MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
Ketakutan Kate


__ADS_3

Ketika membuka matanya, Kate bisa melihat sebuah ruangan yang tidak asing baginya. Sebuah ruangan yang sangat kotor penuh debu dengan berbagai perabotan yang sudah usang. Banyak tikus berkeliaran, kecoa, dan Laba-laba. Bau debu yang sudah bercampur dengan ruangan membuat sesak dada.


Kate melihat ke kanan dan ke kiri, kali ini dia seorang diri. Biasanya akan ada dua atau tiga anak kecil sama sepertinya berada di dalam kamar ini. Tapi sekarang Kate hanya seorang diri, mungkinkah anak-anak itu sudah dijual oleh para penculik. Kate bergidik ngeri karena hal itu.


Tempat ini begitu sunyi sekali, tidak ada satu bunyi pun terdengar di telinga Kate. Karena lelah, akhirnya kesunyian tempat ini membuat Kate kembali tertidur. Tidur yang tidak nyenyak karena bayang-bayang peristiwa beberapa hari ini terus berputar di dalam benaknya.


Kepala Kate tiba-tiba terasa sangat sakit sekali, seperti ada sesuatu yang buruk menyeruak masuk ke dalam benaknya sehingga membuat kepalanya terasa ingin pecah saja. Di duni nyata, dokter Anastasya dapat melihat Kate yang dihipnotis mulai terlihat gelisah. Sepertinya kenangan buruk itu akan muncul tapi Kate menolak untuk mengingat kembali.


Dokter Anastasya pun mulai memberikan beberapa sugesti pada Kate agar mau membuka pintu enuju kenangan yang menyakitkan itu.


" Tenanglah Kate... Aku ada disini melindungi mu..." ujar dokter Anastasya tepat di telinga Kate.


" Jangan takut akan gelapnya malam karena disetiap kegelapan itu membawa cahaya bersamanya. Aku menunggu mu diujung jalan jadi berjuanglah untuk berjalan di antara gelapnya malam untuk bisa menemukan jalan pulang Kate..." dokter Anastasya terus memberikan semangat pada Kate yang masih asyik terbuai dengan kenangan dalam pikirannya yang selama ini Kate tutup rapat.


Di dalam ruangan gelap itu, Kate mendengar suara-suara yang dia kenal. Suara seroang wanita yang menjadi penyemangat hidupnya. Wanita yang menjadi teman baiknya selama ini. Karena itu secara perlahan-lahan, Kate bangkit dari dalam raungan itu dan membuka pintu yang ternyata tidak dikunci oleh penjahat yang menculiknya.


Ketika melihat sekeliling, hanya ada ruangan berdebu yang kosong tanpa adanya sebuah kehidupan di dalamnya. Kate pun memberanikan diri menuju ke pintu keluar yang ada diujung lorong yang kini dia lewati. Kate berjalan dengan sangat cepat agar bisa segera keluar dari ruangan itu tanpa ketahuan.


" Hei mau lari kemana kau !!" teriak penjahat itu.

__ADS_1


Kate melihat ke belakang dan dia tahu bahwa pria jahat yang menculiknya itu sedang berlari menuju ke arahnya. Kate semakin mempercepat langkahnya bahkan sekarang di sudah berlari menuju pintu keluar yang sudah terlihat di depannya hanya berjarak beberapa meter saja.


Namun ketika tangannya hendak menyentuh pegangan pintu, tangan penjahat itu menarik kuat rambutnya dan menghempaskan Kate ke lantai..


" Aaaaarrrrrgggghhhhh..." pekik Kate saat punggung dan bokongnya menghantam lantai.


" Sudah aku katakan jangan sekali-kali kau berniat kabur atau aku akan menjual mu.." bentak penjahat itu.


Tubuh Kate gemetaran ketakutan melihat manik hitam menyeramkan milik pria yang menculiknya itu . Entah dosa apa yang bisa diperbuat olehnya sehingga dia mengalami hal buruk seperti ini. Kate mulai menangis meski tidak mengeluarkan suara karena saking takutnya. Pria ini begitu menakutkan dan pandai mengintimidasinya hingga membuatnya begitu ketakutan.


" Sekarang masuk ke kamar mu dan jangan mencoba untuk kabur lagi atau aku benar-benar akan menjual mu kepada penjahat yang lain agar ku disiksa di sana. " ancam pria itu menarik kuat lengan Kate dan membawanya kembali ke kama tadi.


Tubuh Kate luruh ke lantai, seorang anak dengan usia masih sangat muda dan belum thu apa itu salah dan benar sudah diculik bahkan harus disiksa dan melihat banyak sekali perbuatan pelaku yang selalu membuat tawanannya menjadi hidup pun segan.


Dokter Anastasya menghela nafas karena dipercobaan ini kembali mengalami kegagalan. Ternyata mimpi buruk Kate itu terlalu kuat sampai Kate tidak berani mengambil langkah maju untuk kabur dari situasi yang tidak baik itu.


Dengan menjentikkan jarinya tiga kali, Kate yang dalam pengaruh hipnotis itu langsung terbangun. Tubuhnya bergetar hebat menandakan seberapa besar ketakutannya. Tapi jelas tidak akan menunjukkan perubahan apapun jika Kate enggan untuk membuka hatinya dan memilih mejadi wanita yang tidak mau tahu.


Penyakit mental itu tidak bisa diremehkan karena salah penanganan dan pengobatan biasa semakin memperburuk kondisi mentalnya. Dokter Anastasya memberikan Kate air minum sebelum dia mulai bertanya tentang apa yang Kate rasakan dan lihat dalam dunia itu.

__ADS_1


" bagaimana perasaan anda nona Kate?" tanya dokter Anastasya.


" Rasanya sungguh tidak nyaman dan sesak sekali dok.. Apa itu wajar?" tanya Kate takut jika dia salah menyimpulkan.


" Itu adalah hal yang wajar. memaksa ingatan naik ke permukaan setelah puluhan tahun dilupakan memang cukup sulit. Jadi kita harus bersabar menghadapi semua ini.." terang dokter Anastasya memberikan wejangan


" Tidak perlu khawatir,, saya tidak akan melepas pantauan pada ada. " dokter Anastasya berusaha menguatkan hati Kate saat ini.


" rasanya begitu menakutkan dok.. Saya seperti berjalan di tebing curam yang jika saya salah langkah maka saya akan mati." ujar Kate mengungkapkan perasaannya saat ini.


Dokter Anastasya bisa paham dengan ketakutan Kate selama ini. Seharusnya ketika masalah trauma pada Kate pertama kali mencuat, saat itulah paling tepat dilakukannya pengobatan pada Kate. Jika sekarang pun rasanya sudah terlambat. Memang masih bisa disembuhkan tapi waktu yang dibutuhkan akan lebih banyak lagi karena ketakutan Kate sudah mendarah daging.


" Saya akan tetap membantu ana nona Kate.. Percayalah pada saya maka kita akan sama-sama mendapatkan hasil yang memuaskan.." dokter Anastasya tersenyum di depan Kate.


" terima kasih dok..." Kate berucap dengan tulus.


Setelah konsultasinya selesai Kate bergegas pulang karena sekarang moodnya sedang tidak baik. Kate takut jika penyakit mentalnya akan kembali kambuh dan merugikan orang lain. Karena itu dalam perjalanan pulang Kate mampir ke suatu tempat yang begitu menenangkan baginya. tempat yang dia temukan sekitar tiga bulan yang lalu saat tengah berjalan-jalan bersama Kanaya.


Kate memandang beberapa orang yang juga duduk di tempat itu sama seperti dirinya. Kate menangis ketika dia melihat ada sepasang suami istri tengah menggendong bayi mungil yang terlihat menggemaskan. Saat hatinya kacau saat itulah dia mendengar ucapan dari seseorang yang suaranya begitu dia hapal.

__ADS_1


" Jika kau ingin memiliki anak lagi, maka lekaslah sembuh dan lekaslah kau buat bersama dengan suami mu..."


__ADS_2