MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Beraktifitas untuk menghibur hati


__ADS_3

Kate keesokan paginya bangun dengan perasaan yang sedikit takut. Takut jika saja suaminya mempermasalahkan masalah yang terjadi di meja makan semalam. Sungguh Kate tidak tahu kenapa bisa semuanya terjadi padahal sudah sejak lama dia mengubur dalam sesuatu yang lain dalam dirinya. Kate hanya bisa berdoa semoga saja tidak akan menjadi masalah untuknya nanti ketika dia bertemu dengan suaminya di meja makan.


Hal yang ditakutkan Kate tidak terjadi, karena pagi ini dia hanya sarapan bersama dengan Carmel dan juga pelakor dalam rumah tangganya, Emily. Tadi saat Emily memasuki ruang makan dia mengatakan bahwa Gaffi pada pukul lima pagi tadi mendapatkan telefon darurat dari rumah sakit. Jadi Gaffi berangkat terlebih dahulu.


" Kak Kate.... Tadi kak Gaffi meminta kamu untuk mengantarkan sarapan ke rumah sakit.. " ucap Emily mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh Gaffi tadi pagi.


" Kau saja, kekasih hatinya yang mengantar. Aku ada pekerjaan penting di kantor. " ujar Kate ketus tanpa melihat wajah Emily. Kate tidak sanggup lagi jika harus melihat tanda-tanda yang sengaja Gaffi tinggalkan di tubuh Emily.


" Tapi kak,, nanti kak Gaffi bisa marah kalau bukan kakak yang mengantar... " Emily masih kekeh mempertahankan keinginan Gaffi.


" Telinga mu tuli... Aku ada pekerjaan di kantor, dan bukannya semalam sudah aku katakan. Jadi kau saja yang antar, aku sibuk... " Kate langsung pergi meninggalkan Emily sendiri sarapan di ruang makan.


Emily menghela nafas melihat bagaimana Kate bersikap padanya. Sungguh dia tidak pernah bermaksud menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Kate. Tapi karena hutang budinya pada Gaffi, membuatnya membenarkan cara Gaffi yang saat itu mengatakan akan balas dendam karena Kate telah membunuh Bellvania, wanita yang paling Gaffi cintai.


Kate mendandani Carmel dengan pakaian ala-ala princess. Kali ini temanya adalah Princess Snow White, dan benar Carmel terlihat begitu cantik. Mata biru itu membuat Kate terpesona berkali-kali.


" You look beautifull, Carmel.... Anak mama cantik sekali sih,, aduh siapa yang besok. besar beruntung mendapatkan mu ya.... Hahahahahaha..... " Kate tertawa bahagia.


" Benar nyonya.... Nona muda kelihatan sangat memukau dengan pakaian ini. Warna biru matanya dipadukan dengan warna biru gaunnya, terlihat sempurna... " pengasuh Carmel ikut memuji.


" Kau benar... Jika saja aku ini seorang pria, aku rela menunggu hingga Carmel dewasa dan melamarnya.... Eh... Mama ngomongnya kejauhan ya sayang... " Kate malu sendiri saat putrinya menatapnya..

__ADS_1


" Hari ini Carmel akan ikut mama pergi bekerja.. Biar di mansion tante Emily yang ngurus ya sayang.... Let's Go..... "


Kate, Carmel dan pengasuh Carmel pun berangkat menuju ke Berliana Group. Perusahaan milik keluarga Keyleigh yang bergerak dibidang pembuatan perhiasan. Kate yang di dapuk sebagai wakil presedir ini sudah lebih dari empat bulan mengambil cuti. Kini saatnya Kate kembali ke perusahaan untuk setidaknya bisa memberikan rasa nyaman padanya.


Kedatangan Kate disambut oleh semua karyawan yang memang merasa senang bekerja dibawah kepemimpinan Kate. Memiliki sifat yang demokratis dan selalu mengedepankan kepentingan karyawan dan perusahaan, menjadi Kate sebagai pimpinan favorit bagi para pekerja di Berliana Group.


Kate senang bisa kembali datang dan bekerja di kantornya ini. Tempat yang bisa membuat hatinya nyaman karena mengerjakan apa yang menurutnya menjadi kesukaannya. Mendesain perhiasan dan menghasilkan perhiasan yang diminati oleh konsumen, adalah mimpi Kate sejak dia masih kecil.


" Carmel, look... Ini adalah kantor Mama... Dan mulai sekarang kita akan sering berada disini... Carmel suka? " tanya Kate.


Carmel langsung bersorak senang karena di kantor Kate ini terdapat taman bermain mini untuk Carmel. Taman bermain mini yang berisi semua boneka princess dan juga mainan yang digemari oleh Carmel.


" Nanti kalau Carmel ngantuk, bawa aja ke ruangan pribadi saya di pintu itu mbak... " ucap Kate pada pengasuh Carmel.


Kate menatap officenya berkeliling, semuanya masih sama dengan ketika dia meninggalkan ruangan ini. Asistennya benar-benar merawat kantor ini dengan sangat baik. Kate berjanji akan memberikan bonus pada asistennya karena telah membantunya selama Kate mengambil cuti.


Kate menatap beberapa. berkas dihadapannya dengan mata berkaca-kaca. Rasanya hatinya begitu bahagia bisa melihat kembali kertas-kertas yang dulu Kate anggap menyebalkan, namun selama empat bulan lebih ini membuatnya rindu.


" Aku merindukan bahkan yang sekecil ini... hihihi... " Kate terkikik geli dengan dirinya sendiri.


Setelah puas menatap semua yang selama ini dia miliki, Kate kembali mulai bekerja. Beruntung setiap hari asistennya memberikan laporan padanya mengenai jalannya perusahaan membuatnya tidak terlalu sulit untuk memeriksa laporan yang ada di meja kerjanya.

__ADS_1


Satu jam, dua jam, tiga jam, berlalu, mata Kate terasa memanas karena terlalu sering melihat laptop dan lembaran kertas di mejanya. Mata Kate mengedar menatap sekeliling ruangnya dan betapa terkejutnya Kate saat menyadari dia telah melupakan sesuatu yang sangat penting..


" Oh My.... kenapa aku bisa lupa hal sepenting ini... " Kate bergegas ke kamar pribadinya. Kate merasa lalai karena lupa bahwa dua jam sekali dirinya harus menyusui Carmel. Dan ini sudah berlalu tiga jam,, jika Gaffi tahu sudah pasti Kate akan disiksa lagi.


Kate membuka pintu kamar pribadinya yang ada diri ruangan kantornya. Dia melihat Kate sudah tertidur di ranjang king size miliknya, dengan pengasuhnya yang sedang membereskan beberapa mainan yang Carmel bawa ke kamar.


" Mbak... Carmel tidur? " tanya Kate kemudian berjalan mendekat. Mengecup pipi gembul putri sambungnya itu.


" Iya nyonya... Nona sudah mengantuk, mungkin karena kelelahan bermain dengan semua mainan baru yang ada di sini... " terang pengasuh Carmel.


" Lalu tadi susunya bagaimana mbak... Maaf saya banyak pekerjaan sampai lupa... "


" Saya sudah tahu pasti nyonya akan sibuk, hari saya membawakan beberapa botol susu di lemari penyimpanan dan tadi saya memanaskan satu untuk nona kecil sebelum tidur... "


" Terima kasih ya mbak.... Untung ada mbaknya tadi. Saya tadi sempet takut mbak, karena biasanya daddy Carmel pasti marah kalau saya melupakan kebutuhan Carmel. " Pengasuh Carmel pun mengangguk.


Sejak Carmel lahir, pengasuh Carmel tetaplah wanita bernama Diana ini. Sejak mendiang istri pertama Gaffi, pun Diana ini tahu. Dan dia bisa membedakan rumah tangga yang dua kali dijalani oleh tuan muda yang mempekerjakan nya. Dan pernikahan Kate adalah sesuatu yang tidak bisa dikatakan indah.


Diana menatap iba pada nyonya nya kali ini. Merasa begitu kasihan karena wanita yang ada di depannya ini diseret masuk oleh tuannya dan hanya dijadikan sebagai tak ubahnya pembantu. Bahkan pembantu lebih baik karena tidak merasakan bagaimana tangan Gaffi menghantam tubuh mereka. Tapi Kate...


" Nyonya.... Jangan menyerah ya... Kasian nona kecil jika nona harus kehilangan sosok ibu.... lagi... " gumam Diana yang masih didengar oleh Kate.

__ADS_1


" Semoga ya mbak... Tapi saya tidak yakin... "


" Permisi.... " Kate langsung melompat turun melihat siapa yang datang. Kate sempat merasa ketakutan tapi dia berusaha mengontrol perasaannya sendiri...


__ADS_2