dengan usia kandungan tiga puluh satu minggu. Karena belum cukup umurnya sehingga bayi Emily harus dirawat didalam inkubator sampai waktu yang entah kapan.
__ADS_1
Untuk mengetahui apakah itu anaknya atau bukan, Gaffi meminta bantuan orang laboratorium untuk melakukan tes DNA pada bayi laki-laki itu. Hasil tes akan keluar paling cepat tiga hari lagi. Selama itu Gaffi harus bersabar menunggu Emily untuk siuman karena banyak pertanyaan yang membebani Gaffi salah satunya , apakah Emily mengkhianatinya.
" Eh... Eh... Kalian tahu siapa pasien di dalam ICU itu? Kenapa dokter Gaffi peduli sekali?" tanya suster Debora yang baru kembali setelah cuti menikah.
" Entahlah,, tapi menurut gosip yang beredar, wanita itu dulunya selingkuhan dokter Gaffi deh.." suster Marta yang menjawab.
" Yang benar saja? Bukankah istri dokter Gaffi itu sangat cantik. Kenapa bisa kecantol pelakor modelan seperti itu...?" cibir suster Debora heran.
Bukan hanya suster di bagian bedah saraf saja yang menggosipkan kepedulian Gaffi pada pasien perempuan di ruangan ICU itu. Semua suster bahkan dokter yang mengetahui bagaimana Gaffi peduli pada pasien itu semuanya bergosip ria. Jangan salahkan orang lain yang bergosip, tapi salahkan Gaffi yang memancing orang untuk bergosip.
Keesokan harinya, Gaffi masih memantau kondisi Emily. Dia belum sadar setelah operasinya kemarin dan belum juga bisa disimpulkan apakah Emily koma atau tidak. Karena pasien jatuh koma itu tidak bisa disimpulkan dalam kurun waktu kurang dari dua puluh empat jam setelah operasi. Dan saat ini memang belum dua puluh empat jam.
Ketika Gaffi baru saja keluar dari ruang ICU yang ada Emily di dalamnya. Dia dikejutkan dengan kedatangan sosok yang paling tidak ingin dia temui saat ini karena dia sendiri belum bisa memberikan jawaban pasti tentang keberadaan anak Emily karena tes DNA hasilnya belum keluar.
Gaffi tidak akan bisa melakukan pembelaan jika dituduh menghamili Emily dan yang Gaffi takutkan benar-benar terwujud karena semua tergantung bagaimana orang di depannya ini memberikan keputusan.
__ADS_1
" Jangan katakan apapun sekarang. Tolong tunggu sampai tes DNA itu keluar baru kau bisa memberikan keputusan.." ujar Gaffi.
Bertepatan dengan itu, sosok yang terbaring lemah di dalam ruang ICU mulai membuka kedua matanya dan hal pertama yang dia ingat adalah, kandungannya...