MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
menjadi penguntit


__ADS_3

Menyesal setelah kehilangan, menyadari bagaimana perasaan kita setelah kehilangan, adalah bentuk titik terendah dalam hidup seseorang. Menyesal tidak berujung, namun tidak mampu memperbaiki karena sadar telah banyak menyakiti, itulah Gaffi.


Karena tahu bahwa mommy Noura dan Carmel akan menemui Kate, dan tahu bahwa dirinya sudah berjanji tidak akan menemui Kate. Gaffi yang sudah rindu akhirnya nekat untuk memasang sebuah alat berbentuk lingkaran yang merupakan kamera jarak jauh yang tentunya itu adalah kamera kecil yang tidak akan bisa dilihat orang dengan mudah.


Gaffi meminta alat itu dari JN SD corp,yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keamanan. Jelas hal-hal yang seperti Gaffi pinta ini adalah sesuatu yang biasa ada di sana.


Kamera pengintai kecil milik Gaffi ini dipasang di tas khusus perlengkapan milik Carmel. Kebetulan sekali mommy Noura meletakan nya di posisi yang bisa membuat Gaffi melihat keberadaan Kate dan putrinya dengan sangat jelas. Gaffi tinggal memainkan zoom saja untuk bisa lebih jelas menatap wajah istri yang dia rindukan.


" Demi diri mu Kate, aku jadi terlihat seperti orang mesum yang melakukan pengintaian pada korbannya... " Gaffi menghela nafas frustasi.


" Asal kau tahu,, aku begitu merindukan mu... " Gaffi mengusap layar yang menunjukkan wajah Kate.


Gaffi memperhatikan setiap gerak gerik dari Kate yang terlihat di layar laptop miliknya. Hari ini seharusnya dia mendapatkan shift pagi hari, namun agar bisa melihat Kate dia memilih berganti dengan dokter lain dan mengubah Shift nya menjadi malam hari. Semua itu Gaffi lakukan agar bisa melihat wajah wanita yang masih sah menjadi istrinya.


Senyum dan tawa Kate, adalah sesuatu yang Gaffi rindukan selama beberapa waktu terakhir ini. Dulu saja dia sungguh tidak peduli apakah Kate menangis, tertawa atau tersenyum, yang Gaffi tahu hanya bagaimana bisa membalas rasa sakit hatinya karena kehilangan istri pertamanya. Sungguh karmanya telah berjalan saat ini, karena saat ini dia menyesal pun Kate tetap akan pergi darinya.


Gaffi mengabaikan beberapa panggilan dari asistennya dan juga rumah sakit. Hari ini dia ingin menjadi dirinya sendiri, seorang Gaffi de Niels, bukan sebagai seorang dokter. Gaffi tidak akan memiliki kesempatan lagi selain hari ini, karena dia yakin sebentar lagi Kate akan pergi ke tempat yang sangat jauh darinya.


" Eh... Siapa yang Kate sebut tadi? Namanya Marcello, siapa itu? " Gaffi bertanya-tanya saat mendengar istrinya menyebut nama pria lain saat mengobrol dengan mommy Noura.

__ADS_1


" Halo, Damian.... "


" Cepat cari tahu pria bernama Marcello yang sekarang ini dekat dengan istri ku!! Secepatnya... " Gaffi langsung mematikan panggilan nya tanpa mendengar jawaban dari asisten pribadinya.


" Awas saja kalau ada yang berani mengganggu mu,, aku akan hajar mereka... " ucap Gaffi geram.


Mata dan fokusnya kembali melihat ke layar laptop miliknya. Bibirnya melekuk senyum menawan saat mendengar bahwa Kate menginginkan nasi goreng buatan mommy Noura sama seperti nasi goreng kesukaannya. Gaffi merasa berbunga-bunga seketika kalau mendengar ucapan Kate.


" Andai saja kamu disini sayang,, aku ingin memeluk mu... " ucap Gaffi tersenyum menatap wajah Kate yang dia zoom menjadi lebih besar.


" Oh God... Kok aku merasa benar-benar menjadi pria mesum ya... Aish..... tidak... tidak.... " Gaffi menggelengkan kepalanya mengusir pemikirannya itu.


" Dia istri ku,, kenapa juga aku harus merasa seperti pria mesum... " gumamnya membenarkan perilakunya yang aneh itu.


Lamunan Gaffi langsung buyar ketika melihat mommy Noura tiba-tiba saja muncul di depan kamera. Wajah mommy Noura tepat berada di depan kamera milik Gaffi sehingga membuat Gaffi terkejut dan terjatuh ke bawah.


" Aish sial... Kenapa juga wajah mommy pakai nongol segala? Kan aku jadi kaget..." protes Gaffi yang merasakan sakit dibagian pantatnya yang menghantam lantai.


" Hei anak kurang ajar... Kamu kira mommy nggak tahu apa yang sudah kau perbuat... Dasar gila, kenapa kamu pakai kamera pengintai segala.. Mau mommy laporin Galen.. Dasar anak bandelnya minta ampun!!" sembur mommy Noura membuat Gaffi jadi ketakutan karena perbuatannya ketahuan.

__ADS_1


Tidak banyak berpikir lagi, masa depannya kini tengah dipertaruhkan. Gaffi lekas mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada sang mommy agar jangan melapor pada Galen ataupun mengambil kamera tersembunyi itu. Gaffi menjelaskan bahwa dia hanya ingin melihat Kate saja tanpa melacak.


Bukan tidak ingin melacak, hanya saja alat untuk melacak ada di perusahaan yang dipimpin Rouge dan penggunaannya harus dengan izin dari Rouge dan Galen. Jelas saja Gaffi lebih memilih tidak melacak daripada gagal semua rencananya. Yang penting baginya adalah bisa melihat wajah Kate, istrinya yang kini dia rindukan.


" Oke mommy nggak akan lapor... Tapi awas saja jika lain kali kamu ada ide gila seperti ini lagi..." mommy Noura memberi peringatan.


" HUft... Ibu negara kalau sudah mengamuk itu menyeramkan sekali. Hampir saja aku diserang oleh sekumpulan pria berotot nan gila jika sampai mommy melapor ke Galen..." gumam Gaffi lega.


Ponsel miliknya berdenting, ada dua pesan masuk dari mommy Noura dan juga Damian, asisten pribadinya yang selalu berani padanya. Karena lebih penasaran dengan isi pesan dari mommy Noura, maka Gaffi mengabaikan pesan dari Damian.


Gaffi tersenyum, mommy Noura memang the best. Paling tahu apa yang anak-anaknya butuhkan. Karena baru saja mommy Noura mengatakan akan mencoba mengubah keputusan Kate yang meminta bercerai darinya. Dalam hati Gaffi berdoa agar Kate membatalkan gugatan cerainya. Dengan begitu dia masih memiliki kesempatan jika ingin kembali bersama.


Setelah membalas pesan dari mommy Noura sekaligus mengucapkan terima kasih, Gaffi membuka pesan dari Damian. Lain ketika membaca pesan mommy Noura dia begitu senang, maka ketika membaca pesan dari Damian, Gaffi langsung kesal bukan main.


Di pesan Damian, dia mengatakan bahwa Marcello adalah psikolog yang menjadi dokter untuk Kate. Dan Marcelo dipilih langsung oleh Galen sendiri.


" Maksudnya apa coba? Masak dokter istriku pria begini mana ganteng lagi. Kalau istri ku berpaling dari ku gimana? Ish... duda satu itu kenapa menyebalkan sekali...." Gaffi mengepalkan tangannya sangat kaut saking kesalnya.


" Aku besok harus menemuinya untuk mengganti dokter Kate... Sial,, masa depan ku benar-benar terancam hancur..."

__ADS_1


Ingin rasanya Gaffi menangis saking kesalnya. Marah, cemburu dan juga rindu membuatnya setengah gila saat ini. Ingin rasanya dia berlari ke tempat Kate dan mengatakan pada Kate untuk kembali padanya.


Gaffi melihat foto pernikahannya dengan Kate yanng kini dia pajang di kamar utama. Difoto itu, Kate terlihat begitu cantik dan anggun secara bersamaan. Gaffi merasa bodoh kenapa dirinya menyia-nyiakan wanita yang begitu cantik dan baik hanya karena dendam semata.


__ADS_2