
Suara erangan dan ******* memenuhi kamar di apartemen milik Gaffi. Malam ini dia benar-benar tidak lagi mampu menahan sesuatu yang ada di dalam dirinya. Apalagi orang mabuk tadi terus-terusan menempel padanya membangkitkan sisi liar dari Gaffi. Karena pengaruh obat dan alkohol membuat Gaffi menggila malam ini.
Beberapa kali mendapatkan kepuasan pun tak lantas menghentikan malam penuh gelora ini. Gaffi bahkan tidak peduli dengan teriak kesakitan dan juga tangisan dari wanita yang tengah dikungkungnya ini. Gaffi sibuk mencari kepuasan untuk dirinya pribadi karena pengaruh obat sialan yang dia minum tadi.
" Huft.... huft.... melelahkan... " gumamnya ketika mendapatkan pelepasan untuk yang terkahir kalinya malam ini. Gaffi menatap wanita yang baru saja menghabiskan malam panas dengannya itu. Wanita ini sepertinya tengah pingsan karena kelelahan. Bayangkan saja sudah lebih dari enam jam mereka melakukannya tanpa jeda sedikit pun.
Gaffi pun langsung terpejam, tertidur karena aktifitas malam yang panas dan melelahkan ini. Keduanya tidak tahu apa yang akan menjemput mereka di pagi hari besok. Bagaimana keduanya akan menghadapi satu sama lain besok..
Keesokan harinya wanita yang semalam menjadi pasangan bercinta Gaffi terbangun lebih dahulu ketika langit sudah sangat terang. Wanita itu mengerjakan matanya beberapa kali berusaha mengumpulkan nyawanya yang sempat melayang semalam.
" Apa ini? " gumamnya lirih ketika ingatan tentang semalam muncul di dalam ingatannya seperti sebuah kaset yang diputar.
" Semalam aku dengan pria asing... Oh God... aku benar-benar sudah gila... Ini, bagaimana ini,, tidak aku harus segera pergi... aku tidak... Aaaaarggghhh... " wanita menjambak rambutnya karena kesal dan marah. Hal ini membuat seseorang yang tidur membelakangi wanita itu terbangun.
" Eegghh.... Kepala ku..... sakit... " terdengar lenguhan pria itu membuat wanita yang kini tengah panik itu semakin menjadi panik.
Gaffi bangun dan langsung duduk sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Ini pasti akibat dari obat yang dia minum bercampur alkohol semalam. Mengingat semalam, Gaffi teringat apa yang telah dia lakukan dengan seorang wanita yang mabuk. Gaffi lekas menengok ke samping, terlihat wanita itu masih tidur. Gaffi menghela nafas frustasi dengan situasi yang sekarang ini sedang dia hadapi.
" Ck... Ternyata kau pura-pira tertidur... " ledek Gaffi ketika matanya menemukan kejanggalan dari tingkah wanita yang terbaring satu ranjang dengannya ini.
" Bangunlah... Kenapa juga kau jadi malu-malu setelah semalam tindakan mu sangat jauh dari kata malu? " sarkas Gaffi.
" Bellvania Rudolf... Sampai kapan kau akan berpura-pura seperti ini? Apa kau sedang menguji kesabaran ku? "
Degh...
__ADS_1
Bellvania yang namanya disebut oleh pria yang dia ingat semalam menghabiskan malam panas dengannya. Namun jika pria itu mengenal namanya, berarti secara tidak langsung pria itu mengenal siapa dirinya, tapi siapa pria ini.
Bellvania yang begitu penasaran pun langsung berbalik dan sangat terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya. Bellvania sampai terduduk dan berteriak histeris karena terkejutnya.
" AAAARGRGGGGHHHH.... "
" Emmmppppttr.... emmppptt.... " mulut Bellvania langsung dibungkam Gaffi.
" Diam kau!! Suara mu itu menyakiti telingaku!! " sentak Gaffi marah.
Bellvania berusaha melepaskan tangan Gaffi yang membungkam mulutnya. Nafasnya sudah hampir habis karena kekuatan yang digunakan Gaffi untuk membungkam mulutnya.
" Eeeemmmpppt... emmmpptt... " Bellvania memukul pelan tangan Gaffi karena nafasnya sudah hampir habis. Gaffi yang melihat wajah Bellvania yang sudah memerah karena kehabisan nafas pun akhirnya menarik tangannya.
" Jika kau berani berteriak lagi,, aku lempar kau dari jendela tempat ini.... " Gaffi mengancam Bellvania. Wanita itu hanya bisa mengangguk takut saja.
" Kenapa diam? Apa kau menuntut tanggung jawab dari ku? Jika iya aku tidak akan bertanggung jawab karena kau lah yang memperkosa ku.. Bukan aku... " ucap Gaffi dengan entengnya.
HAH....
Mulut Bellvania menganga sangat lebar sekali saking terkejut nya dengan ucapan Gaffi yang menurutnya sangat luar biasa tidak masuk akal.
" Adakah seorang wanita yang memperkosa pria? Jelas tidak ada, karena hanya pria yang bisa melakukan itu.. " protes Bellvania tidak Terima.
" Aku sudah berkali-kali mengatakan pada mu untuk pergi tapi kau tetap saja menempel pada ku dan menggoda ku.. Kau memancing ku untuk meniduri mu, karena tahu bahwa aku dalam pengaruh obat.. " Bellvania semakin tidak percaya. Bagaimana ada seseorang yang bersifat seperti pria di depannya ini.
__ADS_1
" Kau pasti berbohong hanya untuk menutupi kebejatan mu. Dasar pria mesum tidak tahu diri... " maki Bellvania langsung berdiri dan berkacak pinggang tanpa tahu bahwa seluruh tubuhnya yang masih polos terekspos di depan Gaffi.
" Lihat... Apa yang sedang kau lakukan saat ini sama persis seperti yang kau lakukan semalam... " cibir Gaffi tersenyum miring.
" Aaaargghhh.... " Bellvania berteriak langsung berlari menuju ke pintu yang dia yakini adalah kamar mandi.
" Hahahahahahaha.... Lucu sekali... " Gaffi ngakak melihat tingkah Bellvania barusan. Menurutnya sangat lucu sekali.
Wajah Bellvania sudah merah seperti kepiting rebus saat ini. Bellvania berdiri di depan wastafel menatap wajahnya di cermin yang ada dihadapannya. Bisa-bisanya dia bertingkah memalukan seperti barusan. Mau ditaruh dimana mukanya jika di depan Gaffi nantinya.
" Bodoh... Bodoh... Bells kau benar-benar bodoh sekali... " Bellvania memukuli kepalanya berulang-ulang karena kebodohannya.
" Betapa malunya aku... Bagaimana aku harus menatapnya jika bertemu nanti...? " rasanya kepala. Bellvania ingin pecah karena ini semua.
Lama dia berada di dalam kamar mandi membuat Gaffi yang menunggunya sampai kesal bukan main. Gaffi menggedor berkali-kali pintu kamar mandi setelah lebih dari setengah jam baru Bellvania mau keluar dari kamar mandi. Saat keluar, kepalanya tertunduk malu tidak berani menghadap wajah Gaffi.
" Kau itu tertidur di dalam ya, lama sekali.... " protes Gaffi sudah berkacak pinggang.
" Tunggu aku keluar jangan kemana-mana.. Kita perlu membicarakan masalah ini dengan serius. Itu di atas ranjang ada pakaian, kau pakai saja... " ujar Gaffi berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
" Eh... Memangnya dimana baju ku? Kok begini? " tanya Bellvania ketika mendapati pakaian Gaffi yang akan dipakainya.
Gaffi menatap acuh ke arah tempat sampah yang ada di kamarnya. Pakaian Bellvania memang sudah berada di sana sejak semalam karena sudah tidak akan layak pakai. Gaffi yang sudah kepalang tanggung langsung merobek dress milik Bellvania dalam sekali hentakan semalam.
Bellvania menatap nanar dress yang dia beli dengan harga separuh gajinya itu. Benar-benar tidak bisa lagi berkata atas semua kejadian yang dia alami semalam. Kehilangan keperawanan, kehilangan harga diri, kehilangan dress mahal kesayangannya dan sialnya dia harus berhadapan dengan Gaffi.
__ADS_1
Keduanya kini duduk saling berhadapan, saling menatap satu sama lain dengan sejuta rasa yang sulit diucapkan. Gaffi menatap datar Bellvania karena jengah melihat wanita itu menangis. Sedangkan Bellvania melihat Gaffi dengan tatapan memelas dan juga linangan air mata.
" Apa yang kau inginkan dari ku setelah kejadian semalam...? " tanya Gaffi...