MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
kecelakaan naas


__ADS_3

Di mansion milik Gaffi de Niels, tepatnya di kamar utama, Gaffi terlihat baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian pinggang. Betapa terkejutnya Gaffi melihat Emilu berbaring di ranjang utama dengan mengenakan pakaian seksi, serta pose yang menantang. Membuat sesuatu dalam diri Gaffi tiba-tiba saja bangkit dengan itu cukup menyakitkan bagi Gaffi.


Dengan senyum mesum penuh nafsu, Gaffi mendekati Emily dan langsung meremas payudara wanita yang telah menjadi selingkuhan nya itu. Emily langsung mendesah nikmat saat merasakan pijatan dari Gaffi di kedua dadanya. Bahkan Gaffi juga memijit pelan bagian yang paling sensitive dari Emily, yaitu pucuk merah muda di puncak dadanya.


" Aah... Kakak... Aah... " ******* Emily pertanda wanita jni telah dilanda hasrat yang sudah sampai ke ubun-ubun.


" Enak ya, Ly? Mau lebih dari ini? " tanya Gaffi memancing.


" Aaah.. mau... uuhhh.. kak... " tubuh Emily sudah kelonjotan karena saking nafsunya.


" Kamu sudah basah Ly,, langsung ke menu utama aja ya.. " ucap Gaffi langsung mengambil tindakan mengungkung tubuh Emily, dan segera melakukan penyatuan yang membuat keduanya sama-sama mengerang nikmat.


" Aaagggrrrhhh... Milik mu sempit sekali Ly,... " ujar Gaffi mulai memompa tubuhnya menghujam inti Emily.


" Aah... iya... aaah... enak Kak... Terus... ssshhh ss... aaaahhh... " suara ******* Emily mendominasi.


BRAAKKK


Pintu kamar tiba-tiba terbuka dengan kasar, dan terlihatlah Kate yang berdiri di depan pintu menatap nanar pada dua manusia yang sedang bergumul di ranjang utama. Ranjang yang biasa dia dan Gaffi gunakan untuk bercinta, dan kini Gaffi melakukannya bersama dengan wanita pelakor itu.


plok... plok... plok...


" Bagus... Kamu hebat mas,,, kamu hebat dalam menunjukkan kemampuan ranjang kamu.. " cibir Kate yang sudah hilang kesabarannya.


" Ck.... Mengganggu saja... " ujar Gaffi yang hendak memompa tubuhnya lagi, melanjutkan yang sempat tertunda karena kedatangan Kate.


" Silahkan jika kamu ingin pamer mas, pamer kemesraan kalian, pamer dosa kalian disini... Tapi tidak di kamar ini!!! Tidak di depan kak Bells,,, " sentak Kate yang sudah lupa apa tujuannya kemari..

__ADS_1


" Dasar wanita murahan,,, apa hak mu menyebut nama Bells... " bentak Gaffi langsung meninggalkan Emily dan dengan badan yang polos mendekati Kate lalu menampar pipi Kate


Plak....


" Aaarggghh... " pekik Kate kaget karena pipinya begitu sakit. Tamparan Gaffi kali ini benar-benar sangat keras hingga telinga Kate berdengung.


" Kamu yang adalah pembunuh tidak pantas sedikit pun menyebut nama Bells... Dasar pembunuh tidak tahu diri... " Gaffi berteriak tepat di depan wajah Kate.


" Lalu apa bedanya dengan mu Mas,,, kamu yang mengatakan bahwa diri mu adalah suami setia tapi kau bercinta di kamar, di ranjang dan di depan foto mendiang istri mu. Mendiang wanita yang begitu kau cintai... Yang murahan itu mas atau aku.. " Kate mengentak tangan Gaffi yang bertengger cantik di rambutnya.


" Jangan mas kira selama ini aku diam, maka aku menerima begitu sahabat perbuatan mas yang sama sekali tidak memanusiakan diriku? Aku diam karena jika aku melawan maka Carmel akan sekali lagi kehilangan sosok mommy untuknya. Tapi.... Melihat bagaimana hari ini kamu menginjak harga diri ku dengan mengundang pelakor itu di dalam kamar yang aku tiduri, dari sini dengan sangat yakin aku lebih memilih mundur dari pada terus bertahan dan terluka... " ucap Kate dengan linangan air mata yang sudah deras terjun membasahi wajahnya.


" Lebih baik mas nikahi pelakor itu, dan lepaskan aku!! " Kate memukuli dada Gaffi karena rasa benci yang mulai menjalar di hatinya.


" Sampai kapan mas akan membuat ku semakin dan semakin membenci mu hingga tidak akan ada lagi cinta tulus ku untuk mu mas.... "


Gaffi menahan pukulan-pukulan kecil yang mengenai dadanya karena Kate. Namun kemudian Gaffi menghempaskan tangan Kate sehingga membuat wanita ini kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke arah tangga.


" KATEEE.... " Gaffi langsung berlari menuruni anak tangga berusaha untuk menggapai tubuh Kate, namun semua itu sudah terlambat.


Aaaaarrrggghhhhh


Teriakan semua pekerja di mansion Gaffi ketika melihat tubuh Kate membentur lantai dengan sangat keras. Semuanya pun langsung berlari ke arah jatuhnya Kate. Bibi Pamela langsung berlari menuju ke tubuh nyonya nya dan langsung memeluknya.


" Nyonya,,, sadar nyonya... Bibi mohon sadarlah nyonya... " bibi Pamela menepuk pelan pipi dari Kate tapi tetap tidak ada perubahan.


Gaffi termenung melihat banyaknya darah yang menggenangi lantai mansion nya. Tubuh Gaffi serasa tak bertulang ketika melihat Kate berlinang darah yang sangat banyak itu. Detik berikutnya Gaffi tersadar bahwa Kate harus segera dibawa ke rumah sakit, sehingga Gaffi pun langsung berlari menuruni tangga.

__ADS_1


" Kate... " tangan Gaffi hendak menggapai tubuh Kate sebelum sesuatu menghantam dirinya.


Bugh... Bugh... Bugh...


" Baj*****... Dasar manusia tidak berperasaan,, jadi ini yang selama ini kau lakukan di mansion ini... Selama ini kau memelihara ular dalam mansion inj.. Kau sudah gila Gaffi... " sentak Galen terus memukuli Gaffi yang masih polos tanpa pakaian itu.


" Inikah yang daddy dan mommy ajarkan pada mu.. Menyakiti wanita yang adalah istri mu sendiri.. Ini kah yang kau pelajari selama lima tahun diluar sana? Menjadi pria biadab??!!! " sentak Galen terus memukul Gaffi.


" Tuan... Tuan... Selamatkan nyonya tuan... " teriak bibi Pamela menyadarkan Galen dari emosi sesaat nya.


Tanpa banyak bicara, Galen meninggalkan Gaffi begitu saja dan segera meraih Kate ke dalam gendongannya. Dia harus segera membawa Kate ke rumah sakit agar lekas ditangani.


" Sorry Kate... Seharusnya saat itu aku memisahkan kalian... " gumam Galen dari balik kemudi mobilnya. Galen akan membawa Kate menuju ke rumah sakit milik JN GROUP.


Gaffi yang masih terduduk di lantai karena shock segera sadar saat Emily menepuk-nepuk pelan pundaknya,,, " Kak,, lekas pakai pakaian kakak dan kita langsung susul kak Kate... " ucap Emily menyadarkan Gaffi.


" Iya.. Kita ke rumah sakit sekarang... " Gaffi pun langsung berdiri dan berlari menuju ke kamar pribadinya untuk membersihkan diri dan lekas menyusul saudara kembarnya.


Di ruang IGD JN SC Hospitals, sudah dipenuhi oleh keluarga de Niels dan keluarga Keyleigh yang dikabari oleh Galen mengenai kecelakaan jatuhnya Kate dari tangga di mansion. Memang hanya sebatas itu karena menurut Galen, biar mereka semua mendengar kondisi Kate terlebih dahulu baru membahas masalah Gaffi.


Sejak tadi Galen terus mengepalkan kedua tangannya karena berusaha menahan emosinya. Rasanya malu, dan juga marah melihat bagaimana saudara kembarnya sendiri berbuat hal sehina itu. Tidak dapat Galen bayangkan bagaimana kedua keluarga nantinya mendengar ini semua.


Kedatangan Gaffi ke depan IGD berbarengan dengan dokter yang menangani Kate keluar dari IGD. Semuanya menatap dokter itu dengan raut wajah tegang. Semua berharap Kate akan baik-baik saja.


" Dok... " daddy Joaquin memanggil.


" Tuan besar... Kondisi pasien sekarang ini sudah bisa melewati masa kritisnya, tapi masih perlu kami pantau selama dua puluh empat jam untuk melihat gejala lanjutan yang mungkin pasien alami. Dan satu hal lagi yang harus saya sampaikan, saya dan tim meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan bayi yang dikandung oleh pasien.. Permisi.. "

__ADS_1


Degh.... Degh...Degh...


Semuanya tercengang mendengar ucapan dokter barusan, terutama Gaffi sendiri. Semuanya terdiam. dengan banyak pikiran yang menguasai mereka semua hingga sebuah suara menyadarkan mereka tentang situasi yang mungkin saja terjadi...


__ADS_2