MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Layak menjadi cinta pertama putrinya


__ADS_3

Semua mata menatap ke arah Kate karena tamu yang datang ternyata adalah orang tua Kate yang ikut diundang oleh mommy Noura. Sangat kebetulan sekali orang tua Kate baru pulang dari kunjungan bisnis ke China, sehingga ketika Kate masuk rumah sakit kedua orang Kate tidak bisa datang menjenguk. Saat itu mommy Noura berjanji akan menjaga Kate layaknya putrinya sendiri.


" Sayang... Maafkan kami yang tidak ada saat kau sakit... Dan... Kau terlihat sangat memukau malam ini... " Katharina, ibu Kate mendekat ke arah sang putri.


" Nggak apa-apa ma, aku sekarang sudah sehat berkat mommy Noura dan suami ku... Anda thank you, karena pujiannya.... " ujar Kate menangkan sang mama.


" Dimana cucu oma? Katanya cucu oma juga sakit saat kamu sakit?" Katharina melihat ke sekeliling tidak melihat Carmel.


" Carmel with her daddy, ma.. Mereka berdua di dalam karena Carmel tidak boleh kena angin malam. Dia baru saja sembuh dari cacar air... " terang Kate. Katharina pun langsung pamit untuk melihat sang cucu karena khawatir yang berlebihan.


Lionel sedang berbincang dengan daddy Joaquin untuk membicarakan anak-anak mereka. Meski tahu hubungan Kate dan Gaffi terlihat baik diluarnya, namun daddy Joaquin sendiri takut kalau tanpa sepengetahuan mereka pernikahan kedua putra dan putri mereka ini, sedang tidak baik-baik saja. Lionel berjanji akan membicarakan masalah ini dengan putrinya nanti, dan Lionel mengucapkan banyak Terima kasih karena keluarga besannya ini mau menerima dan memaafkan mereka atas apa yang terjadi pada Bellvania.


" Semoga kita lekas mendapat cucu ya, tuan Lionel... " ujar daddy Joaquin semangat.


" Tentu... Saya sudah tidak sabar menantinya, beruntung kami memiliki Carmel, jadi saya puji sudah bisa memamerkan diri pada teman-teman dan kolega saya kalau saya sudah punya cucu... " ujar Lionel bangga. Kedua pria lanjut usia itu tertawa bersama.


Keduanya tidak tahu saja bahwa pernikahan yang mereka baik itu nyatanya tidak lebih dari pernikahan yang mirip neraka bagi Kate. Pernikahan ini sungguh nya tidak seperti pernikahan umum lainnya. Pernikahan ini adalah sebuah hubungan toxic untuk Kate dan Gaffi. Meski begitu Kate yakin semuanya akan baik-baik saja endingnya.

__ADS_1


Senangnya hati Kate berkumpul dengan semua anggota keluarga Gaffi dengan suasana yang santai. Saat pernikahan dirinya dan Gaffi beberapa bulan yang lalu memang semua anggota keluarga suaminya ini hadir. Namun karena Gaffi yang terburu-buru, membuat Kate tidak terlalu mengenal saudara suaminya ini. Dan dalam kesempatan ini Kate berusaha untuk membuat hubungan yang baik dengan semua saudara Gaffi.


" Kate.. Ayo ikut kami makan disini. Jangan menyendiri di sana... " ajak Roseline, putri Matheo dan Vinda.


" Ah iya... Terima kasih... " ujar Kate sopan.


" Hei... jangan terlalu formal dengan kami. Kita ini saudara jadi jangan seperti saat kau bertemu dengan klien mu... " ujar Roseline setengah bercanda.


" Iya... Kalian biasa berkumpul seperti ini? " tanya Kate ingin memulai hubungan yang baik.


" Tidak terlalu sering, hanya sebulan sekali karena ada keluarga di Roma yang tidak setiap saat bisa datang. " jawab Roseline.


" Aaa... apa maksud mu dengan Lucena itu adalah gadis yang mirip bonek itu? " tanya Kate yang mengagumi wajah salah satu saudara sepupu Gaffi.


" Hm... Kau benar... Cantik sekali kan Luce... "


" Tapi dia menyebalkan... " sarkas Roseline.

__ADS_1


" Jangan di dengarkan,,, Roseline dan Luce memang tidak akur sejak dulu karena mereka memperebutkan Galen sebagai pria idaman mereka... " bisik Geya ditelinga Kate yang langsung membuat istri Gaffi ini menutup mulutnya tidak percaya.


Geya mengangguk dan tersenyum seolah meyakinkan Kate tentang apa yang dia ucapkan. Mata Kate langsung melihat ke arah pria bernama Galen dan tentunya gadis bernama Lucena. Kate melihat diantara keduanya terlihat biasa saja tanpa ada cinta, namun di balik semua itu ada perasaan yang kuat dihati Lucena untuk Galen. Kate merasa harus banyak belajar dari sepupu suaminya yang satu itu tentang mencintai dalam diam..


Daddy Joaquin ikut bergabung dengan para gadis di keluarganya itu. Bahkan Geya langsung menempel layaknya pasangan kekasih pada daddy nya. Geya mengatakan cinta pertamanya di dunia ini adalah daddy Joaquin. Dan cinta keduanya adalah Galen, baru cinta terakhirnya adalah Rouge. Daddy Joaquin menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya yang begitu ceria itu.


Daddy Joaquin lalu menggenggam tangan Kate, dan menepuknya lembut. Sebuah tindakan yang simple tapi mampu menggetarkan hatinya yang terlampau sakit itu. Secara diam-diam Kate menghapus air matanya agar tidak ada yang bisa melihat jauh ke dalam matanya, bahwa ada luka yang berusaha dia sembunyikan.


" Hidup itu semua ada yang sulit dan mudah Kate. Tergantung bagaimana kita menyikapi dan menanamkan dalam benak kita tentang hidup yang kita inginkan. Semua ingin bahagia, namun tidak ada kebahagiaan yang bisa terwujud tanpa tangisan. " daddy Joaquin seolah tahu apa yang dirisaukan oleh Kate, hingga berucap seperti itu.


" Sulit untuk menjadi posisi mu Kate, tapi posisi Gaffi juga sulit. Kalian sama-sama terluka dalam satu peristiwa besar dalam hidup kalian, namun yakinlah bahwa dengan berjalannya waktu lika itu akan menjadi tawa, hanya saja prosesnya tidak akan semudah proses yang dijalani orang lain... " Kate mengangguk-anggukan kepalanya dengan air mata yang sudah berlinang tidak mampu lagi dia sembunyikan.


Kate seolah mendapatkan oasis di padang gurun nya yang gersang karena pernikahannya itu layaknya sebuah gurun. Tidak ada kebahagiaan, hanya ada tangisan. Tapi justru Kate merasakan adanya oasis yang begitu menyejukkan dari sosok ayah mertuanya itu.


Kate kini tahu kenapa Geya mengatakan bahwa daddy Joaquin adalah cinta pertamanya, itu pasti karena kebesaran hati dan ketulusan daddy Joaquin terhadap semua anak-anak nya bahkan keponakannya. Kate langsung memeluk tubuh daddy Joaquin dan menumpahkan segala sesak didadanya itu. Meski mulutnya tidak bicara namun daddy Joaquin yakin bahwa sesuatu yang tidak seharusnya terjadi telah terjadi.


" Thank you, daddy.. Kau memberikan sebuah hal yang menyegarkan dalam apa yang aku jalani selama ini. Hati ku sakit karena telah merampas hidup dari seseorang yang aku kenal dan aku anggap sebagai saudara. Aku telah berdosa dad, dan itu menjadi beban untuk ku... " Kate semakin terisak dalam pelukan daddy Joaquin.

__ADS_1


" Kate, you're not alone... I will always by your side. Datang dan ceritakan pada daddy apa yang kau tidak bisa katakan pada orang lain, maka daddy akan menjadi orang yang bisa membuat mu bercerita... " daddy Joaquin mengusap punggung Kate menenangkan menantunya itu.


Keduanya tidak tahu dari tempat yang tidak jauh dari keduanya, melihat mereka dengan kilatan amarah yang tidak bisa dibendung. Orang ini begitu marah melihat Kate dekat dengan daddy Joaquin. Tangannya terkenal kuat dan rahang yang mengeras.


__ADS_2