MENGEJAR MAAF SANG ISTRI

MENGEJAR MAAF SANG ISTRI
sosok dikenal


__ADS_3

Gaffi yang berada di dalam kamar hotel nya benar-benar tidak bisa menahan amarahnya saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Galen sebagai balasan pesan darinya. Dengan santainya pria itu mengatakan jika dia sibuk dan malas mengantarkan surat itu pada Gaffi. Yang Galen kirim hanya screenshot dari surat yang dibuat oleh Kate.


" Aaaarrgggghhhh.... Sialan bocah satu ini.. Apa maksudnya mengirim pesan begitu? " Gaffi meremas kuat ponsel miliknya saking kesalnya dengan Galen.


" Lalu apa maksudnya mengirimkan screenshot ini pada ku, memangnya bisa dibaca.. Dasar gila..." Gaffi terus saja mengomel tidak jelas lantaran marah dengan saudara kembarnya itu. Dia itu saudara siapa dan kenapa kesannya Gaffi seperti bukan saudara kandungnya saja. Padahal ketika masih di dalam kandungan, mereka berbagi rahim berlima.


Tok... tok.... tok....


Pintu kamar Gaffi diketuk dari luar, meski kesal, tapi Gaffi tahu dimana dia sekarang sehingga dia tetap berjalan menuju ke pintu dan membukakannya. Gaffi sedikit cemas jika itu adalah pihak penyelanggara seminar atau bahkan timnya dari Milan.


" Selamat sore dokter... Kita mau mengajak Anda untuk makan malam di luar sambil melihat suasana malam di kota Berlin.. Apa dokter Gaffi berkenan?" tanya dokter Fartur.


" Dengan siapa saja?" tanya Gaffi.


" Dengan tim kita dok, minus dokter Thalia yang katanya jetlag.." jawab dokter Fartir cepat.


" Bagus... Saya ikut..." Gaffi lekas masuk dan mengambil jacketnya lalu ikut keluar bersama dengan dokter Fartur.


Sengaja Gaffi bertanya siapa yang ikut dalam rencana para dokter itu malam ini, karena Gaffi dengan terang-terangan menghindar dari dokter Thalia. Gaffi bukan orang bodoh yang tidak tahu maksud dari tatapan dokter perempuan itu padanya. Dia tidak ingin timbul gosip dan mempengaruhi penilaian Galen padanya. Bisa gawat jika Galen marah padanya, bisa-bisa nilainya dikurangi dan dia akan semakin lama tidak bisa bertemu dengan Kate.

__ADS_1


Di bawah, tepatnya di lobby, sudah ada dua dokter lainnya selain dokter fartur yang ada di dekat Gaffi. Kedua dokter itu juga adalah dokter tim dari Italia. Jadi perwakilan dari Itali itu empat pria dan dua wanita. Seingat Gaffi dua dokter pria itu bernama, dokter Frans dan Dokter Zeno. Yang satu dokter spesialis orthopedi dan yang satu adalah dokter spesialis penyakit dalam.


" Maaf membuat kalian menunggu lama..." ujar Gaffi terdengar sopan.


" Tidak apa dok,, rencana kami ini juga mendadak. Bahkan kami tidak menyangka anda akan ikut dengan kami.." sahut dokter Zeno.


" Selama tidak ada wanita di acara kalian, pasti dengan senang hati saya ikut... Dan ngomong-ngomong, bisakah kita bicara dengan bahasa santai saja?" tanya Gaffi terlebih dahulu agar terkesan sopan.


" Tentu boleh... Usia kita juga tidak jauh berbeda..." dokter Frans menimpali.


" Baik,,, sudah diputuskan... Dan yang jadi permasalahannya saat ini adalah sekarang ini kita akan kemana..? " ujar dokter Fartur.


" Ikut saja dengan ku.. Kita ke tempat yang bisa memberi kita hiburan tanpa mabuk.." ajak Gaffi yang tiba-tiba teringat akan sesuatu.


Gaffi pun mengajak ketiga pria yang bergelar doktor itu menuju ke sebuah club elite yang ada di tengah kota Berlin. Hal ini sontak membuat ketiga teman baru Gaffi ini terkejut bukan main melihat pemandangan di mana mereka berada saat ini. Club ini adalah milik salah satu saudaranya dan nanti Rencananya Gaffi ingin makan dan minum gratis di sini.


Gaffi memang sengaja melakukan hal itu dengan maksud ingin membuat saudara yang lain itu jera dan berhenti mengganggu mereka berdua. Karena keikutcampuran dari pria yang Gaffi sebut saudara itulah yang membuat semuanya kacau. Gaffi gagal membaca surat balasan dari sang istri karena jarak dan Galen yang menolak mengantarkan surat itu. Jadi dengan sengaja Gaffi akan membuat Galen kehilangan beberapa minuman mahal dan pasti Gaffi enggan untuk membayarnya.


" Dokter Gaffi,, apa anda tidak salah membawa kami kmari?" tanya dokter Zeno ketika kaki Gaffi berhenti tepat di depan sebuah club malam.

__ADS_1


" Nggak kok.. Dan bukannya kita sepakat untuk menggunakan bahasa non formal..Itu kesepakatan kita akan berlangsung untuk waktu yang lama... Jangan sungkan dengan saya, karena saya benci hal itu." Gaffi mencoba mengatakan apa keinginannya.


" Dan untuk tempat ini, kalian semua tidak perlu khawatir, karena selain club malam, tempat ini juga bisa menjadi restoran. Ayo,, kita masuk.. " ajak Gaffi memimpin di depan para dokter muda yang juga tidak kalah tampan darinya.


Kedatangan ke empat pria tampan ini menjadi perhatian beberapa orang di dalam club malam itu. Baik pria maupun wanita, semuanya menatap heran ke empat pria yang baru saja masuk itu. Namun bukan hanya orang-orang yang menjadi tamu saja yang heran, ketiga teman Gaffi juga heran lantaran Gaffi langsung saja nyelonong masuk ke bagian terdalam club itu, namun tidak ada satupun yang melarangnya atau marah padanya karena lancang.


Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi ketiga orang ini. Mereka setia mengikuti langkah Gaffi dari belakang, mencoba tidak penasaran dengan apa yang mereka saat ini. Tapi sepertinya rasa penasaran itu bukannya hilang malah bertambah karena mereka kembali melihat Gaffi disambut dengan baik oleh pegawai club ini.


" Selamat datang tuan muda... Meja pesanan anda sudah saya siapkan... " lapor pegawai club malam itu.


" Terima kasih,, kau boleh pergi melanjutkan tugasnya mu.. " Gaffi menyuruh orang tadi pergi.


" Gaf... Ini apa.... maksudnya ya? " Fartur memberanikan diri untuk bertanya pada Gaffi.


" Jangan khawatir,, ini tempat milik saudara ku. Jadi kalian makanlah sepuasnya dan minta apa saja yang ada kalian inginkan, tidak perlu sungkan.. " ujar Gaffi yang langsung diangguki semua temannya.


Siapa yang bisa menolak makanan gratis, jelas semuanya tidak akan bisa menolak itu. Selain kenyang kita tidak akan kehilangan uang sepeser pun. Jelas tidak akan ada orang yang menolak itu semuanya. Jika dikatakan aji mumpung juga tidak masalah, memang nyatanya begitu.


Ketika mereka berempat asyik bercerita tentang masalah pribadi mereka, terutama Fartur yang sudah menjadi jomblo karena kekasihnya meninggalkannya. Namun tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah meraka. Gaffi pun langsung berdiri melihat sosok yang baru datang itu.

__ADS_1


__ADS_2